Sunday, December 8, 2019
Home News Tren Lanskap Bisnis IT Asia Pasifik 2016

Tren Lanskap Bisnis IT Asia Pasifik 2016

-

Ilustrasi Pengelolaan Data Korporasi di Pasar Solusi Sinkronisasi
Ilustrasi Pengelolaan Data Korporasi di Pasar Solusi Sinkronisasi

Jakarta, Selular.ID – Lanskap bisnis IT terus-menerus berubah berkat kemajuan inovasi dan teknologi. Saat ini di Asia Pasifik, lima kunci pengembangan bisnis IT akan banyak bermain di tahun 2016.

Menurut Adrian De Luca, Chief Technology Officer Hitachi Data Systems Asia Pasifik, perusahaan-perusahaan akan mengalami transformasi digital utama di tahun depan karena mereka berusaha untuk meningkatkan serangkaian fungsi teknologi dan non teknologi.

“Di dalam bisnis, saat ini sudah tercipta pemahaman universal bahwa semua fungsi perlu melihat cara tranformasi praktek bisnis mereka melalui digitalisasi. Misalnya saja, seorang CMO merasa bahwa pemasaran tradisional sudah tidak terlalu efektif lagi,” jelas De Luca.

Ada lima trend utama yang akan membentuk lansekap IT dan bisnis di Asia Pasifik pada tahun 2016, yaitu transformasi digital, kota pintar, cross modal IT, multicloud, dan terbatasnya keterampilan.

1. Perusahaan tradisional akan berubah menjadi digital native
Para CIO percaya bahwa aliran pendapatan perusahaan akan lebih banyak yang bersumber dari jalur digital. Menurut laporan Gartner CIO Agenda Insights, tahun lalu hanya ada 16% CIO yang berharap untuk mendapatkan aliran pendapatan bisnis melalui jalur digital , namun tahun ini angka ini meningkat lebih dari dua kali lipat, menjadi 37%. Fakta ini menunjukkan bahwa inisiatif digital bukan hanya datang dari CIO, namun dari seluruh fungsi bisnis yang juga turt menciptakan platform digital dan mempekerjakan digital native.

2. Perusahaan pintar akan akan membangun kota pintar (smart city)
Kota pintar telah menjadi topik hangat beberapa waktu terakhir ini di Asia Pasifik, dimana banyak negara di Asia Pasifik juga menggulirkan inisiatif mereka untuk menjawab tantangan keamanan publik hingga isu transportasi. Namun jelas juga terlihat bahwa hanya sedikit pemerintah yang memiliki pengalaman dan anggaran yang memadai untuk membangun dan menjalankan inisiatif kota pintar secara berdikari. Umumnya, mereka akan bermitra dengan pemain utama di industri yang berinvestasi di bidang Internet of Things (IoT). Mitra tersebut akan membawa kekayaan intelektual mereka, menciptakan ekosistem teknologi dan mengintegrasikan seluruh elemen tersebut, sehingga mereka akan mampu membangun solusi yang dibutuhkan untuk merealisasikan kota pintar.

Artinya, perusahaan pintar akan menjadi katalis untuk membantu realisasi kota pintar, seiring dengan dibukanya peluang dari Pemerintah dalam bentuk berbagai macam inisiatif, seperti Digital India, Smart Nation Singapore, dan Digital China. Menurut Navigant Research, peluang bisnis bagi perusahaan di sektor terkait sangat besar, dengan investasi tahunan kota pintar di bidang teknologi yang dapat mencapai empat kali lipat hingga US$11,3 miliar pada tahun 2023.

3. Penyatuan model operasional IT akan menghilangkan silo dalam bisnis
Saat ini, ada dua model yang dapat diadopsi organisasi IT untuk menjawab kebutuhan perusahaan digital.

Model 1 – Aplikasi sistem pencatatan tradisional – seperti sistem CRM dan e-commerce. Sistem ini dibangun di atas prediksi, akurasi, dan ketersediaan, sesuai dengan data sensitif yang dimiliki.

Model 2 – Sistem insight, yang bersifat lebih ekploratif, seperti analitik big data. Sistem ini memberikan perspektif mengenai apa yang terjadi di dalam bisnis – sehingga pengguna dapat menguji beberapa hipotesa dengan menggunakan beberapa lapisan data. Sistem ini lebih tangkas dan cepat, sehingga organisasi punya kemampuan untuk menguji ide dengan cepat dan biaya terjangkau, dan segera mencoret hal – hal yang tidak berjalan dengan baik, dan menguji beberapa hipotesa baru.

4. Multicloud dapat memberi peluang bisnis trans-regional
Beberapa perusahaan telah meningkatkan kapasitas data center untuk dapat terus memfasilitasi komputasi awan. Perusahaan–perusahaan tersebut juga berinvestasi untuk meningkatkan konektivitas lintas batas dengan kecepatan tinggi. Rute langsung antara daerah utama seperti Asia Tenggara, Australia dan Amerika Serikat juga sedang dibangun.

Perluasan peluang pasar ini akan berdampak pada bagaimana perusahaan menggunakan cloud dan memperluas opsi yang ada saat ini. Dengan 70% organisasi yang ada saat ini menggunakan hybrid cloud, dan menerapkan ketentuan TPP untuk melindungi data offshore sekaligus menghindari kewajiban elektronik, maka hal ini akan menciptakan multicloud lintas batas sehingga perusahaan dapat terus berekspansi.

5. Terbatasnya keterampilan akan memicu perburuan bakat
Ada beberapa faktor yang akan mempengaruhi pasar tenaga kerja teknologi di tahun 2016, sehingga banyak organisasi akan menilik bagaimana mereka akan mengisi kekurangan tenaga kerja untuk tetap dapat berinovasi dan bersaing.

Upaya untuk menjawab terbatasnya tenaga IT bukan hanya sekedar menghasilkan lebih banyak lulusan IT. Perusahaan perlu dapat menciptakan daya tarik bagi tenaga muda berbakat sekaligus mencari cara untuk meningkatkan produktivitas mereka sebagai karyawan tetapnya, sehingga perusahaan akan mampu menjembatani keterbatasan tenaga IT dalam jangka panjang.

Latest