Selular.ID – iPhone Duo, smartphone lipat pertama Apple, langsung diserbu konsumen saat periode pre-order dibuka pada Jumat (16/10/2026).
Tingginya permintaan membuat estimasi pengiriman perangkat tersebut mundur hingga akhir Januari 2027, hanya dalam hitungan menit setelah pemesanan dimulai.
Apple mengakui antusiasme konsumen terhadap iPhone Duo jauh melampaui ekspektasi awal.
Perusahaan bahkan harus menghadapi antrean pemesanan yang membuat waktu tunggu pengiriman semakin panjang.
Baca juga:
- Digimap Plaza Senayan Hadir dengan Konsep Baru, Rayakan iPhone 18 Pro
- Telkomsel Bundling iPhone 18 Pro Max Beri Diskon sampai Rp1 Juta
Kondisi tersebut terjadi pada seluruh varian iPhone Duo, baik pilihan warna maupun kapasitas penyimpanan mulai dari 256 GB hingga 2 TB.
Berbeda dengan peluncuran iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max pada September lalu, konsumen yang ingin mendapatkan iPhone Duo harus menghadapi persaingan pemesanan yang jauh lebih ketat.
Apple Akui Permintaan iPhone Duo Luar Biasa
Apple menyampaikan bahwa tingginya minat konsumen terhadap iPhone Duo menjadi salah satu respons terbesar terhadap peluncuran produk barunya.
“Permintaan pre-order untuk iPhone Duo, iPhone lipat pertama kami, benar-benar luar biasa. Kami bekerja keras agar produk revolusioner baru ini dapat segera sampai ke tangan pelanggan, dan kami akan terus menerima pesanan secara online,” ungkap Apple dalam pernyataan resminya.
Perusahaan juga menyatakan bahwa pelanggan dapat mencoba langsung iPhone Duo melalui jaringan Apple Store di berbagai negara.
Meski demikian, Apple belum memberikan kepastian mengenai ketersediaan stok untuk pembelian langsung ketika perangkat mulai dipasarkan pada 23 Oktober 2026.
Artinya, konsumen yang gagal mendapatkan alokasi pre-order belum tentu dapat langsung membeli perangkat tersebut pada hari pertama penjualan.
Pengiriman iPhone Duo Mundur Tiga Bulan
Berdasarkan laporan Bloomberg, pelanggan yang mengakses toko online Apple pada Jumat pagi langsung menemukan estimasi pengiriman yang mundur hingga November.
Namun, dalam beberapa menit, jadwal pengiriman terus bergeser ke Desember dan akhirnya mencapai akhir Januari 2027.
Penundaan tersebut berlaku untuk seluruh konfigurasi penyimpanan, termasuk varian tertinggi berkapasitas 2 TB.
Situasi ini menunjukkan bahwa permintaan awal iPhone Duo melampaui ketersediaan perangkat yang dialokasikan untuk pemesanan online.
Meski demikian, panjangnya waktu tunggu belum dapat dijadikan ukuran pasti jumlah unit yang telah terjual karena Apple tidak mengungkapkan volume pre-order maupun kapasitas stok awal.
Penjualan iPhone Duo Diprediksi Tembus Rp448 Triliun
Tingginya permintaan iPhone Duo turut menarik perhatian analis pasar.
Analis Bloomberg Intelligence, Anurag Rana dan Josh Christensen, memperkirakan penjualan smartphone lipat Apple tersebut berpotensi melampaui proyeksi awal mereka.
Sebelumnya, keduanya memperkirakan iPhone Duo dapat terjual sebanyak 14 juta unit dengan nilai penjualan mencapai US$28 miliar pada tahun fiskal 2027 Apple.
Nilai tersebut setara sekitar Rp448 triliun dengan asumsi kurs Rp16.000 per dolar AS.
Potensi tersebut semakin besar apabila Apple berhasil mendorong pengguna iPhone Pro dan Pro Max untuk beralih ke perangkat lipat.
Menurut analis, perpindahan pengguna dari iPhone Pro ke iPhone Duo dapat meningkatkan harga jual rata-rata perangkat sebesar 82%.
Sementara itu, migrasi pengguna iPhone Pro Max ke iPhone Duo berpotensi meningkatkan harga jual rata-rata sebesar 67%.
Angka tersebut menunjukkan peluang Apple meningkatkan pendapatan melalui penjualan perangkat premium dengan harga lebih tinggi.
iPhone Duo Jadi Ujian Besar CEO Baru Apple
Peluncuran iPhone Duo juga menjadi momentum penting bagi John Ternus yang mulai menjabat sebagai Chief Executive Officer (CEO) Apple pada September 2026.
Smartphone lipat tersebut menjadi salah satu produk besar pertama yang diperkenalkan di bawah kepemimpinannya.
Selain iPhone Duo, Apple juga memperkenalkan sejumlah perangkat baru, termasuk hub rumah pintar HomeView dan AirPods 5.
Apple juga dikabarkan tengah mempersiapkan peluncuran MacBook Pro dengan layar sentuh pada akhir Oktober.
Respons positif terhadap iPhone Duo menjadi sinyal awal bahwa Apple memiliki peluang memperluas pasar smartphone premium melalui kategori perangkat lipat.
Antusiasme konsumen turut diikuti penguatan saham Apple yang ditutup naik 0,43% menjadi US$343,46 pada perdagangan Jumat.
iPhone Lipat Apple Bisa Ubah Persaingan Pasar
Kehadiran iPhone Duo menandai langkah Apple memasuki pasar smartphone lipat yang selama ini telah diramaikan sejumlah produsen Android.
Tingginya permintaan awal memperlihatkan adanya minat besar terhadap perangkat lipat dengan ekosistem Apple.
Namun, tantangan berikutnya adalah kemampuan perusahaan memenuhi pesanan, menjaga ketersediaan stok, dan memastikan pengiriman tidak mengalami penundaan lebih panjang.
Bagi pasar smartphone global, kesuksesan iPhone Duo berpotensi memperketat persaingan perangkat lipat premium sekaligus meningkatkan kontribusi produk berharga tinggi terhadap pendapatan Apple.
Dengan estimasi pengiriman yang sudah mundur hingga Januari 2027, iPhone Duo menunjukkan antusiasme awal yang sangat kuat.
Namun, keberhasilan komersial sesungguhnya baru dapat dinilai setelah Apple mengungkapkan realisasi penjualan dan kemampuan memenuhi permintaan konsumen.


