26 February 2014 17:30
Bermodalkan tekad memasarkan ponsel pintar ke negara berkembang, mesin pencari browser terkemuka Mozilla Corporaction menggandeng manufaktur handset asal Cina, Spreadtrum Communications, untuk memproduksi smartphone super murah. Dalam balutan platform Firefox OS, smartphone tersebut dikabarkan bakal dijatuhi harga US$ 25 saja, atau kurang dari Rp300 ribu.

Meski smartphone-nya diakui tak akan secanggih produk serupa yang harganya jauh lebih mahal, namun perangkat itu diklaim mampu menjalankan aplikasi secara baik apalagi saat mengakses internet. Spesifikasi ponsel kreasi chipmaker Spreadtrum termasuk layar sentuh 3.5 inchi, chipset Cortex-A5 SC6821, jaringan WCDMA dan EDGE, WiFi, Bluetooth, kamera, dan FM Radio. Faktor utama harga bisa ditekan serendah mungkin yakni berkat penggunaan chipset miliknya.

Saat ini, prototipe ponsel Mozilla tersebut tengah dipamerkan dalam acara Mobile World Congress 2014 di Barcelona. Kelak bila dipasarkan, Mozilla membidik berbagai pasar negara berkembang, di mana ponsel-ponsel murah masih diminati untuk keperluan sekedar telepon atau SMS. Di Indonesia, Mozilla telah menunjuk operator besar Telkomsel dan Indosat untuk membantu penjualan smartphone harga miring tersebut. Selain Tanah Air, perusahaan juga menargetkan sejumlah negara lainnya, termasuk 12 negara di Asia, Amerika Latin, dan Afrika.

“Pengumuman hari ini menggarisbawahi pematangan cepat platform dan manfaat ekosistem berkembang. Produk baru, alat-alat, kategori, mitra, fitur, dan harga poin yang luar biasa menarik akan memperkuat momentum Firefox OS sepanjang 2014. IDC memperkirakan volume year-on-year Firefox OS akan tumbuh enam kali di kategori smartphone saja,” ujar John Jackson, VP of Mobility Research, IDC.

Pada acara MWC tahun lalu, Mozilla sudah mengumumkan kemitraan dengan 18 operator nirkabel, termasuk Deutsche Telekom AG (DTE), Sprint Corp (S) dan Telefonica SA (TEF), untuk mendukung pengembangan sistem operasi mobile terbuka oleh Mozilla pada berbagai smartphone murah. Tujuannya, mencoba untuk mengurangi ketergantungan mereka pada OS Android, yang tak elak makin mendominasi pasar smartphone. (Choi)

Sumber : http://www.prnewswire.com/