Selular.ID – Kantar Indonesia menggelar forum bisnis Onward 2026 di Jakarta pada Kamis (20/8/2026) untuk membantu para pimpinan perusahaan mengidentifikasi peluang pertumbuhan di tengah perubahan ekonomi dan teknologi global.
Forum ini menjadi sangat krusial seiring dengan terjadinya lonjakan adopsi teknologi digital secara masif di pasar domestik.
Laporan riset terbaru Kantar menunjukkan bahwa Indonesia kini menempati urutan tertinggi secara global dalam hal tingkat penggunaan Generative Artificial Intelligence (Gen-AI).
Tercatat, delapan dari sepuluh konsumen di dalam negeri telah aktif mencoba dan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Adji Saputro, Senior Director, Brand Guidance Solutions Lead Kantar Indonesia, menjelaskan bahwa pemahaman mendalam terhadap karakter konsumen dan pembuatan diferensiasi yang unik menjadi faktor penentu keberlanjutan bisnis.
Menurutnya, merek yang memiliki tingkat diferensiasi kuat memiliki peluang untuk tumbuh hingga dua kali lebih besar dibandingkan kompetitor di pasar.
“Perkembangan teknologi mesin pencari berbasis AI, kini bergeser menjadi kanal interaksi penting yang memengaruhi tingkat kesadaran merek serta proses pengambilan keputusan konsumen dalam memilih produk,”ujar Adji.
Nadya Ardianti, Managing Director Kantar Indonesia & Thailand, menambahkan bahwa kolaborasi antar-pelaku industri menjadi fondasi penting dalam menghadapi kompleksitas pasar modern.
Forum interaktif ini disiapkan sebagai wadah lintas sektor untuk membagikan data, insight, serta pengalaman praktis agar para eksekutif dapat merumuskan kebijakan bisnis secara lebih terukur dan percaya diri.
Peta Kekuatan Merek di Asia Tenggara
Pertumbuhan pasar digital Indonesia terjadi bersamaan dengan peningkatan nilai bisnis di kawasan Asia Tenggara.
Laporan tahunan Kantar BrandZ Asia Tenggara 2026 mencatat akumulasi nilai dari 30 merek paling bernilai di kawasan ini berhasil menembus angka US$165,3 miliar.
Angka tersebut mencerminkan lonjakan sebesar 26 persen jika dibandingkan dengan capaian tahun 2024, serta tumbuh 38 persen apabila disandingkan dengan periode tahun 2023.
Pertumbuhan nilai ekuitas merek di kawasan regional didukung oleh penerapan prinsip Meaningful Difference, yakni persepsi konsumen yang menilai suatu merek memiliki keunikan serta relevansi tinggi dalam menjawab kebutuhan harian.
Di level nasional, penyedia layanan telekomunikasi Telkomsel mencatatkan kinerja positif dengan menduduki peringkat ke-10 dalam daftar merek paling bernilai di Asia Tenggara.
Nilai merek (brand value) Telkomsel berada di angka US$4,726 miliar, mengalami kenaikan sebesar 3 persen dibandingkan pencapaian pada tahun 2024.
Evolusi Perilaku Konsumen dan Strategi Inovasi
Rangkaian forum Onward 2026 diisi dengan diskusi panel dan breakout session yang membedah perubahan perjalanan pembelian (consumer journey) dari pasar konvensional menuju ekosistem digital.
Temuan Kantar mengungkapkan bahwa perusahaan yang berhasil mencapai sasaran utama pemasarannya memiliki probabilitas 1,6 kali lebih tinggi untuk mendongkrak pertumbuhan laba bisnis secara keseluruhan.
Para praktisi industri yang hadir dalam sesi breakout diajak mendalami pemanfaatan kreativitas berbasis tujuan (purpose-driven creativity) untuk membedakan tren pasar yang bertahan lama dengan tren sesaat.
Pemanfaatan riset pasar yang akurat membantu pelaku usaha meminimalkan risiko kegagalan produk baru serta mengoptimalkan alokasi anggaran promosi di berbagai media digital.
Forum non-komersial ini ditutup dengan penekanan pada pentingnya integrasi data riset konsumen ke dalam pembuatan keputusan strategis perusahaan.
Kantar Indonesia berencana terus menyajikan laporan analisis berkala mengenai ekosistem digital dan perilaku konsumen guna membantu pelaku bisnis di Indonesia menciptakan strategi pertumbuhan yang tangguh, responsif, serta berkelanjutan.
Baca Juga:Kantar: Top 100 Merek Paling Bernilai di Dunia, Teknologi Lima Besar
Forum tahunan bertajuk Onward by Kantar: Shape Indonesia’s Future, Together ini mempertemukan para pemimpin industri, pelaku pemasar, dan praktisi guna membahas strategi adaptasi bisnis berbasis analisis data lokal serta wawasan pasar internasional.




