Tuesday, June 18, 2019
Home News Security Sindikat Hacker Carbanak Gondol US$1 Miliar dari 100 Bank di Seluruh Dunia

Sindikat Hacker Carbanak Gondol US$1 Miliar dari 100 Bank di Seluruh Dunia

-

Ilustrasi kerentanan transaksi uang secara mobile, foto: businessinsider.com/
Ilustrasi kerentanan transaksi uang secara mobile, foto: businessinsider.com/

Jakarta, Selular.ID – Uang sejumlah satu miliar dolar Amerika dicuri dalam waktu sekitar dua tahun dari berbagai lembaga keuangan di seluruh dunia. Para ahli melaporkan bahwa yang bertanggung jawab atas perampokan ini adalah geng kriminal dunia maya multinasional bernama Carbanak yang berasal dari Rusia, Ukraina dan negara lain di Eropa, serta dari Tiongkok.

Tindak kejahatan Carbanak menandai awal dari tahap baru dalam evolusi aktivitas kejahatan dunia maya, di mana pengguna yang jahat mencuri uang langsung dari bank dan menghindari untuk menargetkan pengguna akhir.

Sejak 2013, para penjahat cyber berusaha untuk menyerang hingga 100 bank, sistem e-payment dan lembaga keuangan lainnya di sekitar 30 negara. Serangan tersebut masih tetap aktif. Menurut data Kaspersky Lab, target Carbanak termasuk organisasi keuangan di Rusia, Amerika Serikat, Jerman, China, Ukraina, Kanada, Hong Kong, Taiwan, Rumania, Perancis, Spanyol, Norwegia, India, Inggris, Polandia, Pakistan, Nepal, Maroko, Islandia, Irlandia, Republik Ceko, Swiss, Brazil, Bulgaria, dan Australia.

Diperkirakan bahwa jumlah terbesar yang diraih dengan meretas ke bank-bank dan berhasil mencuri sampai dengan sepuluh juta dolar setiap serangan. Rata-rata, setiap perampokan bank memerlukan waktu antara dua hingga empat bulan, dari menginfeksi komputer pertama di jaringan perusahaan bank hingga membawa lari uang yang dicuri.

Para penjahat cyber memulai dengan mendapatkan cara untuk masuk ke komputer karyawan melalui spear phishing, menginfeksi korban dengan malware Carbanak. Mereka kemudian dapat melompat ke jaringan internal dan melacak komputer administrator untuk melakukan pengamatan video. Hal ini memungkinkan mereka untuk melihat dan merekam segala sesuatu yang terjadi pada layar komputer staf yang melayani sistem transfer tunai. Dengan cara ini para penjahat harus tahu setiap detail pekerjaan pegawai bank dan mampu meniru aktivitas staf untuk mentransfer uang dan mencairkan uang.

“Para penjahat bahkan tidak perlu untuk meretas ke layanan bank: setelah mereka masuk ke jaringan, mereka belajar bagaimana untuk menyembunyikan rencana jahat mereka di balik tindakan yang sah. Hal tersebut adalah perampokan cyber yang sangat licin dan profesional,” kata Sergey Golovanov, Principal Security Researcher di Kaspersky Lab Global Research and Analysis Team.

Oleh karenanya, semua organisasi keuangan untuk berhati-hati memindai jaringan mereka terhadap kehadiran Carbanak dan, jika terdeteksi, segera melaporkan gangguan kepada penegak hukum. (bda)

LIVE BLOG: PELUNCURAN OPPO RENO

Oppo Reno series mengedepankan kamera, performa dan juga daya tahan tahan baterai.

Latest