Monday, January 27, 2020
Home News Tiga Subsektor Yang Jadi Prioritas Utama Untuk Majukan Industri Kreatif

Tiga Subsektor Yang Jadi Prioritas Utama Untuk Majukan Industri Kreatif

-

image

Jakarta, Selular.ID – Modernisasi dalam implementasi seni di kehidupan sehari-hari, terutama di dalam industri kreatif, semakin melebar seiring inovasi pada platform mobile dan digital. Untuk kepentingan promosi, pemerintah kemudian membangun sebuah badan yang didedikasikan untuk mendorong percepatan ekonomi kreatif dalam negeri.

Sasaran program kerja Badan Ekonomi Kreatif atau yang biasa disingkat BEKRAF, meliputi 16 subsektor termasuk arsitektur, desain interior, desain komunikasi visual, desain produk, mode, animasi dan video, fotografi, kriya, kuliner, penerbitan, periklanan, seni pertunjukan, seni rupa, serta televisi dan radio.

Dari 16 subsektor tersebut, Triawan Munaf, Ketua Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) menyebut bahwa ada tiga subsektor yang menjadi prioritas utama untuk segera dibereskan, yaitu, film, aplikasi digital/game, dan musik.

Subsektor Film, menjadi salah satu fokus utama dari BEKRAF yang dinilai penting untuk dibenahi ekosistemnya. Menurut Triawan, sampai saat ini Film belum bisa menghasilkan efek ekonomi yang berarti bagi perekonomian Indonesia. Padahal, Film akan menjadi ‘kendaraan’ bagi perkembangan subsektor lainnya. Ekosistem di Film yang harus ‘dirapikan’ antara lain production dan distribution, dan ini akan melibatkan banyak pihak dan instansi.

“Dengan Film, kita bisa sekalian mempromosikan kuliner, fashion, dan sebagainya,” katanya saat ditemui di Mobile Marketing Association, Jakarta (15/10/2015).

Selain Film, percepatan pengembangan aplikasi dan game juga menjadi bidikan selanjutnya. Seperti film, application juga bakal menjadi medium bagi semua subsector.

Musik adalah salah satu popular culture yang menyimpan value besar. Untuk kawasan Asia Tenggara, talenta-talenta musik dari Indonesia selalu merajai. Akan tetapi, begitu besarnya talenta musik di dalam negeri namun tanpa diimbangi perlindungan hak cipta, menjadi batu sandungan bagi perkembangan industri musik ke depannya. Tren saat ini, banyak orang yang mengunduh lagu secara ilegal.

“Kita berhadapan dengan medium baru yang memudahkan orang mengunduh lagu. Hari ini kita keluarin album, besoknya sudah ada (di internet). Yang menyedihkan, pengunduh ini tidak merasa berdosa dan telah melanggar hukum,” ujar Triawan.

Latest