Thursday, April 25, 2019
Home News Google Yakin Fragmentasi di Android Saat Ini Sudah Berkurang

Google Yakin Fragmentasi di Android Saat Ini Sudah Berkurang

-

19 August 2014 11:30
Fragmentasi Android (keberagaman jenis OS Android) kemungkinan bisa menjadi hal mengkhawatirkan bagi para pengembang dan orang yang fanatik terhadap sistem operasi. Bagi Anda yang masih asing dengan istilah ini, secara garis besar fragmentasi adalah situasi saat sebuah rilisan software terbaru hanya bisa dinikmati oleh segelintir perangkat saja, sementara perangkat lain hanya bisa menikmati software versi lama.
Kebanyakan konsumen memang tidak terlalu mempermasalahkan sistem operasi yang mereka gunakan. Tapi, kebanyakan pengembang menganggap hal ini merupakan masalah. Sebab, jika mereka ingin menjual aplikasi untuk pasar Android yang lebih luas, mereka harus mengembangkan tiga versi OS yang berbeda (Gingerbread, Ice Cream Sandwich, dan Jelly Bean). Ketiga sistem operasi itu kini lebih banyak digunakan konsumen.
Terhitung sejak tahun 2012, Google mencoba untuk menghentikan atau setidaknya mengurangi fragmentasi di sistem operasi Android. Satu langkah pertama untuk mewujudkan ini adalah dengan mewajibkan pengembang dan vendor untuk menggunakan antarmuka default Holo pada perangkat Android. Holo adalah antarmuka atau tema dari Google yang harus diimplementasikan ke dalam perangkat Android untuk mempermudah pengembang dan vendor mengintegrasikan widget, tombol aplikasi, dan menu di layar.
Dilanjutkan melalui versi terbaru KitKat, Google terus berusaha mengurangi fragmentasi Android sehingga OS tersebut bisa diterapkan untuk lebih banyak perangkat elektronik, termasuk smartphone dari kelas low-end sekalipun.
Saat ini, Google mengklaim, tak ada yang namanya fragmentasi di ekosistem Android, karena yang ada hanyalah perbedaan atau diferensiasi pada setiap perangkat Android. Menurut Kepala Eksekutif Google Eric Schmidt, “Diferensiasi tidak sama dengan fragmentasi”. Dengan adanya diferensiasi, pengguna Android punya kesempatan memilih perangkat yang ada di pasaran.
Google akan tetap memberi kebebasan kepada para vendor untuk membuat antarmuka yang dikostumisasi. Karena, Google meyakini bahwa Android adalah tentang pilihan. Jika Anda tidak suka dengan pilihan layar, spesifikasi, ataupun fitur pendukung pada satu perangkat, maka tinggal mencari perangkat dari vendor lain yang cocok dengan kebutuhan dan selera. (Choi)

 

Sumber : http://gigaom.com/

Subscribe to Selular Newsletter

Dapatkan berita menarik seputar harga smartphone terbaru dan informasi telekomunikasi Indonesia.

Latest