Selular.ID -

Bukan Jawa Barat, Biznet Pilih Bali Bangun Data Center AI

BACA JUGA

Selular.ID – PT Supra Primatama Nusantara (Biznet) memilih Kabupaten Badung, Bali, sebagai lokasi pembangunan AI-Ready Data Center berkapasitas 5 megawatt (MW).

Pemilihan Bali dibandingkan kawasan Jawa Barat didasari pertimbangan efisiensi operasional, kesiapan infrastruktur digital, serta kebutuhan mempercepat konektivitas internet menuju Indonesia Timur.

Senior Manager Marketing Biznet, Adrianto Sulistyo, menjelaskan bahwa Bali memiliki posisi strategis dalam jaringan telekomunikasi nasional, terutama untuk menghubungkan lalu lintas data dari wilayah Indonesia Timur dengan pusat-pusat infrastruktur digital di kawasan barat.

Menurut Adrianto, selama ini sebagian besar infrastruktur data center dan pusat pertukaran lalu lintas data berada di wilayah barat Indonesia.

Baca juga:

Kondisi tersebut membuat akses data dari kawasan timur harus menempuh jalur jaringan yang relatif panjang.

“Sebenarnya Bali salah satu yang jalurnya lumayan panjang. Di kawasan barat Indonesia kita sudah memiliki data center population dan Data Center Exchange, tempat konten-konten berada,” kata Adrianto di Jakarta, Kamis (8/10/2026).

Tonton juga:
Video Rekomendasi Untuk Anda

“Namun, begitu menarik koneksi dari Manado ke kawasan barat, jaraknya sangat jauh,” sambungnya.

Bali Jadi Hub Strategis Data Center Indonesia Timur

Biznet menilai keberadaan Data Center Exchange di Badung dapat menjadi penghubung strategis untuk memangkas latensi atau jeda pengiriman data dari berbagai wilayah Indonesia Timur.

Beberapa kota yang berpotensi memperoleh manfaat konektivitas tersebut antara lain Manado, Bitung, Makassar, Balikpapan, hingga Mataram.

Dengan menempatkan infrastruktur data center di Bali, lalu lintas data tidak harus selalu bergantung pada pusat pertukaran data di kawasan barat Indonesia.

Strategi tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi jaringan sekaligus mendukung kebutuhan layanan digital yang membutuhkan koneksi cepat dan stabil.

Selain pertimbangan teknis, Bali juga memiliki keunggulan sebagai destinasi pariwisata internasional yang rutin menjadi tuan rumah berbagai kegiatan berskala global.

Aktivitas tersebut membutuhkan dukungan infrastruktur digital yang andal, terutama untuk layanan komunikasi, transaksi digital, hingga kebutuhan komputasi berlatensi rendah.

“Secara operasional, lokasi ini juga memiliki aksesibilitas yang dekat dengan titik kendali operasional perusahaan,” jelas Adrianto.

Ia menegaskan pemilihan Badung dilakukan berdasarkan kesiapan ekosistem digital, kebutuhan teknis jaringan, dan efisiensi operasional Biznet, bukan karena kebijakan pemerintah daerah tertentu.

Biznet Siapkan Data Center AI Berkapasitas 5 MW

Fasilitas AI-Ready Data Center Biznet di Bali dirancang untuk mendukung kebutuhan komputasi berintensitas tinggi, termasuk pengembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Data center tersebut memiliki kapasitas daya listrik mencapai 5 MW dengan kemampuan distribusi daya hingga 145 kilowatt (kW) per rak.

Untuk mendukung operasional perangkat komputasi berkinerja tinggi, Biznet juga menyiapkan teknologi pendingin cairan atau liquid cooling.

Teknologi ini menjadi salah satu komponen penting dalam infrastruktur AI modern karena perangkat pemrosesan data berkapasitas besar menghasilkan panas yang tinggi.

Selain itu, fasilitas tersebut akan dilengkapi laboratorium pengembangan AI untuk mendukung kebutuhan inovasi dan pengujian teknologi kecerdasan buatan.

President Director Biznet, Adi Kusma, mengatakan pengembangan data center merupakan langkah perusahaan dalam menjawab meningkatnya kebutuhan infrastruktur digital.

“Kami memahami betul saat ini kebutuhan digital tidak terbatas pada konektivitas semata, namun juga kapasitas besar untuk mengakselerasi segala kegiatan komputasi dan pengolahan data yang lebih besar untuk mendukung implementasi AI yang sedang berkembang saat ini,” ungkap Adi.

Biznet juga menyiapkan skema pemanfaatan fasilitas secara kombinasi. Sebagian kapasitas rak akan disewakan kepada pelanggan, sedangkan sisanya digunakan untuk mendukung kebutuhan operasional internal perusahaan.

Pemilihan Bali Bukan Karena Polemik Data Center Jatiluhur

Keputusan Biznet membangun data center AI di Bali muncul ketika proyek data center lain di Jawa Barat tengah menjadi sorotan.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menghentikan sementara pembangunan proyek data center BDX Data Centers senilai Rp3,5 triliun di kawasan Jatiluhur, Purwakarta.

Penghentian sementara proyek tersebut disebut berkaitan dengan persoalan kelengkapan perizinan, termasuk dokumen lingkungan dan izin bangunan.

Namun, Biznet menegaskan bahwa pemilihan Bali sebagai lokasi pembangunan fasilitas AI-Ready Data Center tidak berkaitan dengan persoalan perizinan maupun kebijakan pemerintah daerah di Jawa Barat.

Perusahaan lebih menitikberatkan pada kebutuhan penguatan jaringan nasional, khususnya dalam memperpendek jalur konektivitas menuju kawasan Indonesia Timur.

Dengan pembangunan data center di Badung, Biznet berupaya memperluas peran Bali sebagai salah satu simpul infrastruktur digital nasional.

Kehadiran fasilitas tersebut juga berpotensi memperkuat ekosistem komputasi AI di luar Pulau Jawa, sekaligus mendukung pemerataan infrastruktur digital Indonesia.

Di tengah meningkatnya kebutuhan komputasi dan layanan berbasis AI, pemilihan lokasi data center kini tidak hanya mempertimbangkan ketersediaan lahan dan pasokan listrik, tetapi juga kedekatan dengan jaringan telekomunikasi, efisiensi operasional, dan kebutuhan pengguna.

Bagi Biznet, Bali dinilai memiliki kombinasi faktor tersebut untuk mendukung pengembangan infrastruktur AI sekaligus meningkatkan kualitas konektivitas digital nasional.

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU