Friday, August 23, 2019
Home News 57 Persen Wilayahnya Rentan Tsunami, Indonesa Butuh Sistem Informasi Kebencanaan

57 Persen Wilayahnya Rentan Tsunami, Indonesa Butuh Sistem Informasi Kebencanaan

-

P_20151221_133646_HDRJakarta, Selular.ID – Kondisi geografis yang memiliki banyak gunung berapi aktif membuat sebagian besar wilayah Indonesia berpotensi terkena bencana alam baik gempa bumi maupun tsunami.

Andi Eka Sakya, Kepala Badan Klimatologi, Meteorologi dan Geofisika (BMKG) saat diseminasi sistem penyampaian informasi kebencanaan di gedung Kominfo (21/12/2015) mengatakan bahwa 57 persen wilayah Indonesia rentan terjadi bencana tsunami.

Lebih lanjut dikatakan Andi wilayah-wilayah yang berpotensi terjadi bencana alam diantaranya terdiri dari 296 kabupaten/kota rawan terjadi gempa bumi, dan 233 kabupaten/kota rawan tsunami.

Untuk meminimlisir dampak negatif akibat becana tersebut diperlukan sistem penyampaian informasi kebencanaan. Penyebaran informasi kebencanaan melalui sarana ponsel dinilai sangat efektif megingat penetrasi selular di Indonesia sangat tinggi.

Untuk itu BMKG bersama Kementrian Kominfo dan beberapa operator selular yang ada di Indonesia menyiapkan sistem informasi kebencanaan yang akan menginformasikan peringatan dini bencana alam, informasi telah terjadinya bencana serta update setelah becana alam itu terjadi.

Rudiantara, Mekominfo RI menyampaikan bahwa hal ini sebenarnya sudah diamanatkan dalam pasal 20 UU No.36 tentang Telekomunikasi Indonesia. “Kita ini sudah terlambat sekali, kalau dilihat dari amanat undang-undangnya sudah 15 tahun yang lalu,” ungkapnya.

Namun demikian Rudiantara tetap mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh BMKG bersama para operator seluler ini. Operator yag terlibat dalam penyampaian informasi kebencanaan adalah Telkomsel, Indosat Ooredoo, XL Axiata dan Huthinson Tri Indonesia.

Dalam penyampaian informasi kebecanaan tersebut operator akan mengirim SMS kepada masyarakat yang berada di lokasi terdampak becana dan sekitarnya. SMS akan diterima masyarakat paling lambat dua menit setelah operator menerima informasi dari pusat penyampaian informasi becana yang dibangun oleh kominfo.

Latest