Wednesday, October 16, 2019
Home News Startup Ogah Pake GPS, Driver Go-Jek Andalkan Insting 'Pakar Jalanan'

Ogah Pake GPS, Driver Go-Jek Andalkan Insting ‘Pakar Jalanan’

-

Salah satu atribut wajib pengendara Go-Jek
Salah satu atribut wajib pengendara Go-Jek

Jakarta, Selular.ID – Aplikasi Go-Jek diklaim sebagai solusi cemerlang memesan layanan ojek langsung dari smartphone. Pelanggan hanya tinggal menunggu di tempat sesuai perjanjian pesanan, tanpa perlu menghampiri dan negoisasi harga dengan pengendara ojek. Tapi, apakah mekanisme Go-Jek segitu mudahnya?

Saat redaksi menjajal langsung aplikasi ini, ada sejumlah kekurangan Go-Jek yang mungkin harus segera diperbaiki demi meningkatkan user experience. Salah satunya adalah mengenai ketepatan estimasi kedatangan.

Pengendara ojek mengaku menggunakan naluri serta pengetahuan jalannya untuk menjemput dan mengantar pengguna. Tak ada penggunaan GPS atau aplikasi maps terdedikasi dari perusahaan. “Saya biasanya bertanya orang-orang di jalan. Kalau pakai GPS di jalanan, suka bingung,” pengakuan A. Saepulloh, driver Go-Jek asal Tanjung Priok saat ditumpangi Selular.ID (20/1/2015) ke daerah SCBD, Jakarta Selatan. Saepulloh berkeyakinan, dirinya hafal betul seluk-beluk jalanan besar ibukota dan jalan ‘tikus’.

“Saya tahu mana daerah macet dan jalan tembus alternatifnya. Karena sudah biasa di jalanan juga,” jelas anggota Go-Jek yang dahulunya bekas kurir di sebuah bank swasta tersebut.

Namun, tata letak gedung-gedung di Jakarta yang kebanyakan bersebelahan tapi tidak sesuai nomor, menjadi kendala utama para penjaja Go-Jek. Alhasil, mereka malah menghabiskan waktu sia-sia di jalan mencari alamat dan melalaikan menit perkiraan kedatangan (estimasi) yang dikelola oleh operator. Padahal, jarak jangkau driver dengan pengguna setidaknya berada dalam radius maksimal 5km. Berkat ketelatan ini, tim Selular.ID bahkan harus menunggu hampir selama satu jam.

Ketika masalah tersebut diutarakan kepada pihak Go-Jek, Nadiem Makarim, Chief Executive Go-Jek, berjanji bakal menindaklanjuti driver yang tidak mengikuti standar operating procedure (SOP) dari perusahaan, termasuk penggunaan sistem pemosisi global (GPS) dan pemakaian seragam (khususnya kaos dan jaket) hijau Go-Jek.

Perusahaan bakal memberikan punishment minimal berupa denda Rp25.000 dan terburuk berujung pada pemecatan. Pengguna pun sebenarnya bisa langsung mengadukan pelayanan melalui smartphone. Cara termudah menegur driver nakal, adalah langsung memberikan rating rendah di sub menu Completed My Bookings.

“Ribuan mitra Go-Jek kita sudah diedukasi tentang pemakaian teknologi di smartphone. Bila ada yang malas dan malah merugikan customer pasti kami tegor,” tegas Nadiem.

“Jika layanan tidak memuaskan, pengguna bisa laporkan ke kami atau juga cek nama driver dari aplikasi,” timpalnya.

Terlepas dari kasus ingkar waktu, aplikasi Go-Jek versi mobile yang baru diluncurkan juga masih menyimpan bug. Sebelum update ke versi terbaru saat ini, Selular.ID tidak bisa melihat driver yang berada di jarak terdekat. Padahal, pengguna seharusnya bisa memantau berapa driver yang berada di sekitar. Namun, masalah ini hanya mendera perangkat Android saja. Di iOS, fitur melihat driver sudah lebih dulu ada. Ke depannya, Go-Jek bakal memberikan update serupa ke aplikasi versi Android agar kenyamanan pelanggan lebih merata. (bda)

Latest