Beranda Persona Andy Zain: Sahabat Startup Indonesia

Andy Zain: Sahabat Startup Indonesia

-

Andy Zain
Andy Zain

Nama Andy Zein sangat terkenal dikalangan pelaku industri teknologi internet, pengembang aplikasi dan startup. Selama 19 tahun, Andy berkutat dengan aktifitas sebagai enterpreneur, eksekutif, konsultan dan terlibat dalam pembentukan bisnis startup seperti mig33, Vuclip, Deezer, UC Browser, Payfone, The Mobile Gamers, mimopay dan juga kerjasama pegembangan pasar dengan beberapa brand global seperti Disney Mobile, Yahoo! Mobile, Cartoon Network, EA Games, dan Gameloft.

Pria berkacamata ini termasuk salah seorang yang getol membangun komunitas bagi para pelaku industri telekomunikasi Indonesia untuk berkumpul di ajang Mobile Monday (MoMo). Juga dikenal sebagai Director dari Jakarta Founder Institute, sebuah inkubator perusahaan perintis (start up) yang tersebar di berbagai negara termasuk Silicon Valley dan Jakarta. Andy juga menggagas inkubator startup IDEABOX yaitu sebuah startup accelerator yang didukung Indosat bekerja sama dengan Mountain Partners dan Founder Institute.

Andy Zain menjelaskan hadirnya inkubator ini memberikan kesempatan bagi para pendiri start up yang sudah memiliki perusahaan maupun yang masih berbentuk ide, untuk berkembang dan tumbuh sukses. Proses inkubasi berlangsung selama 4 bulan terdiri atas 4 tahap yang berbeda setiap bulan. “Bulan pertama akan membahas tentang ide (menemukan visi, melakukan riset, dan memilih nama proyek). Bulan ke-dua akan membahas tentang planning (membentuk perusahaan yang resmi secara hukum, menentukan bisnis model, juga sistem perekrutan karyawan). Bulan ketiga akan membahas tentang set-up (tentang produk, outsourcing, dan melobi partner). Bulan ke-empat akan membahas mengenai marketing, presentasi, dan proses pencarian dana,” ujarnya.

Tak hanya itu, Andy Zain juga menggagas lahirnya Kejora, yaitu inkubasi intensif di co-working space Kejora Jakarta selama empat bulan bagi “elite startup” yaitu startup yang digarap serius oleh para pendirinya. Andy Zain menyebutkan fasilitas ini terbuka untuk umum dengan setidaknya ada beberapa cara bagi sebuah startup bisa berlokasi di Kejora. Cara pertama adalah bergabung dengan Jakarta Founder Institute, kedua melalui Ideabox. Saat ini ada lima startup yang menjadi residen di Kejora, yaitu “Shoop”, “Dealoka”, “Ngomik”, “Unyu”, dan “CekAja”.

Ketika menjadi keynote speaker di acara konferensi Startup Asia Jakarta 2014 lalu, pria lulusan Monash University, Australia ini mengungkapkan potensi ekosistem teknologi di Indonesia itu seperti singa yang buas. Dia menjelaskan bahwa industri teknologi digital Indonesia sedang tumbuh subur, salah satunya startup e-commerce. Indonesia memiliki 80 juta pengguna internet dan 55 juta penduduk akan segera masuk ke dalam kalangan menengah di negara ini. Aktifitas e-commerce di Indonesia sedang bergairah di mana terjadi peningkatan jumlah transaksi jual beli online dalam kurun waktu 3 tahun terakhir, bahkan toko online Tokopedia berhasil mendapatkan pendanaan pendanaan terbesar sepanjang sejarah Indonesia dari Softbank dan Sequoia Capital.

[quote_center]Perkembangan startup dan industri teknologi Indonesia sedang tumbuh subur, namun yang menjadi perhatian adalah kesiapan ekosistem yang mendukung industri ini. Pengembangan Fintech (financial technology) merupakan dasar paling penting untuk mendorong pertumbuhan dan kemajuan startup. Untuk itu dibutuhkan kerjasama semua pihak termasuk pemerintah, bank, perusahaan, dan startup.[/quote_center]

Pertumbuhan startup dan layanan-layanannya bukan lagi menjadi persoalan, sebaliknya yang menjadi perhatian adalah ekosistem di belakangnya yang mendukung industri ini. Managing Director dari Mountain SEA Ventures ini juga menyoroti berbagai kendala yang harus segera diatasi termasuk diantaranya koneksi internet, logistik yang tidak memadai, penyempitan dalam hal sumber daya manusia, dan kesulitan dalam melakukan e-payment.

Indonesia juga berjuang dalam hal yang sangat mendasar seperti ketergantungan terhadap sistem kertas, kurangnya infrastruktur fisik, regulasi yang kuno, tingkat kepercayaan konsumen yang sangat rendah, dan perlindungan konsumen yang buruk. Andy menekankan pentingnya pengembangan Fintech (financial technology) merupakan dasar paling penting untuk mendorong pertumbuhan dan kemajuan startup, dan untuk itu dibutuhkan kerjasama semua pihak termasuk pemerintah, bank, perusahaan, dan startup.

Artikel Terbaru