Selular.ID -

Palapa Ring Putus Sebagian, Kapan BAKTI Komdigi Selesai Perbaiki?

BACA JUGA

Selular.ID – Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mempercepat restorasi jaringan kabel laut Palapa Ring Tengah segmen Melonguane–Morotai yang mengalami kerusakan akibat aktivitas tektonik.

Pemerintah menargetkan layanan kembali normal pada 11 Agustus 2026.

Plt Direktur Infrastruktur BAKTI Komdigi, Darien Aldiano, mengatakan, kerusakan yang terjadi bukan berupa putus total jaringan, melainkan putus sebagian serat optik bawah laut.

Percepatan perbaikan adalah langkah preventif untuk mencegah gangguan yang lebih luas terhadap layanan telekomunikasi di wilayah kepulauan utara Sulawesi.

Baca juga:

“Berdasarkan hasil pemantauan teknis, anomali pada jalur kabel laut ini terjadi menyusul aktivitas tektonik berupa gempa bumi bermagnitudo 5,7 pada 26 Mei 2026 dan beberapa kali gempa kuat yang dirasakan di segmen Melonguane–Morotai,” kata Darien dalam keterangannya, (23/7/2026).

Kerusakan terdeteksi berada di kedalaman sekitar 3.400 meter atau sekitar 95 kilometer dari Terminal Station (TS) Morotai.

Tonton juga:
Video Rekomendasi Untuk Anda

Kondisi tersebut membuat proses perbaikan membutuhkan kapal khusus yang mampu melakukan penyambungan kabel laut di laut dalam.

Gangguan tersebut berdampak pada layanan telekomunikasi di tiga wilayah di Provinsi Sulawesi Utara, yakni Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kabupaten Kepulauan Talaud, dan Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro).

“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami masyarakat terdampak di Kepulauan Sangihe, Talaud, dan Sitaro,” ujar Darien.

“Kami memastikan seluruh tim bekerja maksimal di lapangan untuk mempercepat pemulihan infrastruktur vital ini demi terwujudnya konektivitas yang berkualitas di seluruh pelosok Indonesia,” lanjutnya.

Titik Layanan Akses Internet

Selama proses restorasi berlangsung, BAKTI mengoptimalkan 286 titik layanan akses internet yang telah beroperasi di wilayah terdampak melalui satelit SATRIA-1.

Titik layanan tersebut terdiri atas 106 lokasi di Kabupaten Kepulauan Sangihe, 48 lokasi di Kabupaten Kepulauan Sitaro, dan 132 lokasi di Kabupaten Kepulauan Talaud.

Optimalisasi dilakukan dengan meningkatkan kapasitas bandwidth menjadi 50 megabit per detik (Mbps), 100 Mbps, hingga 150 Mbps sesuai kebutuhan masing-masing lokasi.

Titik akses internet tersebut tersebar di fasilitas publik seperti kantor pemerintahan, sekolah, puskesmas, rumah sakit, hingga fasilitas pertahanan dan keamanan.

Menurut BAKTI, tim teknis juga terus memantau kualitas layanan agar aktivitas komunikasi digital masyarakat tetap berjalan selama proses perbaikan berlangsung.

Dalam rencana kerja terbaru yang disusun bersama Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital Komdigi, PT Len Telekomunikasi Indonesia, PT Surveyor Indonesia, operator telekomunikasi, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya, kapal perbaikan dijadwalkan berangkat dari Bitung menuju Morotai pada 28 Juli 2026 setelah seluruh dokumen administrasi dan izin pelayaran rampung.

BAKTI memperkirakan proses teknis akan memasuki periode kritis berupa pemutusan layanan selama sekitar 12 hari.

Apabila seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, jaringan Palapa Ring Tengah segmen Melonguane–Morotai ditargetkan kembali beroperasi penuh atau ready for service pada 11 Agustus 2026.

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU