Thursday, October 22, 2020
Home News Jokowi Bentuk Badan Ekonomi Kreatif untuk Lindungi Bisnis Online

Jokowi Bentuk Badan Ekonomi Kreatif untuk Lindungi Bisnis Online

-

Presiden Jokowi saksisan Triawan tandatangani berita acara pelantikan Kepala BEK (Foto: Setkab RI)
Presiden Jokowi saksisan Triawan tandatangani berita acara pelantikan Kepala BEK (Foto: Setkab RI)

Jakarta, Selular.ID – Teka-teki seputar Kementerian Ekonomi Kreatif yang dihilangkan di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya terjawab. Senin (26/01/2015), mantan Gubernur DKI dan wali kota Solo tersebut resmi membentuk Badan Ekonomi Kreatif di Istana Negara. BEK merupakan lembaga setingkat kementerian yang berada langsung di bawah Presiden. Ayah kandung penyanyi Sherina, Triawan Munaf didapuk untuk mengepalai badan strategis tersebut dengan mendapatkan hak keuangan serta fasilitas lainnya setara dengan menteri.

Kepada Triawan, Presiden menandaskan bahwa Ekonomi kreatif harus dikembangkan sehingga menjadi besar dan menjadi penyeimbang yang cukup signifikan dalam menambah pendapatan negara. Menurut Triawan, seperti dilansir dari laman Setkab, Jokowi memandang perlu membentuk BEK mengingat banyaknya tantangan yang dihadapi, misalnya SDM, dan menyangkut perlindungan hak kekayaan intelektual melalui UU No 28 Tahun 2014. Selama ini ekonomi kreatif ataupun industri kreatif berjalan sendiri terutama melalui sektor UKM. BEK akan lebih banyak memusatkan kegiatannya pada inovasi-inovasi baru yang hasil pemanfaatan kreativitas, keterampilan serta bakat individu untuk menciptakan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan dengan menghasilkan dan mengeksploitasi daya kreasi dan daya cipta individu tersebut.

Secara khusus, Jokowi meminta kepada Triawan untuk menumbuh-kembangkan bisnis online yang dewasa ini makin menjamur dan menjadi alternatif sistem pemasaran di Indonesia. Juga meminta untuk melindungi bisnis online, termasuk dari pembajakan oleh dunia internasional. “Presiden melihat banyak sekali sub sektor UKM yang tidak diperhatikan. Beliau selalu memberi contoh bisnis online untuk dijaga, dilindungi agar bisa membesar di Indonesia sendiri, jangan buru-buru dibeli oleh pihak asing. Presiden meminta agar pengembang bisnis online untuk tidak menjual sehingga menjadi pemain-pemain kelas dunia,” kata Triawan Munaf usai dilantik menjadi Kepala BEK.

Sesuai Peraturan Presiden nomor 135/2014, sebelum Badan Ekonomi Kreatif terbentuk, fungsi ekonomi kreatif masih dijalankan oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Hal itu juga berlaku dengan anggaran ekonomi kreatif yang tahun 2015 masih dialokasikan melalui Kemenpar dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) 2015 yang mengalami peningkatan dari sebelumnya Rp360 miliar menjadi Rp1,5 triliun. Pemerintah menargetkan sumbangan sektor ekonomi kreatif terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dapat tumbuh 100% pada tahun ini. Saat ini sektor ekonomi kreatif tercatat hanya menyumbang sebesar 7% dari PDB. (bda)

Latest