Selular.ID – Bitget dilaporkan mengalami peretasan kripto setelah terjadi transfer tidak sah senilai sekitar US$351,6 juta atau setara Rp6,29 triliun dari sejumlah dompet milik platform tersebut.
Insiden ini membuat Bitget untuk sementara menangguhkan penarikan dana.
CEO Bitget Gracy Chen memastikan aset pengguna tetap aman karena kerugian akan ditanggung melalui dana perlindungan perusahaan.
“Dana pengguna aman,” kata Gracy Chen melalui unggahan di X pada Jumat dini hari waktu Singapura.
“Seluruh jumlah kerugian ini ditanggung oleh Dana Perlindungan Pengguna Bitget, yang saat ini memiliki saldo lebih dari US$464 juta,” lanjutnya.
Bitget Siapkan Dana Perlindungan US$464 Juta
Dengan kerugian sekitar US$351,6 juta, insiden tersebut menjadi pukulan besar terhadap keamanan salah satu bursa kripto terpusat yang berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir.
Namun Bitget mengklaim memiliki User Protection Fund lebih dari US$464 juta untuk menanggung kerugian tersebut.
Jika seluruh kerugian US$351,6 juta dibebankan ke dana itu, nilainya setara sekitar 75,8% dari saldo dana perlindungan yang disebutkan Chen.
Baca juga:
- Bitcoin Lampaui US$80.000, Pasar Kembali Optimis Usai Terpuruk dalam Beberapa Bulan
- Navigasi Pasar Kripto 2026: Strategi DCA Di tengah Koreksi Bitcoin
Untuk sementara, Bitget mengambil langkah menghentikan penarikan dana.
Belum dijelaskan dalam informasi yang tersedia kapan layanan tersebut akan kembali beroperasi normal maupun detail teknis mengenai bagaimana transfer tidak sah tersebut terjadi.
Serangan Kripto Makin Mengkhawatirkan
Kasus Bitget menambah panjang daftar insiden keamanan yang mengguncang industri aset kripto.
Awal bulan ini, Bitcoin senilai sekitar US$320 juta dilaporkan keluar dari dompet yang digunakan Liquid Network.
Sementara pada Agustus 2026, peretasan terhadap dompet Bitcoin offline Coldcard kembali memunculkan pertanyaan mengenai keamanan penyimpanan aset digital, termasuk metode yang selama ini dianggap lebih aman karena tidak terus-menerus terhubung ke internet.
Rentetan tersebut kembali menunjukkan bahwa pertumbuhan industri kripto berjalan beriringan dengan ancaman keamanan siber bernilai fantastis.
Bitget Punya 120 Juta Pengguna
Bitget didirikan pada 2018 dan berkembang menjadi salah satu bursa aset kripto terpusat besar di dunia.
Pertumbuhannya semakin pesat setelah keruntuhan FTX pada 2022, ketika pengguna kripto mulai mengalihkan aktivitas perdagangan ke platform lain yang masih beroperasi.
Bursa yang terdaftar di Seychelles tersebut mengklaim memiliki sekitar 120 juta pengguna terdaftar.
Besarnya jumlah pengguna membuat penanganan insiden ini menjadi penting, terutama untuk mempertahankan kepercayaan terhadap keamanan platform.
Dengan nilai transfer tidak sah mencapai Rp6,29 triliun, peretasan Bitget sekaligus kembali memberikan peringatan bahwa ancaman terbesar industri kripto bukan hanya volatilitas harga.
Keamanan dompet, pengelolaan aset pengguna dan kemampuan bursa menanggung kerugian akibat serangan siber kini menjadi pertaruhan utama dalam menjaga kepercayaan terhadap ekosistem kripto.


