Saturday, July 11, 2020
Home News Enterprise RedHat Indonesia: 100% Perusahaan Telko Terbesar Dunia Jadi Customer Kami

RedHat Indonesia: 100% Perusahaan Telko Terbesar Dunia Jadi Customer Kami

-

rully-moulanny--Jakarta, Selular.ID – Dengan biaya yang lebih murah, solusi enterprise berbasis open source kini menjadi pilihan yang diminati perusahaan. Hal itu sebagaimana diutarakan oleh Country Manager RedHat Indonesia, Rully Moulany.

Sebagai penyedia software enterprise berbasis open source yang kini hadir di Indonesia, RedHat, sudah berhasil menjaring ratusan klien perusahaan, beberapa di antaranya yang disebutkan adalah Dirjen Pajak, Telkomsel, serta Plaza Indonesia.

“Secara umum, semua provider telekomunikasi sudah jadi customer kita, top ten bank sudah customer kita. Dan secara global, 100% dari telko terbesar dunia, 100% dari airlines terbesar di dunia, dan 100% dari financial services terbesar di dunia itu sudah menggunakan produk RedHat,” ujar Rully.

Bicara mengenai bisnis RedHat di Indonesia, Rully menyatakan bahwa apa pun kondisi ekonominya, pihaknya akan tetap melakukan investasi di Tanah Air. “Kita memproyeksikan bahwa bisnis kita akan tetap tumbuh. Apa pun kondisi makro ekonomi (di Indonesia) kita tetap yakin akan tumbuh, RedHat global tetap akan investasi di Indonesia,” tandasnya.

Oleh karena solusi yang ditawarkan lebih murah dan efisien, bisnis yang dilakukan RedHat diklaim tetap akan bagus walau kondisi ekonomi sedang jelek. “Ada satu fakta, bahwa Redhat itu ketika kondisi ekonomi jelek kita justru bagus karena secara cost kita lebih murah dan efisien, dan ketika ekonomi itu bagus kita bahkan lebih baik lagi,” sergah pria jebolan University of Massachusetts ini.

Hal itu menurut Rully terjadi lantaran banyak perusahaan yang awalnya tertarik menggunakan solusi dari RedHat karena alasan biaya. Namun, lambat laun setelah mencoba solusi RedHat mereka pun merasakan benefit dari solusi berbasis open source yang ditawarkan. Khusus di Indonesia, RedHat menyatakan bahwa secara bisnis mereka berjalan sangat baik, meskipun kondisi ekonomi Indonesia sedang tidak baik seperti beberapa bulan belakangan.

Latest