Selular.ID – Infinix menerapkan strategi pemasaran regional terintegrasi berbasis lokalisasi budaya untuk menguasai pasar Asia Tenggara.
Langkah strategis ini diambil guna merespons perbedaan karakteristik konsumen di setiap negara, meskipun terdapat kesamaan minat yang besar terhadap segmen gaming seluler (mobile gaming) pada populasi usia muda di kawasan tersebut.
Sergio Ticoalu, Marketing Director Infinix South East Asia, memaparkan bahwa penetrasi ke pasar gaming masih menjadi fokus yang sangat relevan bagi pertumbuhan perusahaan di Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Filipina.
Keempat negara tersebut tercatat memiliki basis anak muda yang besar, komunitas pemain yang aktif, serta ekosistem olahraga elektronik (esports) yang tumbuh secara konsisten dari tahun ke tahun.
Meskipun memiliki benang merah yang sama di sektor gaming, pendekatan yang dilakukan perusahaan di setiap negara tidak bisa disamaratakan.
“Perbedaan kultur dan cara berinteraksi para pengguna muda di masing-masing wilayah menuntut implementasi strategi komunikasi merek yang lebih spesifik agar pesan produk dapat tersampaikan secara efektif,”ujar Sergio, kepada Selular.
Di Indonesia, kekuatan utama pemasaran Infinix bersandar pada kedekatan dengan komunitas, percakapan di media sosial (social conversation), serta kolaborasi yang menyatu dengan kebudayaan populer anak muda setempat.
Pola ini sedikit berbeda dengan Filipina, yang walaupun memiliki budaya gaming yang sama kuatnya, namun lebih menitikberatkan pada proses pendekatan melalui hiburan serta metode pencerahan berbasis cerita komunitas (community storytelling).
Kondisi tersebut kontras dengan dinamika pasar di Malaysia. Konsumen di wilayah ini cenderung memperlihatkan perilaku belanja yang lebih rasional, sehingga manajemen harus mampu menyajikan kombinasi yang seimbang antara kredibilitas produk, nilai ekonomis (value), serta pemosisian gaya hidup (lifestyle positioning).
Di sisi lain, Thailand menampilkan karakteristik pasar yang jauh lebih variatif dari aspek tren anak muda.
Konsumen di negara gajah putih tersebut sangat responsif terhadap perkembangan gaya hidup, mode pakaian (fashion), industri hiburan, budaya visual, serta tren yang digerakkan oleh para pembuat konten (creator-driven trend).
Akibatnya, kampanye merek di Thailand tidak bisa hanya mengunggulkan performa teknis perangkat keras semata, melainkan wajib masuk ke dalam ruang ekspresi personal konsumen.
Baca Juga:Sergio Yakin Infinix Akan Masuk 3 Besar Smartphone di Q4 2022
Melalui pemetaan karakter wilayah ini, Infinix menyusun satu arah kebijakan merek (brand direction) regional yang solid di Asia Tenggara.
“Kendati demikian, Infinix tetap memberikan fleksibilitas penuh bagi tim di pasar domestik masing-masing negara untuk menerjemahkan dan mengeksekusi panduan tersebut sesuai dengan kultur lokal pengguna setempat,”tutut Sergio.



