17 April 2013 11:00
Tragedi bom Boston masih menyisakan kepedihan. Dua bom meledak di arena maraton – dekat garis finis – di Boston, Senin (15/4/2013) waktu setempat. Akibatnya, tiga orang tewas dan melukai lebih dari seratus orang. Dibalik kekacauan, terselip sejumlah laporan yang mengatakan bahwa layanan ponsel disana telah diblokir oleh aparat hukum sebagai upaya meredam bila ada bom tambahan. Aksi tersebut menuai kecaman dari pengguna ponsel disana, yang ingin memberi kabar lewat perangkat genggam. Namun, rumor tersebut dibantah oleh sejumlah operator nirkabel.

Menurut para penyedia layanan komunikasi Sprint, AT&T dan Verizon, penggunaan ponsel yang begitu tinggi pasca pemboman mengakibatkan gangguan layanan. Mereka mengaku jaringannya mengalami trafik kepadatan layanan suara, sehingga kewalahan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang ingin menghubungi keluarganya tersebut

“Verizon Wireless belum diminta oleh instansi pemerintah untuk menutup layanan telekomunikasi, “kata seorang juru bicara Verizon Wireless. Namun, perusahaan telah menambahkan fasilitas layanan, berupa carrier, untuk bisa meningkatkan kapasitas jaringan suaranya. Sementara, operator Sprint dan AT&T juga telah meyakinkan publik bahwa gangguan pelanggan kemarin itu disebabkan oleh peningkatan panggilan, bukan karena perintah pemerintah untuk menutup jaringan komunikasi.

Jika masih mengalami kesulitan menghubungi seseorang yang sedang berada di Boston saat ini, Anda sebaiknya mencoba Google Person Finder. (Choiru Rizkia)

 

Sumber : www.ubergizmo.com