Selular.ID – PT Sokonindo Automobile (DFSK) berkolaborasi dengan EVSafe Indonesia memberikan pemahaman mendalam kepada masyarakat mengenai ketahanan baterai, keselamatan kendaraan, hingga potensi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) sebagai jembatan strategis elektrifikasi nasional.
Doni Putra Okten, Head of Sales & Marketing PT Sokonindo Automobile menyatakan tingginya minat masyarakat menunjukkan keterbukaan konsumen lokal terhadap opsi kendaraan ramah lingkungan yang mampu memberikan kebebasan jelajah tanpa kekhawatiran kehabisan daya baterai (range anxiety).
PHEV menawarkan pengalaman berkendara listrik harian tanpa mengorbankan fleksibilitas perjalanan jarak jauh.
“Melalui model DFSK E5 Plus yang diposisikan sebagai Dual-Energy Premium Urban SUV, perusahaan menghadirkan solusi elektrifikasi yang praktis dan efisien sesuai kondisi geografis Indonesia,”terang Doni.
Spesifikasi Teknis Baterai dan Sistem Pengisian Daya
Dari segi performa teknis, DFSK E5 Plus mengusung teknologi Smart Power System DE-i. Sistem hibrida pintar ini bekerja mengoptimalkan transmisi tenaga antara motor listrik dan mesin pembakaran internal (ICE) secara otomatis.
Sehingga menghasilkan akselerasi yang responsif dan efisien di berbagai kondisi jalan.
Kendaraan ini dibekali baterai berkapasitas 25 kWh yang merupakan salah satu kapasitas terbesar di kelasnya.
Ichsan Aria Putra, Product Expert PT Sokonindo Automobile, menjelaskan bahwa baterai telah melawati pengujian keselamatan menyeluruh dan didukung oleh Battery Management System (BMS) untuk menjaga ketahanan serta suhu operasional komponen listrik dalam jangka panjang.
Dalam hal kemampuan jelajah, DFSK E5 Plus mencatatkan jarak tempuh kombinasi hingga 1.400 kilometer berdasarkan standar pengujian New European Driving Cycle (NEDC).
Untuk mendukung pengisian daya cepat, kendaraan ini dilengkapi fitur DC Fast Charging yang sanggup mengisi daya baterai dari 30% hingga 80% dalam durasi sekitar 20 hingga 28 menit.
Penguatan Ekosistem Keselamatan dan Layanan Purnajual
Mahaendra Gofar, Founder EVSafe Indonesia, menekankan pentingnya kesiapan ekosistem secara menyeluruh dalam mendukung percepatan adopsi kendaraan listrik.
Terdapat tiga pilar utama yang perlu dibangun, yaitu standar keselamatan kendaraan dan penanganan darurat.
Edukasi publik yang berkelanjutan, serta kesiapan infrastruktur pengisian daya beserta sumber daya manusia yang kompeten.
Gofar menambahkan bahwa teknologi PHEV memegang peran penting untuk menjembatani transisi mobilitas nasional secara bertahap.
“Keberhasilan adopsi teknologi ini bergantung pada tingkat kepercayaan masyarakat yang dibangun melalui transparansi informasi dan kesiapan fasilitas pendukung di lapangan,”terang Gofar.
Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, DFSK terus memperkuat ekosistem purnajual melalui perluasan jaringan diler dan kesiapan teknis bengkel resmi di berbagai wilayah Indonesia.
Baca Juga:DFSK E5 Plus Kantongi 1.100 Pre-Booking Sebelum Resmi Meluncur di Indonesia
Ketersediaan infrastruktur servis dan suku cadang ditargetkan untuk memberikan jaminan kepemilikan yang terpercaya bagi konsumen kendaraan elektrifikasi.


