Selular.ID -

Samsung MX Diprediksi Merugi pada Kuartal Pertama

BACA JUGA

Selular.ID – Divisi Mobile eXperience (MX) Samsung Electronics dilaporkan berpotensi membukukan kerugian operasional untuk pertama kalinya dalam sejarah pada kuartal II 2026.

Proyeksi tersebut muncul dari sejumlah analis industri di Korea Selatan yang menilai lonjakan tajam harga komponen memori DRAM dan NAND telah menekan profitabilitas bisnis smartphone Samsung, meski penjualan seri Galaxy S26 disebut tetap menunjukkan kinerja yang kuat.

Laporan tersebut kontras dengan kinerja Samsung Electronics secara keseluruhan.

Pada 7 Juli 2026, Samsung merilis panduan pendapatan (earnings guidance) kuartal II 2026 yang memperkirakan pendapatan konsolidasi mencapai sekitar KRW171 triliun dan laba operasi sekitar KRW89,4 triliun, didorong kuatnya bisnis semikonduktor, khususnya memori untuk kebutuhan kecerdasan buatan (AI).

Namun, rincian kinerja tiap divisi baru akan diumumkan dalam laporan keuangan lengkap pada akhir Juli.

Menurut laporan DealSite yang dikutip sejumlah media Korea, estimasi laba operasi Samsung MX untuk kuartal II 2026 sangat bervariasi.

Tonton juga:
Video Rekomendasi Untuk Anda

Sebagian analis masih memperkirakan laba sekitar KRW1,9 triliun, sementara proyeksi terendah bahkan menunjukkan potensi rugi hingga KRW1,5 triliun.

Mayoritas estimasi berada di kisaran laba KRW500 miliar hingga rugi KRW1 triliun.

Jika hasil akhirnya negatif, itu akan menjadi kerugian kuartalan pertama bagi divisi smartphone Samsung sejak dibentuk.

 

Tekanan terbesar berasal dari kenaikan harga memori yang terjadi sepanjang tahun ini.

Permintaan global terhadap DRAM dan NAND meningkat tajam seiring ekspansi infrastruktur AI, sehingga harga komponen yang juga digunakan pada smartphone ikut melonjak.

Kondisi tersebut membuat biaya produksi perangkat bergerak naik secara signifikan.

Analis industri memperkirakan porsi biaya RAM pada smartphone kelas premium kini meningkat dari sekitar 14% menjadi sekitar 23% dari total biaya material (bill of materials/BOM).

Sementara itu, komponen penyimpanan NAND dilaporkan dapat menyumbang hingga 15% dari total biaya produksi sebuah smartphone.

Kenaikan tersebut terjadi ketika produsen sulit meneruskan seluruh beban biaya kepada konsumen karena persaingan pasar yang ketat.

Situasi ini menarik karena pada kuartal pertama 2026 Samsung MX masih mencatat kinerja positif.

 

Dalam laporan keuangan resmi Samsung Electronics, divisi MX dan Networks membukukan pendapatan sebesar KRW38,1 triliun dengan laba operasi KRW2,8 triliun.

Saat itu, perusahaan menyebut peningkatan penjualan smartphone flagship dan efisiensi biaya berhasil menjaga profitabilitas meski tekanan biaya mulai meningkat.

Samsung juga sebelumnya telah memperkirakan bahwa pendapatan bisnis smartphone pada kuartal kedua akan mengalami penurunan secara kuartalan setelah efek peluncuran seri Galaxy S26 mulai mereda.

Untuk menjaga pertumbuhan tahunan, perusahaan mengandalkan penjualan lini flagship serta penyegaran produk Galaxy A Series di berbagai pasar.

 

Kenaikan biaya komponen bukan hanya menjadi tantangan Samsung. Seluruh industri smartphone menghadapi tekanan serupa akibat meningkatnya kebutuhan memori untuk server AI dan pusat data.

Lonjakan permintaan tersebut membuat produsen chip memori memperoleh keuntungan lebih besar, tetapi di sisi lain meningkatkan biaya bagi produsen perangkat elektronik yang menjadi konsumennya.

Sebagai langkah mitigasi, Samsung dilaporkan mulai melakukan diversifikasi rantai pasok pada perangkat generasi berikutnya. Salah satu strategi yang disebut sedang dijalankan adalah penggunaan chipset yang berbeda berdasarkan wilayah pemasaran pada Galaxy Z Flip 8.

Di Amerika Serikat dan China, perangkat tersebut dikabarkan akan menggunakan chipset Qualcomm Snapdragon, sementara pasar lain diperkirakan memperoleh versi dengan Exynos 2600. Strategi ini ditujukan untuk meningkatkan efisiensi biaya sekaligus menjaga fleksibilitas produksi.

 

Samsung juga disebut memperluas portofolio ponsel lipatnya. Selain mempertahankan lini Galaxy Z Fold dan Galaxy Z Flip, perusahaan dilaporkan menyiapkan satu model foldable tambahan guna memperluas pilihan produk di segmen premium.

Langkah tersebut merupakan bagian dari strategi mempertahankan pertumbuhan pendapatan ketika margin keuntungan pada smartphone konvensional semakin tertekan.

Meski proyeksi kerugian Samsung MX menjadi perhatian pasar, hasil resmi divisi tersebut baru akan diketahui setelah Samsung Electronics merilis laporan keuangan kuartal II 2026 secara lengkap.

Laporan tersebut akan memperlihatkan kontribusi masing-masing unit bisnis, termasuk Mobile eXperience, Device Solutions, Display, serta Visual Display dan Digital Appliances, sehingga memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai dampak lonjakan biaya komponen terhadap bisnis smartphone Samsung.

Baca Juga: Samsung Galaxy A57 5G Andalkan Exynos 1680 untuk Gaming dan Multitasking

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU