spot_img
BerandaNewsCerita Sopir Taksi yang Bekerjasama dengan GrabTaxi

Cerita Sopir Taksi yang Bekerjasama dengan GrabTaxi

-

grabtaxiJakarta, Selular.ID – Layanan pesan taksi via aplikasi smartphone, GrabTaxi, sudah beroperasi di Jakarta sejak Juni yang lalu. Informasi yang diperoleh Selular dari GrabTaxi menyebutkan bahwa pengguna aplikasi ini di Indonesia mencapai 16 ribu dengan pengguna aktif harian sekitar 200-300. Sedangkan jumlah driver yang telah bekerjasama sebanyak 400 untuk mengcover area Jakarta. GrabTaxi tidak bekerjasama secara resmi dengan armada taksi, melainkan langsung dengan pengemudi. Saat mencoba layanan GrabTaxi, sopir taksi Gamya yang SELULAR tumpangi berbagi cerita menarik seputar pengalamannya bekerjasama dengan provider pesan taksi baru yang berasal dari Malaysia ini.

Setelah masuk ke dalam taksi, sopir yang bernama Yudi Susdiani menyapa dengan ramah. “Sudah pakai GrabTaxi ya mas, gimana kesannya?” ujarnya membuka percakapan. Dia bercerita kalau sudah tiga bulan ini bergabung dengan GrabTaxi dan mengaku cukup senang karena mendapat pengalaman baru dan tambahan pemasukan. “Perusahaan tempat saya bekerja tidak melarang bekerja sama dengan GrabTaxi karena pada dasarnya tidak merugikan, justru menguntungkan karena mendapat order,” ujar pria yang sudah tiga tahun bekerja di Gamya ini.

Selain order, keuntungan bergabung adalah mendapatkan komisi sebagai pemasukan tambahan, di luar honor yang diperoleh dari perusahaan tempatnya bekerja. Pria yang tinggal di Duren Tiga ini mengungkapkan, setiap ada yang pesan dan penumpang diantar sampai tujuan akan memperoleh komisi Rp 30 ribu. “Itu masa promo, saya masih belum tahu nantinya seperti apa,” ujarnya. Selain itu, setiap ada yang mendaftar aplikasi menggunakan kode driver yang dimilikinya, dia mendapat tambahan Rp 20 ribu. Jika pengguna tersebut pesan, akan mendapat Rp15 ribu meski bukan dia yang menyupiri. Kemudian untuk pemesanan kedua memperoleh Rp 5 ribu.

Tak hanya itu, jika driver mereferensikan sopir lain untuk mendaftar (member get member -red), akan mendapatkan komisi lagi. Besaran angka yang diperoleh ada dua ketentuan. Jika sopir belum memiliki smartphone Android, akan mendapat Rp80 ribu dan yang mendaftar memperoleh Rp 50 ribu. Sedangkan jika sopir telah memiliki smartphone Android, dia akan memperoleh Rp200 ribu dan pendaftar sebesar Rp100 ribu.

Baca juga :  Ini Upaya Kominfo Berantas Konten Negatif

Smartphone tersebut merupakan senjata utama untuk memperoleh order. GrabTaxi memasang aplikasi khusus di smartphone yang digunakan untuk menerima pesanan dan memantau jumlah komisi yang diperoleh. “Untuk driver yang masih belum punya smartphone, GrabTaxi ada program cicilan Rp 10 ribu per hari selama tiga bulan serta paket data selama tiga bulan. Setelah itu nanti ya ditanggung sendiri langganan datanya,” kata Yudi.

Baca juga :  Cuma Rp 500 Ribuan, Duo Smartwatch Baru Dizo Tahan Air

Sebelum beroperasi dengan layanan tersebut, dia ditraining oleh GrabTaxi agar bisa mengoperasikan aplikasi dan secara tidak langsung menjadi marketing yang menjelaskan cara kerja aplikasi ini ke penumpang. Dari pengamatannya, yang paling banyak memakai aplikasi ini adalah anak muda terutama karena mereka yang paling cepat tahu teknologi baru. Setelah nongkrong, mereka memilih pesan melalui GrabTaxi daripada antre di tempat pemesanan taksi karena lebih cepat.

Meski masih belum bisa dibandingkan dengan pesanan dari operator radio maupun yang ketemu di jalan, sudah mulai banyak yang order melalui GrabTaxi. “Sehari bisa dapat lima-tujuh orang saja sudah bagus. Lumayan, bulan kemarin saya bisa dapat Rp 2 juta,” ungkapnya. Meski demikian, dia tidak bisa menggantungkan sepenuhnya pada aplikasi ini. Karena ada target setoran yang harus dipenuhi, sehingga harus terus aktif mencari penumpang. GrabTaxi hanya salah satu channel untuk memperoleh penumpang. Walau tentu saja, jika semakin banyak yang pesan melalui aplikasi tersebut, berarti pendapatan tambahannya juga berlipat.

spot_img

Artikel Terbaru