Atasi Kerugian BTEL Bakal Hadirkan Layanan 4G

image

Jakarta, Selular.ID – PT Bakrie Telecom melihat bahwa tahun 2015 merupakan tahun yang tidak membawa peningkatan dalam hal pendapatan. BTEL membukukan pendapatan kotor pada semester I 2015 sebesar Rp338.2 miliar, pendapatan ini menurun ketimbang tahun lalu yang memperoleh pendapatan Rp773 miliar.

Penurunan pendapatan ini dikarenakan berkurangnya ekosistem CDMA mengakibatkan ketersediaan handset menjadi sangat terbatas, sehingga mengakibatkan penurunan jumlah pelanggan.

“Penurunan ini dikarenakan penurunan jumlah pelanggan kami, Desember 2014 pelanggan kami tercatat 11,648 juta, Juni 2015 pelanggan kami 7,8 jutaan,” ujar Jastiro Abi Direktur Utama Bakrie Telecom di Jakarta (09/11/15).

Akibat penurunan jumlah pelanggan ini BTEL harus menelan kerugian sebesar Rp2,4 Triliun sepanjang semester pertama 2015 atau membengkak dari periode sama tayun 2014 sebesar Rp315,446 miliar.

Untuk kembali menarik pelanggan BTEL, Jastiro menyebutkan bahwa tahun depan BTEL akan fokus  menghadirkan layanan digital serta teknologi 4G long term evolution (LTE).

“Target layanan 4G adalah tahun 2016, dilakukan melalui peluncuran produk dan merek baru. Saat ini BTEL sedang melakukan re-organisasi perusahaan untuk dapat menjalankan 4G LTE, “ ungkap Jastiro.

Untuk 4G, jastiro menyebutkan kalau BTEL mendapatkan penambahan di spektrum 850 Mhz. Penambahan luas pita di frekuensi 850 Mhz disebut-sebut akan dimanfaatkan oleh BTEL untuk menghadirkan 4G. Namun, perusahaan itu harus melakukan proses lain agar memiliki luas pita yang memenuhi persyaratan teknologi internet cepat tersebut.

“Ya mudah-mudahan awal 2016 semuanya selesai dan pelanggan kami bisa menimati layanan 4G kami,” tutup Jastiro.