22 July 2013 11:00
NFC telah dipuji sebagai “the next big thing” untuk beberapa tahun mendatang. Tapi adopsinya berjalan lebih lambat daripada yang diantisipasi, karena orang perlu memperbarui ponsel mereka ke handset-mampu-NFC guna bisa memanfaatkan teknologinya. Startup asal Brasil Kinetics telah mengembangkan teknologi komunikasi baru yang disebut NearBytes yang memungkinkan transfer data antar ‘smartphone tua’ menggunakan suara. ‘Smartphone tua’ di sini meliputi semua handset Android dan smartphone iOS yang telah beredar saat ini.

Didapuk sebagai alternatif untuk Near Field Communication (NFC), NearBytes melihat perangkat transmisi yang mengenkripsi data dan mengirimkannya sebagai serangkaian celetuk yang terdengar mirip dengan suara jangkrik.

Perangkat penerima kemudian menangkap suara-suara dan menerjemahkan data. Karena bergantung pada mikrofon dan speaker perangkat, NearBytes tidak memerlukan hardware khusus. Satu-satunya persyaratan yang dibutuhkan adalah bahwa perangkat harus berada dalam jarak 10 cm (3,93 inci) satu sama lain.

Dengan kecepatan transfer data sekitar 100 kbps, NearBytes lebih cocok untuk bertukar data dalam jumlah kecil daripada untuk streaming video definisi tinggi dan sekitar empat kali lebih lambat dari tingkat transmisi maksimum NFC. Namun, Kinetics mengklaim teknologi telah berhasil diuji di tempat bising seperti stasiun kereta.

“Setiap aplikasi berdasarkan NFC akan memakan waktu beberapa tahun untuk menjadi mainstream. NearBytes membuat semua aplikasi yang sedang menunggu NFC, bisa tersedia sekarang, memberikan mereka headstart untuk beberapa tahun di pasar,” ujar CFO Kinetics Marcelo Ramos. Dia menambahkan teknologi itu sangat inklusif karena kompatibel dengan hampir setiap perangkat yang ada di luar sana, bahkan yang warisan.

SDK sudah disajikan pada bulan Mei dan program beta dengan beberapa model lisensi juga sudah tersedia untuk pengembang. Aplikasi e-wallets, loyalitas, dan jarak tempuh, contact sharing, sistem pembayaran mesin milik penjual, aplikasi sign-in dan turnstile adalah sebagian aplikasi yang dimungkinkan, yang disebutkan Marcelo.

NearBytes awalnya dikembangkan sebagai bagian dari trek R&D yang dibuka Marcelo ketika Kinetics hendak mengembangkan permainan album stiker. Mereka ingin memudahkan pengguna bertukar stiker, di situlah “letak kesenangannya” tutur Marcelo. Setelah melihat standar lainnya, seperti Bluetooth dan NFC, tim memutuskan untuk mengembangkan sendiri dan lahirlah NearBytes. Ironisnya, permainan album stiker tidak pernah muncul ke permukaan.

Kinetics sekarang sedang mengumpulkan dana untuk mengadakan roadshow untuk mempromosikan teknologi ini. (Nis)

 

Sumber : http://www.gizmag.com (17/7/2013)