spot_img
BerandaNewsMenperin: Meski Kontribusi PDB Masih Kecil, Industri Konten Punya Potensi Besar

Menperin: Meski Kontribusi PDB Masih Kecil, Industri Konten Punya Potensi Besar

-

IMG_20150703_132153Jakarta, Selular.ID – Maraknya penggunaan perangkat telekomunikasi seluler dan multimedia diharapkan dapat menjadi peluang terhadap pengembangan industri konten di Indonesia. Karakter industri ini yang terbuka memberi kesempatan pengembang, terutama generasi muda, termasuk mahasiswa untuk lebih banyak berkiprah.

“Untuk industri animasi, konten, khususnya subsektor permainan interaktif serta layanan komputer dan piranti lunak atau software, meskipun kontribusinya terhadap PDB masih kecil, tetapi industri ini memiliki potensi yang besar untuk berkembang,” kata Saleh Husin, Menteri Perindustrian saat peresmian International Conference on Creative Industry (ICCI) di Denpasar, Selasa (11/8/2015).

Secara nasional, geliat industri kreatif ini menurut Saleh ditandai dengan tingginya pertumbuhan nilai tambah yang dihasilkan dengan rata-rata di atas 10 persen per tahun selama periode 2010–2013.

Bahkan kiprah para pelaku industri konten Indonesia Saleh menambahkan sudah semakin mendapat pengakuan di dunia internasional dengan masuknya beberapa aplikasi nasional dalam Asia’s Top Fifty Applications.

Industri kreatif merupakan salah satu pilar ekonomi nasional. Merujuk catatan BPS, pada 2013 sektor ini tumbuh 5,76% atau di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,74%, dengan nilai tambah sebesar Rp 641,8 triliun atau 7% dari PDB nasional,” tegas Saleh.

Menurut data yang ada dari 15 subsektor ekonomi kreatif, terdapat tiga subsektor yang memberikan kontribusi dominan terhadap PDB, yaitu subsektor kuliner (Rp 209 triliun atau 32,5%), fesyen (Rp182 triliun atau 28,3%), dan kerajinan (Rp93 triliun atau 14,4 %).

Baca juga :  Nomor 1 di Industri Smartphone, Mampukah Xiaomi Rajai Pasar Laptop Tanah Air?

BALI CREATIVE INDUSTRY CENTER

Di Denpasar, Kemenperin mendirikan Bali Creative Industry Center. BCIC digadang-gadang menjadi solusi atas masalah yang kerap dihadapi pelaku industri, khususnya industri kecil dan menengah, seperti keterbatasan bahan baku, minimnya riset dan teknologi, kesulitan promosi dan pemasaran, hingga risiko pencurian desain.

Baca juga :  Tim Avengers Siap Berlaga di Game Marvel’s Midnight Suns

“Sebagai ‘rumahnya’ orang kreatif, saya yakin BCIC akan melahirkan ide-ide inovatif, kreator-kreator baru, sehingga tercipta produk berkualitas tinggi yang memenangi persaingan di era perdagangan bebas,” ujar Saleh.

Tahun ini BCIC telah melaksanakan berbagai kegiatan di antaranya: Pelatihan industri kreatif, pelatihan kreatif digital (animasi dan konten multimedia), pembinaan wirausaha muda (inkubator) di bidang kreatif digital, kriya dan fesyen, klinik desain, kompetisi kriya dan fesyen dengan tema “Design and Marine”.

spot_img

Artikel Terbaru