Selular.ID -

Revolusi AI Erajaya Siap Mengubah Peta Persaingan Bisnis Nasional

BACA JUGA

Selular.ID – PT Erajaya Swasembada Tbk (Erajaya Group) secara agresif mengadopsi teknologi kecerdasan buatan (AI) di seluruh lini bisnis guna meningkatkan efisiensi operasional dan produktivitas perusahaan.

Langkah strategis ini diambil sebagai respons atas perubahan lanskap teknologi global yang kian bergerak cepat ke arah otomatisasi dan analisis data besar.

Hasan Aula, Deputy CEO Erajaya Group mengungkapkan bahwa integrasi AI menjadi fokus utama strategi ekspansi perusahaan.

“Penerapan AI dilakukan secara menyeluruh di berbagai departemen internal, mulai dari pemrosesan sumber daya manusia hingga operasional kanal e-commerce,”ujar Hasan dalam perayaan 30 tahun, baru-baru ini di Jakarta.

Menurut Hasan, pertumbuhan skala bisnis yang masif menuntut perseroan untuk bergerak lebih cepat tanpa mengorbankan kualitas layanan.

Kehadiran AI membantu manajemen menyaring dan memproses ribuan lamaran kerja setiap bulan secara presisi di divisi Human Capital, seperti pada Niman Capital.

Tonton juga:
Video Rekomendasi Untuk Anda

“Sistem kecerdasan buatan tersebut dikustomisasi sesuai dengan kriteria serta profil kandidat yang dibutuhkan oleh masing-masing unit bisnis, mulai dari sektor elektronik hingga makanan dan minuman (food and beverage),”kata Hasan lagi.

Di sektor perdagangan elektronik (e-commerce), Erajaya memanfaatkan kecerdasan buatan untuk mempercepat proses pembuatan konten pemasaran serta penyusunan program promosi.

Efisiensi berbasis teknologi ini ditujukan untuk memberikan nilai tambah (value) bagi para pemangku kepentingan dan konsumen di seluruh Indonesia.

Selain percepatan proses kerja, Erajaya Group memandang pengembangan sumber daya manusia sebagai pilar utama transformasi digital perusahaan.

Hasan menegaskan bahwa manusia tetap menjadi aset paling berharga dalam menjaga daya saing bisnis selama tiga dekade terakhir.

Guna memperkuat kapabilitas talenta internal, perusahaan membangun fasilitas pelatihan khusus bernama Corporate University (Corpu).

Pusat pelatihan ini dilengkapi dengan berbagai modul pembelajaran terpadu, termasuk hasil kolaborasi bersama sejumlah mitra pemegang merek (principal) global.

Sistem pelatihan terpusat berbasis digital memungkinkan Erajaya menjangkau seluruh karyawan yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Melalui program internal ini, tenaga kerja di daerah dapat dengan cepat beradaptasi terhadap dinamika serta perkembangan teknologi ritel terbaru.

Sementara itu, Jimmy Parenginan, Group Chief of HC, GA, Litigation & CSR Erajaya Group, menjelaskan bahwa dampak disrupsi AI di divisi Human Capital tidak hanya terbatas pada proses rekrutmen.

Perusahaan telah mengembangkan aplikasi mandiri berbasis AI untuk memangkas jalur birokrasi dan fungsi administratif yang bersifat rutin.

Aplikasi tersebut memungkinkan karyawan mengakses informasi kebijakan perusahaan (policy) secara mandiri dan real-time.

Kehadiran platform ini secara otomatis mengurangi beban kerja administratif staf HC, sehingga fokus kerja dapat dialihkan ke area yang lebih strategis.

Dalam hal pengembangan kompetensi, Erajaya Group menyusun kurikulum khusus AI yang diintegrasikan ke dalam platform pembelajaran digital internal perusahaan, I-Leap.

Kurikulum ini dirancang secara berjenjang untuk semua tingkatan jabatan karyawan, mulai dari pengenalan dasar-dasar kecerdasan buatan hingga eksekusi proyek berbasis teknologi.

Sebagai wadah inkubasi gagasan, Erajaya menghadirkan fasilitas Innohub. Melalui platform ini, karyawan dari berbagai divisi dapat mengajukan ide serta proyek inovasi AI yang kemudian diuji dan dilombakan dalam ajang tahunan Erajaya Achievement Award.

Penguatan infrastruktur digital yang berpadu dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi fondasi Erajaya Group dalam mempertahankan kepemimpinan pasar ritel di Indonesia.

Baca Juga:Erajaya Digital Boyong Loops Cable Flexo Janjikan Keamanan Transfer Daya Harian

“Langkah transformasi yang terstruktur ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan di tengah era disrupsi teknologi,’tutur Jimmy.

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU