Selular.ID -

BYD Bikin Geger! Cas Mobil Listrik 5 Menit, Siapkan 100 Stasiun di Indonesia

BACA JUGA

Selular.ID – BYD resmi meluncurkan teknologi pengisian daya ultra cepat atau flash charging di Indonesia yang mampu mengisi baterai mobil listrik dari 10% hingga 70% hanya dalam lima menit.

Bahkan, pengisian dari 10% hingga 97% diklaim hanya membutuhkan sembilan menit dalam kondisi lingkungan normal.

Teknologi yang diperkenalkan di Jakarta, Rabu (14/10/2026), tersebut dikembangkan bersama Blade Battery generasi kedua untuk menjawab kekhawatiran konsumen mengenai lamanya waktu pengisian daya kendaraan listrik.

Flash Charging Director BYD Asia Pacific Auto Sales Division, Richard Li, mengatakan teknologi ini memungkinkan pengguna mengisi baterai dalam waktu yang hampir setara dengan aktivitas sehari-hari.

Baca juga:

“5 dan 9 menit adalah waktu yang hampir sama dengan jika kita memesan secangkir kopi, atau mendengarkan sekitar dua lagu,” ujar Richard Li.

Flash Charging BYD Punya Daya 1.500 kW

Keunggulan utama BYD flash charging terletak pada kemampuan pengisian daya mencapai 1.500 kilowatt (kW) melalui satu konektor.

Tonton juga:
Video Rekomendasi Untuk Anda

BYD mengklaim teknologi tersebut sebagai sistem pengisian daya dengan konektor tunggal berdaya tertinggi di dunia untuk produksi massal.

Vice President BYD Co., Ltd, Liu Xueliang, menjelaskan bahwa teknologi ini dikembangkan untuk mengatasi dua persoalan utama kendaraan listrik, yakni keterbatasan akses stasiun pengisian daya dan lamanya waktu pengisian baterai.

“Mereka mengatakan, ‘saya sangat ingin punya mobil listrik, tapi di tempat saya sulit sekali mengakses stasiun pengisian daya. Pengisian daya yang kurang, dan waktu pengisian dayanya terlalu lama,'” kata Liu.

Menurutnya, inovasi teknologi menjadi jawaban BYD terhadap kebutuhan konsumen yang menginginkan pengalaman menggunakan mobil listrik semakin praktis.

Untuk mendukung kebutuhan daya besar, sistem flash charging menggunakan teknologi penyimpanan dan pengisian energi terintegrasi.

Sistem tersebut dirancang agar pengisian daya berkecepatan tinggi tidak memberikan tekanan berlebihan pada jaringan listrik.

Blade Battery Generasi Kedua, Jarak Tempuh 1.000 Km

Selain teknologi pengisian daya, BYD turut memperkenalkan Blade Battery generasi kedua yang menawarkan peningkatan kepadatan energi dan ketahanan baterai.

Perusahaan mengklaim kepadatan energi baterai terbaru meningkat lebih dari 5% dibandingkan generasi sebelumnya.

Peningkatan tersebut memungkinkan kendaraan listrik yang kompatibel mencapai jarak tempuh lebih dari 1.000 kilometer berdasarkan standar pengujian China Light-Duty Vehicle Test Cycle (CLTC).

Meski demikian, jarak tempuh aktual dapat berbeda tergantung kondisi jalan, gaya berkendara, suhu, dan penggunaan fitur kendaraan.

BYD juga menyebut baterai generasi kedua memiliki peningkatan ketahanan terhadap degradasi sebesar 2,5% dibandingkan generasi pertama.

Kombinasi baterai terbaru dan flash charging ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi penggunaan kendaraan listrik, terutama untuk perjalanan jarak jauh.

BYD Bangun 100 Fasilitas Flash Charging di Indonesia

Tidak hanya memperkenalkan teknologi, BYD juga menyiapkan ekspansi infrastruktur pengisian daya ultra cepat di pasar Indonesia.

Perusahaan menargetkan pembangunan 100 fasilitas flash charging yang tersebar di Indonesia hingga akhir 2026.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi BYD memperluas akses pengisian daya kendaraan listrik sekaligus mengurangi kekhawatiran konsumen terhadap keterbatasan infrastruktur.

Sebagai perbandingan, BYD telah membangun 12.165 stasiun flash charging di China hingga 7 Oktober 2026.

Untuk meningkatkan kenyamanan pengguna, BYD turut menghadirkan konektor pengisian daya dengan sistem katrol berbentuk T yang memudahkan proses menghubungkan kabel ke kendaraan.

Baru Didukung Denza D9 dan Denza Z9 GT

Meski sudah diperkenalkan di Indonesia, teknologi flash charging belum dapat digunakan oleh seluruh mobil listrik BYD.

Saat ini, kendaraan yang mendukung pengisian daya ultra cepat tersebut adalah model yang menggunakan Blade Battery generasi kedua, termasuk Denza D9 terbaru dan Denza Z9 GT yang turut diperkenalkan pada 14 Oktober 2026.

Artinya, pengguna mobil BYD generasi sebelumnya belum tentu dapat menikmati kecepatan pengisian lima menit karena membutuhkan kompatibilitas baterai dan sistem kendaraan.

Selain itu, waktu pengisian aktual tetap bergantung pada kondisi baterai dan kemampuan fasilitas pengisian daya yang digunakan.

Tantangan Mobil Listrik Kini Bukan Hanya Jarak Tempuh

Kehadiran teknologi flash charging BYD berpotensi mengubah pengalaman penggunaan kendaraan listrik di Indonesia.

Selama ini, selain harga kendaraan, waktu pengisian daya dan ketersediaan stasiun pengisian menjadi pertimbangan penting masyarakat sebelum beralih dari mobil berbahan bakar minyak.

Dengan kemampuan mengisi baterai hingga 70% dalam lima menit, BYD berupaya memangkas salah satu hambatan tersebut.

Namun, keberhasilan penerapan teknologi ini akan sangat bergantung pada realisasi pembangunan 100 fasilitas flash charging, kesiapan pasokan listrik, serta ketersediaan kendaraan yang kompatibel.

Jika target tersebut tercapai, teknologi pengisian daya ultra cepat berpotensi memperkuat persaingan industri mobil listrik sekaligus mempercepat pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU