Terbaru, Biznet memperkenalkan AI-Ready Data Center di Bali pada September 2026.
Sementara Indosat melalui Zankore menyiapkan pengembangan infrastruktur AI dengan target kapasitas mencapai 1 gigawatt (GW) dalam tiga tahun.
Tidak hanya perusahaan lokal, raksasa teknologi global NVIDIA juga dikabarkan berencana mengembangkan fasilitas AI Factory di Batam dengan nilai investasi mencapai US$4,5 miliar atau sekitar Rp80 triliun.
Berikut daftar data center AI di Indonesia yang sudah beroperasi, sedang dibangun, maupun masih dalam tahap perencanaan.
1. Biznet AI-Ready Data Center, Bali
Biznet menjadi salah satu perusahaan yang memperkuat infrastruktur AI melalui pembangunan AI-Ready Data Center di Jimbaran, Bali.
Fasilitas tersebut telah beroperasi sejak Juli 2026 dan diperkenalkan secara resmi bertepatan dengan perayaan ulang tahun ke-26 Biznet pada September.
Baca juga:
- Bukan Jawa Barat, Biznet Pilih Bali Bangun Data Center AI
- Investasi Data Center RI Tembus Rp300 Triliun, Ancaman Krisis Energi Mengintai
Pusat data ini dirancang untuk menangani komputasi AI berkepadatan tinggi dengan kapasitas daya mencapai 145 kilowatt (kW) per rak dan kapasitas sekitar 80–100 rak.
Untuk mengatasi panas yang dihasilkan server AI, Biznet mengadopsi teknologi liquid cooling atau pendinginan cairan yang diklaim hemat air.
Perusahaan juga memanfaatkan panel surya sebagai bagian dari dukungan pasokan energi.
2. BDx Data Centers, Jakarta dan Purwakarta
BDx Data Centers memiliki fasilitas AI komersial di Jakarta Selatan melalui kampus CGK3/3A yang sudah beroperasi.
Data center tersebut memiliki kapasitas beban perangkat teknologi informasi sebesar 26 MW. Melalui kerja sama dengan NVIDIA, BDx mengoperasikan sekitar 7,1 MW infrastruktur AI berbasis NVIDIA GB200.
Selain Jakarta, BDx juga mengembangkan kampus AI CGK4 di Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat.
Proyek tersebut dirancang memiliki kapasitas hingga 640 MW dengan nilai investasi yang disebut mencapai Rp3,5 triliun dan rencana pasokan listrik sebesar 845 MVA dari PLN.
Pembangunannya ditandai dengan peletakan batu pertama pada 22 September 2026.
Namun, proyek BDx Jatiluhur saat ini menghadapi persoalan perizinan. Pemerintah setempat menghentikan sementara pembangunan karena sejumlah persyaratan, termasuk analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL) dan persetujuan bangunan gedung (PBG), dilaporkan belum diselesaikan.
3. DCI Indonesia JK6, Cibitung
DCI Indonesia juga memperkuat bisnis pusat data melalui fasilitas JK6 yang berada di H1 Campus, Cibitung, Jawa Barat.
Data center tersebut diresmikan pada 3 Juni 2025 dan dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan komputasi AI.
Dengan kapasitas 36 MW, JK6 memiliki infrastruktur yang mendukung penggunaan teknologi pendinginan cairan untuk server berkepadatan tinggi.
Fasilitas ini sudah beroperasi dan menjadi bagian dari pengembangan ekosistem data center AI-ready di Indonesia.
4. Microsoft Indonesia Central, Bekasi
Microsoft menghadirkan infrastruktur cloud dan AI melalui Indonesia Central Cloud Region yang mulai beroperasi pada Mei 2025.
Infrastruktur yang berlokasi di wilayah Bekasi, Jawa Barat, tersebut mendukung kebutuhan perusahaan dan organisasi dalam menjalankan layanan cloud, penyimpanan data, aplikasi, hingga komputasi AI.
Kapasitas fasilitas yang disebut dalam laporan mencapai 36 MW.
Berbeda dari satu gedung pusat data, Indonesia Central merupakan kawasan layanan cloud atau cloud region yang menopang berbagai kebutuhan digital pelanggan Microsoft.
5. NeutraDC Nxera, Batam
Telkom melalui NeutraDC Nxera mengembangkan pusat data di kawasan industri Kabil, Batam.
Fasilitas ini disiapkan untuk melayani kebutuhan komputasi AI dan cloud dengan kapasitas awal 18 MW, serta rencana pengembangan hingga 54 MW.
Gedung pertama, BTM-1, ditargetkan siap beroperasi pada 2026. Telkom juga telah menyiapkan pengembangan gedung kedua, BTM-2.
Menurut informasi perusahaan, seluruh kapasitas awal telah memperoleh mitra, termasuk Gorilla Technology yang berencana memanfaatkannya untuk kebutuhan infrastruktur AI.
Namun, kesiapan operasional gedung pertama masih perlu dibedakan dari target penyelesaian yang sebelumnya diumumkan.
6. Zankore by Indosat, Batang
Indosat Ooredoo Hutchison memperkenalkan Zankore by Indosat pada 6 Agustus 2026 melalui kolaborasi dengan Ooredoo Group, Nokia, dan NVIDIA.
Fasilitas AI Factory di Batang, Jawa Tengah, ini dirancang untuk mendukung kebutuhan komputasi AI dalam skala besar.
Indosat menargetkan kapasitas infrastruktur Zankore mencapai 1 GW atau 1.000 MW dalam tiga tahun mendatang.
Saat ini, Zankore disebut telah memulai operasionalnya di Batang, bersamaan dengan pengembangan kapasitas awal sebesar 100 MW berbasis teknologi NVIDIA.
Infrastruktur tersebut disiapkan untuk menyediakan layanan AI cloud bagi perusahaan, startup, pengembang teknologi, dan institusi di Indonesia maupun Asia Tenggara.
Dengan target kapasitas sebesar itu, Zankore berpotensi menjadi salah satu proyek infrastruktur AI terbesar di kawasan.
7. NVIDIA DSX AI Factory Campus, Batam
Selain proyek yang telah berjalan, NVIDIA dikabarkan berencana membangun AI Factory Campus di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Batam.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut nilai investasi yang dibicarakan mencapai US$4,5 miliar atau sekitar Rp80 triliun.
“Kemarin NVIDIA sudah berbicara di Batam, di Kawasan Ekonomi Khusus yang kami siapkan, itu mereka rencana mau investasi US$4,5 miliar,” ujar Airlangga dalam Antara Business Forum 2026, September lalu.
Namun, proyek tersebut masih berada dalam tahap rencana dan pembicaraan.
Belum ada kepastian mengenai jadwal realisasi investasi, dimulainya pembangunan, maupun waktu operasional fasilitas AI tersebut.
Indonesia Berpeluang Jadi Pusat Infrastruktur AI
Bertambahnya proyek data center AI memperlihatkan meningkatnya kebutuhan infrastruktur komputasi berkapasitas besar di Indonesia.
Kehadiran perusahaan seperti NVIDIA, Microsoft, BDx, Indosat, Telkom, Biznet, dan DCI Indonesia juga menunjukkan bahwa persaingan infrastruktur digital kini tidak lagi terbatas pada layanan penyimpanan data dan cloud konvensional.
Industri mulai bergerak menuju fasilitas berkepadatan tinggi yang mampu menjalankan pemrosesan AI, termasuk pelatihan dan penggunaan model kecerdasan buatan.
Namun, ekspansi tersebut juga menghadirkan tantangan besar, terutama ketersediaan listrik, kebutuhan air, sistem pendinginan, kesiapan jaringan, serta kepastian perizinan.
Kasus penghentian sementara pembangunan data center BDx di Jatiluhur menjadi contoh bahwa investasi besar tidak otomatis menjamin kelancaran pembangunan infrastruktur AI.
Dengan sejumlah proyek bernilai triliunan rupiah yang sedang dikembangkan, keberhasilan Indonesia menjadi pusat data center AI di Asia Tenggara akan sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur, kepastian regulasi, dan kemampuan industri menjalankan proyek secara berkelanjutan.


