Selular.ID -

iPhone 18 Pro Terjual 1,3 Juta Unit di China dalam Sepekan

BACA JUGA

Selular.ID – Apple iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max diperkirakan terjual sekitar 1,3 juta unit di China selama pekan pertama ketersediaannya.

Estimasi pasar dari blogger RD Observation itu menunjukkan penjualan kedua model tersebut sekitar 15% lebih tinggi dibandingkan iPhone 17 Pro dan iPhone 17 Pro Max pada periode yang sama tahun lalu. Angka tersebut bukan data penjualan resmi yang dirilis Apple.

iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max mulai dijual di China pada 18 September 2026 setelah masa pre-order dibuka pada 12 September.

Apple memasukkan China dalam 65 negara dan wilayah yang menerima pesanan untuk kedua model sejak tahap awal peluncuran global. Di pasar China, iPhone 18 Pro dibanderol mulai RMB 9.999, sedangkan iPhone 18 Pro Max mulai RMB 10.999.

Estimasi 1,3 juta unit tersebut berasal dari pengamatan RD Observation terhadap penjualan di pasar China. TechNode juga melaporkan angka yang sama dan menyebut volumenya setara sekitar 115% dari penjualan iPhone 17 Pro dan iPhone 17 Pro Max pada tujuh hari pertama.

Karena Apple tidak mempublikasikan angka penjualan mingguan per model dan per negara, angka tersebut perlu diposisikan sebagai estimasi pasar, bukan laporan sell-through resmi Apple.

Tonton juga:
Video Rekomendasi Untuk Anda

Permintaan Pro Menguat

Data tersebut menunjukkan penjualan iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max pada pekan pertama juga mencapai sekitar 90% dari penjualan seluruh jajaran iPhone 17 pada periode awal ketersediaannya di China.

Perbandingan tersebut mencakup seluruh model iPhone 17, sehingga tidak dapat dibaca sebagai perbandingan langsung antarproduk dengan konfigurasi yang sama.

Struktur peluncuran Apple pada September 2026 juga menjadi konteks penting. Apple mengumumkan iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max pada 9 September, sementara arsip Apple mencatat peluncuran lini iPhone lainnya secara terpisah sebagai iPhone Duo.

Kedua model Pro menjadi bagian dari produk yang mulai dijual secara global pada 18 September.

Pada tahap pre-order, retailer di China dilaporkan cepat kehabisan stok iPhone 18 Pro series. GSMArena, dengan mengutip estimasi RD Observation, menyebut sekitar 7 juta unit telah dipesan di muka.

Beberapa toko juga dilaporkan mencatat pendapatan sekitar dua kali lipat dibandingkan peluncuran iPhone 17 Pro dan iPhone 17 Pro Max. Angka tersebut tetap merupakan estimasi pihak ketiga dan bukan data yang dikonfirmasi Apple.

Komposisi penjualan setelah produk tersedia juga menunjukkan perubahan dibandingkan masa pre-order. Berdasarkan estimasi RD Observation, iPhone 18 Pro Max menyumbang sekitar 55,5% dari total penjualan 1,3 juta unit.

Dengan proporsi tersebut, model Pro Max diperkirakan terjual lebih banyak daripada iPhone 18 Pro selama pekan pertama. Pada masa pre-order, pola yang dilaporkan justru menunjukkan sekitar 60% pemesan memilih iPhone 18 Pro.

Harga dan Spesifikasi Baru

Apple menghadirkan iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max dengan pilihan penyimpanan 256GB, 512GB, 1TB, dan 2TB.

Keduanya tersedia dalam warna hitam, perak, Glacier Blue, serta Burgundy. Untuk pasar China, harga awal resmi masing-masing ditetapkan RMB 9.999 dan RMB 10.999.

Dari sisi perangkat keras, kedua model menggunakan chip A20 Pro dan sistem pendingin berbasis vapor chamber generasi baru.

Apple menyebut area vapor chamber pada iPhone 18 Pro meningkat tiga kali dibandingkan sistem pada iPhone 17 Pro, dengan peningkatan kinerja berkelanjutan hingga 40% menurut pengujian internal Apple.

Vapor chamber merupakan ruang pendingin yang membantu menyebarkan panas dari komponen utama sehingga performa dapat dipertahankan lebih lama.

Kamera menjadi salah satu perubahan utama. iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max menggunakan kamera utama 48 megapiksel dengan aperture variabel, fitur yang untuk pertama kalinya diterapkan Apple pada kamera iPhone.

Aperture atau bukaan lensa dapat disesuaikan untuk mengatur jumlah cahaya yang masuk sekaligus memengaruhi kedalaman bidang pada foto. Apple juga menambahkan kontrol manual untuk aperture, shutter speed, white balance, serta histogram melalui aplikasi kamera.

Kedua perangkat menjalankan iOS 27 dan menggunakan A20 Pro yang menurut Apple dibangun dengan proses 2 nanometer.

Apple menyatakan Neural Engine pada chip tersebut dirancang untuk mempercepat pemrosesan AI di perangkat dan komputasi fotografi. iPhone 18 Pro series juga membawa modem C2 serta chip N1 yang mendukung Wi-Fi 7, Bluetooth 6, dan Thread.

China Tetap Menjadi Pasar Penting

Kinerja awal iPhone 18 Pro series berlangsung setelah iPhone 17 mencatat pertumbuhan kuat di China. Data Counterpoint Research menunjukkan iPhone 17 menjual 110,7% lebih banyak unit di China selama lima bulan pertama dibandingkan iPhone 16 pada periode penjualan yang sama.

Counterpoint menggunakan data sell-through, yakni unit yang dibeli konsumen melalui panel operator dan ritel, bukan sekadar jumlah perangkat yang dikirim Apple ke kanal penjualan.

Untuk iPhone 17 Pro, Counterpoint mencatat penjualan enam bulan pertama di China meningkat 20,9% dibandingkan iPhone 16 Pro pada periode yang sama.

Sementara iPhone 17 Pro Max mencatat pertumbuhan 53% dibandingkan iPhone 16 Pro Max dalam enam bulan pertama penjualan.

Data tersebut menunjukkan bahwa seri Pro generasi sebelumnya juga memiliki basis permintaan yang cukup kuat di pasar China.

Di tingkat pasar, kondisi industri smartphone China pada 2026 masih menghadapi tekanan. Counterpoint melaporkan penjualan smartphone China turun 8,6% secara tahunan dalam 30 minggu pertama 2026.

Tekanan tersebut antara lain dikaitkan dengan kenaikan biaya memori dan melemahnya permintaan. Apple tetap mencatat pertumbuhan pada periode tertentu, termasuk kenaikan 3% secara tahunan selama periode libur May Day 2026 menurut Counterpoint.

Estimasi penjualan 1,3 juta unit iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max pada pekan pertama karena itu memberikan gambaran mengenai respons awal pasar China terhadap generasi Pro terbaru, tetapi belum menggambarkan kinerja keseluruhan iPhone 18 sepanjang siklus penjualan.

Data resmi Apple yang tersedia saat ini mencakup harga, jadwal penjualan dan spesifikasi perangkat, sementara angka penjualan mingguan per model di China berasal dari estimasi pihak ketiga.

Perkembangan berikutnya akan bergantung pada data sell-through yang lebih panjang setelah periode peluncuran awal.

Counterpoint sendiri menyediakan pengukuran penjualan berbasis pembelian konsumen untuk pasar China, sehingga data dengan periode yang lebih panjang dapat memberikan pembanding yang berbeda dari estimasi pekan pertama.

Baca Juga: Hartanya Rp3.268 Triliun, Bos Nvidia Ternyata Tak Pakai iPhone dan Memilih Android

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU