Selular.ID – Pengiriman smartphone di India turun 26% secara tahunan menjadi 35,8 juta unit pada kuartal III 2026, periode Juli hingga September.
Berdasarkan laporan firma riset Omdia yang dirilis 19 Oktober 2026, angka tersebut menjadi volume pengiriman kuartal III terendah sejak 2016, meski periode belanja menjelang musim festival di India telah dimulai.
Kenaikan harga ponsel dan sikap konsumen yang lebih berhati-hati menjadi faktor yang menekan permintaan penggantian perangkat.
Penurunan ini juga memengaruhi strategi distribusi produsen.
Sejumlah vendor mengambil pendekatan lebih konservatif dalam mengelola persediaan karena permintaan belum cukup kuat untuk mendukung pengiriman dalam volume besar.
Pelemahan kanal penjualan daring turut menekan pasar, sementara perayaan Diwali yang jatuh lebih lambat menggeser sebagian persiapan stok untuk penjualan festival dari September ke Oktober.
Di tengah kontraksi pasar, Samsung kembali menempati posisi teratas sebagai vendor smartphone di India untuk pertama kalinya sejak kuartal I 2024.
Perusahaan asal Korea Selatan tersebut mengirimkan 6,7 juta unit pada kuartal III 2026, diikuti vivo dengan 6,4 juta unit.
Data Omdia memperlihatkan bahwa penurunan pasar tidak berdampak sama terhadap seluruh produsen.
Samsung Pimpin Pasar, Vivo dan Xiaomi Tertekan
Samsung meraih sekitar 19% pangsa pasar India pada kuartal III 2026.
Pengiriman perangkatnya ditopang model Galaxy A07, Galaxy A17, dan Galaxy A27, serta lini premium yang mencakup Galaxy S26, perangkat lipat Galaxy Z terbaru, dan Galaxy S26 FE.
Strategi promosi seperti cashback bank, program tukar tambah, dan skema cicilan juga mendukung penawaran perangkat di sejumlah segmen harga.
Vivo berada di posisi kedua dengan pengiriman 6,4 juta unit, turun 34% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Menurut Omdia, penyesuaian harga yang berulang mengganggu perencanaan stok di jalur distribusi, sementara keterbatasan pasokan perangkat kelas pemula turut memengaruhi daya saingnya.
Seri Y11 5G dan Y21 5G menjadi sejumlah model yang menopang pengiriman vivo selama periode tersebut.
Di posisi ketiga, OPPO mengirimkan 4,9 juta unit, turun 24% secara tahunan.
Kenaikan harga dan sikap retailer yang lebih berhati-hati dalam menyimpan stok menekan volume seri A yang menjadi bagian penting dari portofolionya.
Sementara itu, seri Reno16 mendukung upaya OPPO memperkuat penawaran di segmen yang lebih tinggi.

Xiaomi menempati peringkat keempat dengan pengiriman 4,7 juta unit, merosot 28% dibandingkan kuartal III 2025.
Kenaikan biaya komponen melemahkan daya saing harga yang selama ini menjadi salah satu faktor penting dalam persaingan produk Xiaomi.
Redmi 15A dan Redmi A7 menopang pengiriman, sementara seri Redmi Note 17 dan sejumlah model POCO berkontribusi pada portofolio kelas lebih tinggi.
Apple melengkapi lima besar dengan pengiriman 3,9 juta unit. Perusahaan mempertahankan kehadirannya di antara vendor teratas meski pasar secara keseluruhan melemah.
Menurut laporan Omdia, persediaan di kanal distribusi menjelang perkiraan kenaikan harga, permintaan terhadap iPhone 17 dan iPhone 16, serta peluncuran iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max pada akhir kuartal turut mendukung kinerjanya.
Harga Ponsel dan Waktu Diwali Pengaruhi Pengiriman
Omdia mengaitkan pelemahan pasar dengan kombinasi kenaikan harga smartphone dan konsumen yang semakin berhati-hati dalam membelanjakan uang.
Kondisi tersebut mengurangi dorongan untuk mengganti perangkat, terutama ketika ponsel yang digunakan masih dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Faktor waktu juga memengaruhi angka pengiriman kuartalan. Diwali merupakan salah satu periode belanja penting di India, sehingga produsen dan distributor biasanya menyiapkan stok sebelum permintaan meningkat.
Pada 2026, waktu perayaan yang lebih lambat menggeser sebagian penambahan persediaan untuk kanal ritel luring dari September ke Oktober.
Akibatnya, sebagian pengiriman yang biasanya masuk dalam perhitungan kuartal III berpindah ke kuartal berikutnya.
Meski demikian, pergeseran waktu tersebut bukan satu-satunya penyebab penurunan. Harga yang lebih tinggi dan melemahnya permintaan penggantian perangkat tetap menjadi tekanan utama.
Bagi produsen, kondisi ini mendorong pengelolaan stok yang lebih selektif agar pasokan tidak melampaui permintaan aktual.
Dampak lainnya terlihat pada posisi gabungan merek smartphone asal China. Pangsa pasar mereka turun menjadi sekitar 68% pada kuartal III 2026, dari 75% pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Omdia menilai pelemahan kanal daring memberikan tekanan yang tidak merata terhadap merek-merek tersebut, sementara Samsung dan Apple memperkuat posisi melalui portofolio produk, jaringan distribusi, serta program pembelian dan peningkatan perangkat.
Omdia Perkirakan Pasar Masih Tertekan pada 2027
Omdia memperkirakan pengiriman smartphone India masih akan mengalami penurunan dalam kisaran satu digit rendah pada 2027.
Tekanan harga diperkirakan berlanjut setidaknya pada paruh pertama tahun tersebut, seiring konsumen menghadapi biaya perangkat yang lebih tinggi dan memperpanjang masa penggunaan ponsel sebelum membeli pengganti.
Sanyam Chaurasia, Principal Analyst Omdia, menilai produsen perlu menghadirkan pengalaman perangkat yang lebih bermakna untuk mendorong konsumen melakukan peningkatan.
Fitur berbasis AI menjadi salah satu peluang yang dapat dikembangkan, terutama jika mampu memberikan manfaat nyata melampaui fungsi bantuan dasar.
Riset Omdia juga menunjukkan hampir empat dari sepuluh responden di India menyatakan fitur AI yang berguna dapat membuat mereka bersedia membayar lebih untuk smartphone.
Di samping inovasi produk, program tukar tambah, pembiayaan, dan kemitraan distribusi akan tetap menjadi bagian dari strategi untuk mendorong pembelian.
Bagi pasar India, perkembangan kuartal berikutnya akan memperlihatkan sejauh mana permintaan festival dapat pulih setelah sebagian persediaan bergeser ke Oktober, sekaligus bagaimana produsen menyesuaikan harga dan penawaran di tengah konsumen yang semakin selektif.


