Selular.ID – OnePlus resmi menghentikan peluncuran produk baru di kawasan Amerika Utara dan Eropa sebagai bagian dari penyesuaian strategi bisnis global perusahaan.
Keputusan tersebut diumumkan melalui forum komunitas resmi OnePlus pada pertengahan Juli 2026.
Meski demikian, perusahaan menegaskan operasional di India tetap berjalan normal dan negara tersebut masih menjadi salah satu pasar prioritas bagi merek smartphone milik OPPO tersebut.
Dalam pernyataan resminya, OnePlus menyebut keputusan tersebut merupakan bagian dari “proactive global strategy adjustment” atau penyesuaian strategi global secara proaktif.
Mulai saat ini, perusahaan tidak lagi memperkenalkan perangkat baru di Amerika Utara maupun Eropa.
Namun, pengguna yang telah memiliki perangkat OnePlus di kedua kawasan itu tetap akan memperoleh layanan purna jual, pembaruan perangkat lunak, serta pemenuhan garansi sesuai ketentuan yang berlaku.
OnePlus juga memastikan bahwa stok produk yang masih tersedia di saluran penjualan akan tetap dipasarkan hingga habis.
Perusahaan menegaskan komitmennya untuk terus memberikan dukungan kepada pelanggan yang sudah menggunakan perangkat OnePlus sehingga keputusan penghentian peluncuran produk baru tidak memengaruhi kewajiban layanan terhadap pengguna yang ada.
Langkah ini menandai perubahan besar dalam perjalanan OnePlus.
Sejak berdiri pada 2013, merek tersebut dikenal sebagai “flagship killer” berkat strategi menghadirkan spesifikasi kelas atas dengan harga lebih kompetitif dibandingkan banyak pesaing.
Amerika Utara dan Eropa menjadi dua wilayah yang berperan penting dalam membangun reputasi global OnePlus, terutama di kalangan penggemar Android.
Namun, dalam beberapa tahun terakhir posisi OnePlus di kedua pasar tersebut semakin tertekan.
Persaingan dengan Samsung dan Apple di segmen premium semakin ketat, sementara biaya produksi smartphone meningkat akibat kenaikan harga komponen, khususnya memori DRAM dan NAND.
Di sisi lain, hubungan dengan operator seluler di Amerika Serikat juga tidak lagi sekuat beberapa tahun sebelumnya sehingga distribusi perangkat menjadi lebih terbatas.
Keputusan ini juga berkaitan dengan restrukturisasi yang dilakukan oleh perusahaan induk, OPPO.
Sejumlah operasi OnePlus di Amerika Utara dan Eropa akan diintegrasikan ke dalam organisasi OPPO, sementara strategi produk kedua merek akan semakin diselaraskan.
Bersamaan dengan itu, OnePlus juga mengumumkan transisi dari OxygenOS menuju ColorOS 17, antarmuka Android yang dikembangkan OPPO.
Pengguna perangkat OnePlus yang memenuhi syarat nantinya dapat memilih untuk bermigrasi ke ColorOS melalui pembaruan perangkat lunak resmi.
Di tengah perubahan tersebut, OnePlus menegaskan bahwa India tetap menjadi pasar strategis.
Dalam keterangan resmi kepada media di India, perusahaan menyatakan seluruh kegiatan bisnis, distribusi produk, penjualan, hingga layanan purna jual di negara tersebut tetap berlangsung seperti biasa.
OnePlus juga meminta publik tidak berspekulasi mengenai penghentian operasional di India karena perusahaan masih memiliki rencana peluncuran produk baru di pasar tersebut.
India memang memiliki peran penting bagi OnePlus, baik sebagai pasar penjualan maupun basis manufaktur.
Selama beberapa tahun terakhir, perusahaan memperluas produksi lokal melalui program “Make in India” serta memperkuat jaringan ritel offline.
Berbagai lini produk, mulai dari seri flagship hingga Nord, memperoleh kontribusi penjualan yang signifikan dari pasar India.
Bagi pengguna di Amerika Utara dan Eropa, OnePlus memastikan pengalaman penggunaan perangkat tidak akan berubah dalam waktu dekat.
Perusahaan tetap menyediakan pembaruan keamanan, pembaruan sistem operasi sesuai siklus dukungan masing-masing perangkat, layanan servis resmi, serta pemenuhan garansi.
Forum komunitas di kedua wilayah memang akan ditutup, tetapi interaksi pengguna akan dialihkan ke komunitas global melalui platform Discord resmi OnePlus.
Keputusan OnePlus mencerminkan perubahan dinamika industri smartphone global yang saat ini menghadapi tekanan dari kenaikan biaya komponen, perlambatan permintaan konsumen, serta persaingan yang semakin intensif di segmen premium.
Di sisi lain, perusahaan memilih memusatkan sumber daya pada pasar yang dinilai memiliki peluang pertumbuhan lebih besar, terutama China dan India.
Dengan penghentian peluncuran produk baru di Amerika Utara dan Eropa, OnePlus mengakhiri lebih dari satu dekade kehadirannya di dua kawasan yang turut membentuk identitas merek tersebut.
Meski demikian, perusahaan menegaskan komitmennya terhadap pelanggan yang sudah ada tetap berjalan, sementara strategi ekspansi selanjutnya akan berfokus pada pasar yang menjadi prioritas dalam struktur bisnis global terbaru.
Baca Juga: OnePlus Rilis Update OxygenOS 16 untuk OnePlus Pad


