Selular.ID -

Anthropic Incar Tetangga Indonesia Bangun Data Center AI, Siapkan Investasi Jumbo

BACA JUGA

Selular.ID – Anthropic, perusahaan kecerdasan buatan (AI) pengembang chatbot Claude, berencana memperluas investasi pusat data atau data center AI ke Australia.

Langkah ini menjadi bagian dari ekspansi infrastruktur global perusahaan di tengah meningkatnya kebutuhan komputasi untuk pengembangan teknologi AI.

Menariknya, Anthropic tidak mengincar lokasi di pusat kota atau kawasan metropolitan. Perusahaan justru lebih tertarik membangun data center di wilayah pedesaan maupun kawasan industri lama atau brownfield yang dapat dikembangkan kembali.

Rencana tersebut diungkapkan Jeff Bleich, Utusan Khusus Internasional Anthropic, dalam KTT Energi dan Iklim yang diselenggarakan Australian Financial Review di Sydney, Australia.

Baca juga:

Menurut Bleich, sejumlah pemerintah negara bagian Australia telah mengajukan proposal proyek pembangunan pusat data kepada Anthropic.

“Saya pikir tidak ada negara bagian yang tersingkir dari persaingan,” ujar Bleich.

Tonton juga:
Video Rekomendasi Untuk Anda

Anthropic Bidik Data Center AI Bertenaga Energi Terbarukan

Salah satu pertimbangan utama Anthropic dalam memilih lokasi pembangunan data center AI adalah ketersediaan energi terbarukan.

Perusahaan lebih memilih fasilitas yang berada jauh dari pusat populasi utama serta memiliki akses terhadap sumber listrik yang lebih berkelanjutan.

Strategi tersebut berkaitan dengan besarnya kebutuhan energi untuk mengoperasikan infrastruktur komputasi AI, terutama server berperforma tinggi yang digunakan dalam pelatihan dan pengoperasian model kecerdasan buatan.

Pembangunan pusat data di wilayah pedesaan juga membuka peluang pemanfaatan lahan yang lebih luas untuk mendukung kebutuhan infrastruktur.

Sementara itu, kawasan brownfield menawarkan kemungkinan pengembangan kembali lahan atau fasilitas yang sebelumnya telah digunakan untuk kegiatan industri.

Meski demikian, Anthropic belum mengumumkan lokasi final, nilai investasi, maupun jadwal pembangunan data center di Australia.

Sejumlah proposal dari pemerintah negara bagian masih menjadi bagian dari penjajakan investasi perusahaan.

Anthropic Sudah Siapkan Investasi US$50 Miliar di Amerika

Ekspansi ke Australia menjadi bagian dari strategi besar Anthropic dalam meningkatkan kapasitas komputasi AI di berbagai negara.

Sebelumnya, perusahaan telah mengumumkan rencana investasi senilai US$50 miliar untuk pembangunan fasilitas infrastruktur AI di Amerika Serikat.

Sejumlah lokasi yang masuk dalam rencana tersebut berada di Texas dan New York.

Investasi besar-besaran ini memperlihatkan semakin ketatnya persaingan perusahaan teknologi dalam mengamankan kapasitas komputasi untuk pengembangan model AI generasi berikutnya.

Tidak hanya Anthropic, perusahaan teknologi global seperti Meta Platforms dan Microsoft juga agresif memperluas pembangunan pusat data untuk mendukung layanan kecerdasan buatan.

Persaingan tersebut mendorong kebutuhan investasi yang semakin besar, mulai dari penyediaan lahan, pasokan listrik, sistem pendingin, hingga chip komputasi AI.

Anthropic juga baru-baru ini memperoleh fasilitas pinjaman sebesar US$35 miliar untuk menyewa chip komputer yang ditempatkan di lima pusat data.

Pembiayaan tersebut mendapat dukungan jaminan dari Google, anak perusahaan Alphabet.

Langkah ini menunjukkan bahwa pengembangan AI tidak hanya bergantung pada kemampuan perangkat lunak, tetapi juga pada ketersediaan infrastruktur fisik dengan kapasitas komputasi besar.

Google Sebut Australia Berpotensi Jadi Pusat Data AI

Australia dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu lokasi pengembangan infrastruktur AI global karena potensi energi terbarukannya.

Alexander Smith, Kepala Infrastruktur dan Energi Google untuk kawasan Asia Pasifik, menyampaikan bahwa sumber energi terbarukan Australia dapat mendukung pembangunan pusat data dalam skala besar.

Dalam konferensi yang sama, Smith mengatakan Google semakin yakin terhadap peluang pembangunan pusat data yang terintegrasi dengan fasilitas pembangkit listrik energi terbarukan.

Konsep tersebut memungkinkan pusat data ditempatkan berdekatan dengan sumber energi, sehingga pengembang dapat merancang kebutuhan pasokan listrik sejak tahap awal proyek.

Ketersediaan energi menjadi faktor penting karena pertumbuhan AI meningkatkan permintaan listrik untuk menjalankan ribuan hingga puluhan ribu chip komputasi berperforma tinggi.

Selain pasokan listrik, pembangunan data center juga membutuhkan jaringan telekomunikasi berkapasitas besar, sistem pendinginan, serta infrastruktur pendukung lainnya.

Persaingan Infrastruktur AI Global Semakin Panas

Rencana Anthropic membangun pusat data di Australia memperlihatkan bahwa persaingan industri AI kini semakin bergeser ke penguasaan infrastruktur komputasi dan energi.

Perusahaan pengembang AI tidak cukup hanya menciptakan model bahasa berkemampuan tinggi, tetapi juga harus memastikan ketersediaan kapasitas server untuk melatih dan menjalankan model tersebut.

Dalam konteks ini, negara dengan pasokan energi besar, dukungan infrastruktur, dan iklim investasi yang kondusif berpotensi menarik investasi pusat data AI.

Australia menjadi salah satu kandidat karena memiliki potensi pengembangan energi terbarukan sekaligus lahan yang dapat dimanfaatkan untuk fasilitas komputasi berskala besar.

Bagi Anthropic, ekspansi tersebut dapat memperkuat kapasitas global untuk mendukung pengembangan Claude dan layanan AI lainnya.

Namun, realisasi investasi masih bergantung pada pemilihan lokasi, kelayakan proyek, serta kesiapan infrastruktur energi dan konektivitas.

Dengan meningkatnya kebutuhan komputasi AI, perebutan lokasi pembangunan data center diperkirakan tetap menjadi salah satu faktor penting dalam persaingan perusahaan teknologi global.

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU