Selular.ID -

Wamenkomdigi Nezar Patria Bongkar Tantangan Kepercayaan Digital di Tanah Air

BACA JUGA

Selular.ID – Kepercayaan digital (digital trust) menempati posisi setara dengan fondasi infrastruktur fisik dalam menjaga keberlanjutan ekosistem teknologi nasional.

Hal tersebut diungkapkan Nezar Patria, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), dalam forum tahunan ISACA Indonesia Chapter bertajuk Digital Trust in Motion: Securing the Intelligent Ecosystem.

Nezar menjelaskan, bahwa penetrasi internet Indonesia saat ini sudah mendekati angka 82 persen atau menjangkau lebih dari 230 juta jiwa.

Capaian tersebut disokong oleh perluasan jaringan telekomunikasi yang mencapai 97 persen coverage koneksi 4G di wilayah pemukiman di seluruh Nusantara.

Tingginya penetrasi ini mendorong tingginya volume transaksi harian masyarakat di berbagai platform digital.

Nezar menilai ketergantungan masyarakat pada ekosistem digital telah melahirkan fenomena deep mediatization, yaitu kondisi ketika interaksi sosial dan transaksi ekonomi harian terus-menerus dimediasi oleh platform digital.

Tonton juga:
Video Rekomendasi Untuk Anda

Menurutnya, kepercayaan publik terhadap keamanan layanan digital seperti mobile banking muncul karena adanya sistem tata kelola yang bekerja di latar belakang.

“Digital trust kerap tidak disadari keberadaannya oleh pengguna sampai terjadi gangguan teknis atau kejahatan siber (fraud),”ujar Nezar, dalam forum tahunan ISACA Indonesia Chapter, di Jakarta, (14/10/26).

Lebih jauh Nezar mengatakan, seiring dengan menguatnya adopsi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan teknologi cerdas, kompleksitas risiko keamanan data juga mengalami peningkatan pesat.

Perkembangan teknologi kini dipengaruhi oleh peta kompetisi geopolitik global, terutama persaingan antara Amerika Serikat dan Tiongkok dalam penguasaan super intelligence, komputasi awan (cloud computing), serta pembangunan pusat data (data center).

Nezar turut menyoroti respons kebijakan global seperti penetapan undang-undang CHIPS Act oleh pemerintah Amerika Serikat yang mengalokasikan anggaran mencapai sekitar Rp10.000 triliun, guna memperkuat infrastruktur digital dan rantai pasok semikonduktor di negaranya.

Dynamics global ini secara langsung memengaruhi lanskap investasi, diplomasi teknologi, dan arah pengembangan pusat data di tingkat internasional, termasuk di Indonesia.

Kementerian Komunikasi dan Digital terus mendorong penguatan tata kelola keamanan siber dan perlindungan data pribadi guna memastikan seluruh lapisan masyarakat dapat bertransaksi dengan aman.

Baca Juga:Wamen Nezar Patria Ungkap Lima Lapisan Strategi AI Indonesia

Penguatan regulasi serta kolaborasi lintas lembaga dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), dan penyedia industri menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas ketahanan digital nasional di tengah lanskap teknologi yang kian cerdas.

 

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU