Selular.ID -

Uni Eropa Tetapkan Aturan Baterai Lepas Kecuali Smartwatch

BACA JUGA

Selular.ID – Uni Eropa (European Union/EU) resmi menambahkan pengecualian terhadap penerapan aturan baterai yang dapat dilepas dan diganti pengguna (user-removable battery) untuk sejumlah perangkat elektronik berukuran kecil.

Melalui pembaruan regulasi yang diumumkan Komisi Eropa, perangkat seperti smartwatch, fitness tracker, true wireless stereo (TWS) earbuds, serta beberapa kategori perangkat wearable lainnya tidak lagi diwajibkan menggunakan desain baterai yang bisa dilepas langsung oleh pengguna.

Keputusan tersebut menjadi bagian dari implementasi EU Battery Regulation (Regulation (EU) 2023/1542) yang mulai diterapkan secara bertahap di kawasan Uni Eropa.

Sebelumnya, regulasi tersebut mengharuskan produsen perangkat elektronik portabel merancang produk dengan baterai yang dapat dilepas dan diganti menggunakan peralatan yang tersedia secara umum, sebagai upaya memperpanjang usia pakai perangkat sekaligus mengurangi limbah elektronik.

Dalam dokumen terbaru yang diterbitkan Komisi Eropa, sejumlah perangkat memperoleh pengecualian karena keterbatasan desain dan pertimbangan teknis.

Smartwatch, gelang kebugaran, earbuds nirkabel, perangkat in-ear hearing aid, serta beberapa produk wearable lain dinilai memiliki ukuran fisik yang sangat kecil sehingga penerapan baterai yang mudah dilepas berpotensi mengurangi ketahanan produk, mengorbankan ruang komponen penting, atau menghambat inovasi desain.

Tonton juga:
Video Rekomendasi Untuk Anda

 

Pengecualian tersebut tidak mengubah tujuan utama regulasi baterai Uni Eropa yang berfokus pada peningkatan keberlanjutan (sustainability).

Komisi Eropa tetap mewajibkan produsen memastikan baterai pada perangkat yang dikecualikan masih dapat diganti oleh penyedia layanan perbaikan profesional apabila masa pakainya telah habis.

Dengan kata lain, baterai tidak harus dapat dilepas langsung oleh pengguna, tetapi tetap harus dirancang agar dapat diganti melalui proses servis yang layak.

Regulasi baterai Uni Eropa merupakan bagian dari strategi European Green Deal dan Circular Economy Action Plan yang bertujuan mengurangi limbah elektronik sekaligus meningkatkan penggunaan kembali material penting seperti litium, kobalt, dan nikel.

Selain mengatur desain produk, aturan tersebut juga mencakup persyaratan pelabelan baterai, jejak karbon, kandungan material daur ulang, hingga kewajiban pengumpulan dan pendaurulangan baterai bekas.

 

Ketentuan mengenai baterai yang dapat diganti pengguna sebelumnya memicu perhatian besar di industri perangkat elektronik.

Banyak produsen smartphone dan wearable menilai desain unibody modern yang mengutamakan ketahanan air dan debu akan sulit dipertahankan apabila seluruh perangkat diwajibkan memiliki baterai yang bisa dilepas tanpa alat khusus.

Bagi produsen smartwatch dan perangkat wearable, pengecualian ini memberikan kepastian regulasi dalam pengembangan produk generasi berikutnya.

Perangkat seperti smartwatch premium umumnya mengintegrasikan baterai, sensor kesehatan, antena komunikasi, motor getar, serta modul GPS dalam ruang yang sangat terbatas.

Penggunaan sistem penyegelan permanen juga menjadi faktor penting untuk memenuhi sertifikasi ketahanan air hingga kedalaman tertentu.

 

Sementara itu, earbuds nirkabel menghadapi tantangan yang lebih besar.

Ukuran fisiknya yang sangat kecil membuat setiap milimeter ruang internal memiliki peran penting bagi baterai, driver audio, mikrofon, antena Bluetooth, hingga sistem peredam bising aktif (Active Noise Cancellation/ANC).

Komisi Eropa menilai karakteristik tersebut layak memperoleh pengecualian dari kewajiban baterai yang dapat dilepas sendiri oleh pengguna.

Meski demikian, regulasi tetap berlaku penuh untuk sebagian besar perangkat elektronik portabel lainnya, termasuk smartphone, tablet, kamera digital, konsol permainan genggam, dan perangkat sejenis.

Mulai 18 Februari 2027, produsen yang memasarkan perangkat di Uni Eropa wajib memastikan baterai pada kategori tersebut dapat dilepas dan diganti menggunakan alat yang tersedia secara komersial tanpa menyebabkan kerusakan permanen pada produk.

Sejumlah produsen smartphone telah mulai melakukan penyesuaian desain sebagai respons terhadap regulasi tersebut.

Beberapa di antaranya mengembangkan sistem perekat baru yang dapat dilepas menggunakan arus listrik rendah atau mekanisme khusus sehingga proses penggantian baterai menjadi lebih mudah tanpa mengorbankan kekuatan struktur perangkat.

 

Komisi Eropa menegaskan bahwa penambahan daftar pengecualian tidak mengurangi target utama regulasi baterai, yakni meningkatkan masa pakai perangkat elektronik, memperbaiki tingkat reparabilitas (kemudahan diperbaiki), serta mengurangi dampak lingkungan dari limbah elektronik.

Pendekatan tersebut diharapkan tetap mendorong produsen mengembangkan produk yang lebih berkelanjutan, sekaligus mempertimbangkan keterbatasan teknis pada kategori perangkat tertentu yang memiliki desain sangat ringkas.

Pembaruan regulasi ini juga memberikan kepastian bagi pelaku industri mengenai kategori perangkat yang harus memenuhi kewajiban baterai yang dapat diganti pengguna dan kategori yang memperoleh pengecualian.

Dengan adanya kejelasan tersebut, produsen dapat merancang roadmap produk untuk pasar Uni Eropa sesuai persyaratan teknis yang telah ditetapkan regulator, tanpa mengabaikan aspek keamanan, daya tahan, dan kemudahan perbaikan perangkat.

Baca Juga: Google Kalah Banding, Denda Antimonopoli Uni Eropa Tetap Berlaku

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU