spot_img
BerandaInsightMampukah AJS Bawa Telkom Masuk Fortune 500?

Mampukah AJS Bawa Telkom Masuk Fortune 500?

-

Alex SinagaUsai resmi menduduki kursi Direktur Utama Telkom, Alex J Sinaga berkomitmen untuk menjadikan perusahaan yang diimpinnya menjadi perusahaan yang bergengsi dan mampu berbicara di kancah internasional.

Seperti telah diberitakan di berbagai media massa, AJS, sapaan akrabnya telah men-set beberapa program yang akan digeber untuk mewujudkan cita-citanya itu. Target yang dipasangnya itu pun dinilai sebagian pihak cukup tinggi mengingat pasar telekomunikasi di Indonesia sudah jenuh.

Namun demikian AJS tetap optimis dirinya mampu membawa Telkom ke kancah internasional. “Telkom sejak lahir sudah dibuat untuk bangsa Indonesia. Telkom selalu berkomitmen memberi yang terbaik, jadi role model perusahaan yang baik. Tidak hanya di Indonesia tapi juga di kancah global,” ujar AJS usai dilantik menadi Dirut Telkom beberap waktu lalu.

Jika ditelisik lebih jauh, tidak banyak perusahaan Indonesia yang mampu unjuk gigi di kancah internasional. Pertamina mungkin jadi pengecualian. BUMN terbesar di Indonesia ini sejak tahun lalu sudah mencatatkan namanya masuk ke dalam Fortune Global 500 yang merupakan pemeringkatan tahunan yang dilakukan majalah Fortune, sebagai parameter keberhasilan korporasi yang diakui dunia. Untuk masuk dalam daftar pemeringkatan global, perusahaan disyaratkan telah mempublikasikan laporan keuangannya.

Keberhasilan Pertamina ini tentunya diharapkan dapat mendorong BUMN lain untuk terus meningkatkan kinerja lebih baik lagi, salah satunya adalah PT Telkom. Pasalnya, pada era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang lalu, BUMN telekomunikasi ini sesungguhnya memiliki tiga tugas yang langsung diinstruksikan oleh Presiden. Yakni harus masuk ke dalam jajaran Fortune 500, menjadi emiten dengan predikat blue chips, dan membangun infrastruktur broadband dari Sabang hingga Merauke.

Tugas tersebut kini otomatis menjadi pekerjaan rumah AJS mengingat Arief Yahya sebagai penerima emban saat itu belum menyelesaikan tugas tersebut karena dirinya sekarang sudah menerima amanat baru dengan menjadi Menteri Pariwista di kabinetnya Jokowi-JK.

Jika dilihat dari kinerja perusahaan, sepertinya menjadi sangat berat karena hingga kuartal ketiga 2014 ini Telkom hanya mampu membukukan keuntungan sebesar Rp 16,28 triliun atau naik tipis 3,56% dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp 15,725 triliun. Sedangkan pendapatan sebesar Rp 65,84 triliun atau tumbuh 7,17  persen dibandingkan periode sama 2013 sebesar Rp 61,4 triliun yang artinya pertumbuhan Telkom masih di bawah pertumbuhan industri sebesar 8 persen.

Usai dilantik, Alex pun mengakui bahwa tugas yang diemban jajaran direksi sekarang lebih berat. “Direksi yang baru punya tugas lebih berat dengan dinamika yang terjadi dan turbulensi tinggi. Jadi kami harus perbaiki yang kurang dan perkuat yang sudah kuat,” ungkapnya.

Mampukah AJS mengharumkan Indonesia dengan membawa perusahaan yang dipimpinnya masuk ke dalam jajaran Fortune 500? Hingga tulisan ini diturunkan, AJS belum menanggapinya.

spot_img
spot_img

Artikel Terbaru