Selular.ID – Sistem operasi Android dilaporkan menghadapi celah keamanan baru berupa kerentanan “SMS of Death” yang mampu melumpuhkan atau membuat ponsel mogok total tanpa memerlukan interaksi apa pun dari pengguna.
Kerentanan ini ditemukan oleh seorang peneliti keamanan siber bernama Mark Blaszczyk pada sistem pengelolaan pesan khusus di dalam sistem operasi seluler besutan Google tersebut.
Berdasarkan temuan yang dipublikasikan pada Oktober 2026, celah ini memengaruhi perangkat yang menjalankan sistem operasi Android 12 hingga versi yang lebih baru.
Termasuk laporan pengujian yang berhasil mendera ponsel pintar dari merek Google Pixel dan Samsung Galaxy.
Serangan ini bekerja dengan memanfaatkan pesan WAP Push SMS yang dirancang secara khusus untuk memicu kesalahan sistem di latar belakang tanpa memunculkan notifikasi atau pesan masuk di kotak masuk pengguna.
Dalam mekanisme kerentanannya, Android mencoba memproses pesan terformat khusus tersebut secara otomatis, yang kemudian menyebabkan kegagalan sistem pada layanan inti pengelola panggilan telepon.
Sebuah pesan tunggal dapat mengganggu panggilan aktif serta memutus layanan seluler untuk sementara waktu.
Sementara serangan berulang menggunakan sekitar dua puluh pesan dapat memicu siklus pemalangan ulang atau mengunci perangkat dalam kondisi boot loop yang membuat ponsel sulit digunakan.
Google merespons temuan kerentanan ini dengan meluncurkan perbaikan keamanan melalui pembaruan sistem edisi Oktober untuk perangkat yang menjalankan Android 14 dan versi yang lebih baru.
Sistem operasi yang telah diperbarui kini mampu mendeteksi pesan bermasalah tersebut dan menghapusnya secara otomatis alih-alih mencoba memprosesnya kembali.
Kendati demikian, distribusi pembaruan sangat bergantung pada masing-masing pabrikan perangkat keras untuk merilis tambalan bagi model ponsel mereka.
Baca Juga:Tren Dukungan Software Jangka Panjang Tampil di Berbagai Merek Hp Android
Sementara perangkat lama yang tidak lagi mendapatkan dukungan pembaruan sistem berisiko tetap rentan terhadap eksploitasi serupa.


