Selular.ID – Apple ternyata masih sangat bergantung pada China untuk memproduksi smartphone terbarunya.
iPhone Duo, ponsel lipat pertama Apple, disebut hanya diproduksi di Negeri Tirai Bambu karena membutuhkan kemampuan manufaktur tingkat tinggi yang sulit ditandingi negara lain.
Ketua Eksekutif Apple, Tim Cook, mengakui kemampuan industri manufaktur dan ekosistem pengembang aplikasi China menjadi faktor penting dalam pengembangan iPhone Duo.
Pernyataan tersebut disampaikan Cook dalam wawancara eksklusif dengan China Daily di Beijing, sebagaimana dikutip pada Minggu (18/10/2026).
Menurut Cook, kompleksitas produksi iPhone Duo jauh melampaui perangkat Apple sebelumnya sehingga membutuhkan dukungan pemasok dengan kemampuan teknologi dan presisi tinggi.
Tim Cook Akui Keunggulan Industri China
Cook menjelaskan bahwa Apple tidak hanya mengandalkan China sebagai basis produksi, tetapi juga melibatkan pengembang aplikasi lokal untuk mengoptimalkan pengalaman penggunaan iPhone Duo.
Kerja sama tersebut dilakukan melalui pusat pengembangan Apple di Shanghai.
“Kami bekerja sama dengan sejumlah pengembang dan mengoptimalkan beberapa hal di pusat pengembangan kami di Shanghai. Aplikasi sangat penting bagi kami, dan kami bekerja sama secara langsung,” ujar Cook.
Ia juga memberikan apresiasi terhadap kemampuan inovasi pengembang aplikasi China.
“Pasar ponsel lipat China tidak tertandingi,” kata Cook.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Apple memandang China bukan sekadar pusat perakitan perangkat, melainkan juga sebagai pasar dan ekosistem teknologi penting bagi pengembangan smartphone lipat.
Baca juga:
Produksi iPhone Duo Lebih Rumit dari iPhone Biasa
iPhone Duo menjadi tantangan manufaktur baru bagi Apple karena mengusung desain layar lipat yang membutuhkan tingkat ketelitian tinggi.
Perangkat semacam ini memerlukan integrasi komponen yang kompleks, terutama pada mekanisme lipatan, layar fleksibel, dan struktur perangkat.
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Apple bekerja sama secara intensif dengan jaringan pemasoknya.
Peneliti Akademi Perdagangan Internasional dan Kerja Sama Ekonomi China, Bai Ming, menilai pengalaman panjang industri elektronik China menjadi keunggulan kompetitif yang sulit disaingi.
“Pengalaman China selama puluhan tahun dalam manufaktur elektronik, ditambah pengembangan teknologi produksi maju dan cerdas, menjadikannya satu-satunya negara yang mampu membuat produk rumit seperti iPhone Duo,” kata Bai.
Meski demikian, pernyataan bahwa hanya China yang mampu memproduksi perangkat tersebut merupakan penilaian Bai, bukan bukti bahwa negara lain secara teknis tidak memiliki kemampuan serupa.
Baca juga:
Apple Intelligence Gunakan AI Alibaba Qwen di China
Selain membahas iPhone Duo, Cook juga menyoroti pesatnya perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di China.
Dalam forum di Shanghai pada Jumat, Cook mengatakan teknologi AI telah memberikan pengaruh besar terhadap rantai pasok Apple.
Ia juga mengungkapkan bahwa Apple Intelligence yang menggunakan model bahasa besar Qwen milik Alibaba telah memperoleh persetujuan untuk pasar China.
Versi uji coba layanan AI tersebut dijadwalkan meluncur pada akhir Oktober 2026.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya Apple memperkuat layanan berbasis AI dengan menyesuaikan kebutuhan dan ekosistem teknologi setempat.
Kolaborasi dengan Alibaba juga memperlihatkan pentingnya kemitraan lokal dalam pengembangan layanan AI Apple di China.
Apple Tegaskan Komitmen Bisnis di China
Di tengah dinamika hubungan perdagangan Amerika Serikat dan China, Cook menegaskan komitmen Apple untuk terus memperluas bisnisnya di negara tersebut.
Dalam kunjungannya ke Beijing, Cook bertemu Menteri Perdagangan China, Wang Wentao, pada Kamis untuk membahas hubungan ekonomi dan perdagangan kedua negara.
Cook juga mengunjungi perusahaan layanan streaming video iQiyi yang telah menjalin kerja sama dengan Apple sejak 2010.
CEO iQiyi, Gong Yu, mengatakan inovasi perangkat keras dan penerapan AI membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara kedua perusahaan.
Sementara itu, survei Kamar Dagang Amerika di China Selatan menunjukkan 75% perusahaan responden berencana melakukan investasi kembali di China sepanjang 2026.
Perusahaan anggota organisasi tersebut juga diperkirakan menginvestasikan kembali keuntungan bisnis senilai US$13,79 miliar dalam tiga hingga lima tahun mendatang.
iPhone Duo Perlihatkan Ketergantungan Apple pada China
Keputusan memproduksi iPhone Duo hanya di China memperlihatkan bahwa negara tersebut masih memiliki posisi strategis dalam rantai pasok produk premium Apple.
Meskipun Apple telah mengembangkan aktivitas manufaktur di sejumlah negara lain, produksi perangkat dengan teknologi baru dan tingkat kompleksitas tinggi masih membutuhkan dukungan ekosistem pemasok yang matang.
Bagi industri smartphone global, kehadiran iPhone Duo sekaligus menegaskan pentingnya kemampuan manufaktur, penguasaan teknologi, dan ekosistem pengembang aplikasi dalam persaingan perangkat lipat.
Dengan iPhone Duo, Apple tidak hanya memasuki persaingan smartphone lipat, tetapi juga menunjukkan bahwa China masih memegang peranan penting dalam pengembangan produk teknologi paling kompleks milik perusahaan asal Amerika Serikat tersebut.


