Selular.ID -

Internet Dedicated Jaga Kelancaran Scan Tiket dan Pembayaran Konser

BACA JUGA

Selular.ID – Koneksi internet menjadi salah satu infrastruktur penting dalam penyelenggaraan konser dan festival musik, terutama ketika proses masuk penonton menggunakan pemindaian tiket digital dan transaksi di area acara mengandalkan sistem cashless.

Untuk menghadapi lonjakan koneksi pada waktu bersamaan, penyelenggara dapat menyiapkan internet dedicated sebagai jaringan khusus yang dirancang untuk kebutuhan operasional dengan kapasitas, pengelolaan, dan tingkat keandalan yang sesuai dengan kebutuhan acara.

Kebutuhan tersebut tidak hanya muncul di pintu masuk. Di dalam venue, sistem kasir atau point of sale (POS), mesin EDC, QRIS, perangkat staf, sistem produksi, komunikasi panitia, hingga akses jaringan bagi vendor dapat berjalan secara bersamaan.

Ketika seluruh perangkat mengandalkan koneksi yang sama tanpa perencanaan kapasitas dan segmentasi jaringan, gangguan pada satu bagian dapat memengaruhi operasional lainnya.

Dalam ekosistem pembayaran digital Indonesia, QRIS yang ditetapkan Bank Indonesia memang dirancang untuk mendukung transaksi yang cepat, mudah, aman, dan andal.

Bank Indonesia juga menetapkan bahwa QRIS dapat digunakan melalui berbagai aplikasi pembayaran dari penyedia jasa pembayaran (PJP) yang berizin.

Tonton juga:
Video Rekomendasi Untuk Anda

Mengapa Koneksi Menjadi Titik Penting di Venue

Pada konser dengan jumlah penonton besar, kebutuhan konektivitas tidak selalu berasal dari pengunjung. Perangkat operasional justru membutuhkan koneksi yang lebih terukur karena digunakan untuk fungsi yang berhubungan langsung dengan kelancaran acara.

Di gate, misalnya, petugas dapat menggunakan scanner untuk membaca barcode atau QR code pada tiket elektronik. Sistem kemudian perlu berkomunikasi dengan platform tiket untuk melakukan validasi.

Jika proses tersebut membutuhkan koneksi ke server, kualitas jaringan di titik masuk ikut menentukan kelancaran antrean.

Situasi serupa terjadi di area makanan dan minuman serta merchandise. POS dan perangkat pembayaran harus dapat berkomunikasi dengan sistem pembayaran atau server penyedia layanan.

Pada skema QRIS, Bank Indonesia menjelaskan bahwa transaksi melibatkan sejumlah pihak, termasuk PJP dan lembaga switching yang telah memperoleh persetujuan Bank Indonesia.

Bank Indonesia juga menyediakan QRIS dalam beberapa model. Merchant Presented Mode (MPM) dinamis menggunakan perangkat seperti EDC atau smartphone dan ditujukan antara lain bagi merchant dengan volume transaksi tinggi.

Sementara Consumer Presented Mode (CPM) ditujukan untuk merchant yang membutuhkan kecepatan transaksi, seperti transportasi, parkir, dan ritel modern.

Artinya, kebutuhan jaringan di lokasi acara tidak berhenti pada akses internet untuk browsing. Infrastruktur tersebut menjadi bagian dari jalur operasional yang menghubungkan perangkat di venue dengan berbagai sistem digital di belakangnya.

Internet Dedicated Bukan Sekadar Internet Lebih Cepat

Internet dedicated merupakan layanan konektivitas yang menyediakan kapasitas khusus untuk pelanggan bisnis, berbeda dari layanan broadband yang umumnya digunakan bersama oleh banyak pelanggan pada jaringan akses yang sama.

Salah satu karakteristik yang lazim ditawarkan pada layanan dedicated internet adalah bandwidth simetris, yaitu kapasitas upload dan download yang setara atau ditetapkan sesuai paket layanan. Karakteristik tersebut dapat berguna untuk kebutuhan bisnis yang tidak hanya mengunduh data, tetapi juga mengirimkan data secara terus-menerus.

Dalam penyelenggaraan konser, upload dapat digunakan oleh perangkat untuk mengirimkan informasi transaksi, status validasi tiket, data operasional, maupun kebutuhan komunikasi sistem lainnya. Namun, performa transaksi tidak hanya ditentukan oleh bandwidth. Latensi, kualitas routing, kapasitas server aplikasi, konfigurasi perangkat, serta sistem penyedia tiket dan pembayaran juga ikut memengaruhi waktu respons.

Karena itu, klaim bahwa dedicated internet secara otomatis membuat seluruh transaksi selesai dalam hitungan milidetik tidak dapat digeneralisasi. Kecepatan respons merupakan hasil dari keseluruhan rantai sistem, bukan hanya koneksi internet di venue.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah service level agreement (SLA). SLA merupakan komitmen tingkat layanan antara penyedia konektivitas dan pelanggan, yang dapat mencakup parameter seperti ketersediaan layanan, waktu penanganan gangguan, serta mekanisme kompensasi sesuai kontrak.

Untuk acara dengan jadwal terbatas, SLA menjadi salah satu parameter yang perlu diperiksa sebelum layanan digunakan. Penyelenggara dapat memastikan berapa tingkat availability yang dijanjikan, bagaimana mekanisme dukungan teknis selama acara, dan berapa waktu respons ketika terjadi gangguan.

Pisahkan Jaringan Operasional dan Pengunjung

Salah satu langkah teknis yang dapat diterapkan penyelenggara adalah melakukan segmentasi jaringan. Tujuannya memisahkan perangkat berdasarkan fungsi sehingga trafik pengunjung tidak bercampur dengan trafik sistem operasional.

Jaringan untuk scanner tiket dapat ditempatkan pada segmen tersendiri. Sistem POS dan pembayaran tenant dapat menggunakan segmen berbeda, sementara jaringan untuk kru, vendor, dan kebutuhan internet pengunjung dapat ditempatkan pada jaringan lainnya.

Segmentasi dapat dilakukan menggunakan teknologi seperti VLAN atau jaringan virtual lainnya. Dengan pendekatan tersebut, administrator jaringan memiliki kontrol lebih baik terhadap perangkat dan trafik yang melewati infrastruktur.

Penggunaan jaringan terpisah juga membantu mengurangi risiko ketika terjadi lonjakan trafik dari pengguna umum. Ribuan pengunjung dapat menggunakan internet untuk mengunggah foto, melakukan live streaming, mengakses media sosial, atau berkomunikasi melalui aplikasi pesan. Aktivitas tersebut memiliki karakter trafik yang berbeda dari sistem tiket dan pembayaran.

Penyelenggara tidak perlu memberikan akses internet publik ke perangkat operasional apabila memang tidak dibutuhkan. Scanner tiket, POS, dan perangkat pembayaran sebaiknya hanya memperoleh akses terhadap layanan yang diperlukan sesuai desain sistem dan kebijakan keamanan penyedia masing-masing.

QRIS Membutuhkan Konektivitas pada Skenario Tertentu

Kebutuhan koneksi juga semakin jelas pada metode pembayaran digital. Bank Indonesia menjelaskan bahwa QRIS dapat digunakan dengan aplikasi uang elektronik, dompet digital, atau mobile banking dari PJP yang berizin. Pengguna melakukan pembayaran dengan membuka aplikasi, memindai QRIS, memasukkan nominal dan melakukan otorisasi. (Bank Indonesia)

Untuk QRIS TAP yang menggunakan teknologi Near Field Communication (NFC), Bank Indonesia secara eksplisit menyebut transaksi hanya dapat dilakukan ketika perangkat pengguna terhubung ke jaringan internet. Pengguna juga harus membuka aplikasi pembayaran terlebih dahulu agar transaksi dapat diproses. (Bank Indonesia)

Fakta tersebut menunjukkan bahwa kesiapan konektivitas tetap relevan dalam penyelenggaraan acara yang menggunakan pembayaran digital. Meski detail arsitektur transaksi dapat berbeda berdasarkan penyedia layanan, penyelenggara tetap perlu memahami kebutuhan koneksi dari sistem yang digunakan masing-masing tenant.

Tidak semua metode cashless memiliki arsitektur yang sama. Sebagian sistem dapat memiliki mekanisme offline atau penyimpanan transaksi sementara, sedangkan sistem lainnya membutuhkan koneksi aktif. Karena itu, penyelenggara perlu meminta spesifikasi teknis dari vendor tiket dan penyedia pembayaran sebelum menentukan desain jaringan.

Lakukan Pemetaan Sebelum Hari Acara

Persiapan jaringan sebaiknya dimulai dari inventarisasi seluruh perangkat yang akan online selama acara. Penyelenggara dapat menghitung jumlah scanner di setiap gate, perangkat POS dan EDC di setiap tenant, perangkat produksi, komputer panitia, access point, kamera yang membutuhkan koneksi, serta perangkat vendor.

Setelah jumlah perangkat diketahui, kebutuhan bandwidth dapat dihitung berdasarkan pola penggunaan masing-masing sistem. Perhitungan tidak cukup hanya berdasarkan jumlah perangkat karena karakter trafik scanner tiket berbeda dengan kamera, POS, atau akses internet pengunjung.

Tahap berikutnya adalah menentukan jaringan utama dan koneksi cadangan. Untuk acara dengan kebutuhan operasional tinggi, penyelenggara dapat mendiskusikan opsi redundansi dengan penyedia layanan, misalnya menyediakan jalur koneksi alternatif apabila jalur utama mengalami gangguan.

Desain tersebut kemudian perlu diuji sebelum acara. Pengujian tidak hanya mencakup kecepatan download dan upload, tetapi juga latency, packet loss, kestabilan koneksi, jangkauan Wi-Fi, kapasitas access point, serta kemampuan jaringan menangani trafik pada kondisi mendekati beban puncak.

Gladi bersih jaringan dapat dilakukan dengan menjalankan simulasi pemindaian tiket dan transaksi secara bersamaan. Tim IT juga perlu menguji skenario kegagalan, termasuk putusnya koneksi utama, perpindahan ke koneksi cadangan, dan prosedur eskalasi kepada penyedia layanan.

Keamanan Tidak Boleh Terpisah dari Performa

Koneksi yang stabil perlu diimbangi dengan pengamanan perangkat. Sistem tiket dan pembayaran menangani data operasional yang penting sehingga perangkat yang digunakan tidak seharusnya bebas mengakses seluruh jaringan venue.

Firewall, segmentasi jaringan, pembatasan akses, autentikasi perangkat, dan pemantauan trafik dapat digunakan sesuai kebutuhan arsitektur sistem. Administrator juga perlu memastikan perangkat jaringan dan sistem operasi menggunakan konfigurasi serta pembaruan keamanan yang sesuai.

Untuk transaksi QRIS, Bank Indonesia menekankan pengguna agar menggunakan aplikasi dari PJP yang berizin, memeriksa nama merchant sebelum membayar, serta memastikan notifikasi transaksi diterima setelah pembayaran berhasil. (Bank Indonesia)

Di sisi penyelenggara, prosedur penanganan transaksi gagal juga perlu disiapkan. Petugas harus mengetahui kapan transaksi dianggap berhasil, bagaimana melakukan verifikasi, dan siapa yang harus dihubungi ketika terjadi masalah. Prosedur tersebut sebaiknya disepakati bersama vendor pembayaran dan tenant sebelum acara dimulai.

Bagi penyelenggara konser, internet dedicated pada akhirnya bukan sekadar pilihan untuk mendapatkan koneksi lebih cepat. Infrastruktur tersebut perlu ditempatkan sebagai bagian dari desain operasional yang mencakup kapasitas, segmentasi, redundansi, keamanan, pemantauan, serta dukungan teknis. Ketika seluruh komponen tersebut dirancang berdasarkan kebutuhan sistem tiket dan pembayaran yang benar-benar digunakan, risiko gangguan pada gate maupun transaksi cashless dapat dikelola sejak tahap persiapan acara.

Baca Juga:

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU