Selular.ID – Transsion Holdings, perusahaan teknologi asal China yang menaungi merek smartphone TECNO dan Infinix, kembali mengincar pendanaan jumbo.
Perusahaan yang dikenal sebagai “Raja HP Afrika” ini berencana meraup hingga HK$3,36 miliar atau sekitar Rp7,66 triliun melalui penawaran saham di bursa Hong Kong.
Dalam pengajuan kepada bursa saham Hong Kong, Transsion menawarkan sekitar 86,6 juta saham dengan harga maksimum HK$38,80 per saham.
Jika seluruh saham terserap pada harga maksimum, Transsion berpotensi memperoleh dana sekitar US$428 juta atau Rp7,66 triliun. Perdagangan saham tersebut diperkirakan dimulai pada 15 Oktober.
Saham Transsion Tertekan
Langkah Transsion menggalang dana terjadi ketika saham perusahaan yang tercatat di Shanghai menghadapi tekanan. Sepanjang tahun ini, saham Transsion telah terkoreksi sekitar 19%.
Untuk mendukung penawaran, sejumlah investor inti telah menyatakan komitmen membeli sekitar 37% dari penawaran dasar pada skenario harga maksimum.
Investor tersebut antara lain GIC Pte, E Fund Management, Millennium Capital, Golden Link Worldwide, serta divisi investasi produsen chip Shenzhen Longsys Electronics.
Namun, aksi korporasi ini juga menjadi ujian bagi minat investor terhadap perusahaan teknologi di luar sektor infrastruktur AI yang sedang mengalami ledakan investasi.
Baca juga:
- Revolusi AI Erajaya Siap Mengubah Peta Persaingan Bisnis Nasional
- Harga HP Tecno, Infinix, Itel Oktober 2026, Mulai Rp999 Ribu
Transsion Siapkan Senjata Baru Berbasis AI
Dana hasil penawaran saham akan digunakan Transsion untuk mempercepat pengembangan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI).
Fokusnya mencakup pengembangan AI assistant dan AI agent, sekaligus memperkuat diferensiasi produk smartphone.
Strategi tersebut menunjukkan bahwa Transsion tidak ingin hanya mengandalkan keunggulan harga dan distribusi di pasar negara berkembang.
AI diproyeksikan menjadi salah satu senjata baru untuk meningkatkan daya saing produk TECNO dan Infinix.
Kuasai Lebih dari Separuh Pasar HP Afrika
Transsion memiliki posisi sangat kuat di Afrika. Berdasarkan volume penjualan, perusahaan disebut menguasai sekitar 53% pasar smartphone Afrika.
Dominasi tersebut membuat Transsion mendapat julukan “Raja Afrika”.
Selain Afrika, perusahaan yang berbasis di Shenzhen ini juga agresif menggarap berbagai pasar negara berkembang.
Merek TECNO dan Infinix menjadi dua senjata utama Transsion untuk menghadapi pemain seperti Samsung, Xiaomi, OPPO, vivo hingga Apple.
Meski demikian, Transsion menghadapi tantangan berupa kenaikan harga komponen memori yang berpotensi menekan margin keuntungan.
Infinix dan TECNO Bakal Makin Canggih?
Dengan dana hingga Rp7,6 triliun yang dibidik dari pasar Hong Kong, Transsion memiliki ruang lebih besar untuk meningkatkan investasi teknologi.
Pengembangan AI assistant dan AI agent berpotensi membawa fitur kecerdasan buatan yang lebih dalam ke smartphone Infinix dan TECNO, terutama di pasar negara berkembang yang selama ini menjadi basis kekuatan Transsion.
Jika strategi ini berhasil, Transsion bukan hanya mempertahankan status sebagai raja smartphone Afrika, tetapi juga berpeluang memperkuat posisinya dalam persaingan HP AI global.


