Selular.ID – Apple mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar smartwatch global pada kuartal pertama 2026.
Berdasarkan laporan terbaru Counterpoint Research Global Smartwatch Shipments Tracker, pengiriman smartwatch dunia tumbuh 4% secara tahunan (year-on-year/YoY) pada periode Januari–Maret 2026, didorong oleh meningkatnya adopsi perangkat premium dan kuatnya permintaan terhadap lini produk terbaru Apple.
Laporan yang dipublikasikan Counterpoint Research pada Juni 2026 menunjukkan bahwa pertumbuhan pasar smartwatch melanjutkan tren pemulihan yang mulai terlihat sejak kuartal kedua 2025.
Apple menjadi kontributor terbesar terhadap pertumbuhan tersebut dengan meraih 23% pangsa pasar global dan mencatat pertumbuhan pengiriman 21% YoY, tertinggi di antara merek-merek utama di industri wearable.
Keberhasilan Apple tidak hanya ditopang oleh pasar Amerika Utara yang masih menjadi kontributor terbesar, tetapi juga pertumbuhan permintaan di China dan Eropa.
Counterpoint Research menilai penyegaran portofolio Apple Watch, termasuk hadirnya peningkatan fitur kesehatan dan model yang lebih terjangkau, berhasil menarik pengguna baru sekaligus mendorong siklus pembaruan perangkat.
Di balik pertumbuhan tersebut, pasar smartwatch juga menunjukkan perubahan arah yang semakin menekankan fitur kesehatan digital.
Counterpoint Research mencatat konsumen kini lebih banyak mencari perangkat wearable yang mampu memantau kondisi tubuh secara berkelanjutan, mulai dari aktivitas fisik hingga indikator kesehatan yang lebih kompleks.
Tren tersebut ikut mendorong permintaan terhadap smartwatch kelas premium yang menawarkan sensor lebih lengkap dan integrasi dengan ekosistem digital.
Selain Apple, pasar China menjadi salah satu motor pertumbuhan industri wearable pada awal 2026.
Counterpoint mencatat wilayah tersebut membukukan pertumbuhan pengiriman smartwatch sebesar 14% YoY, lebih tinggi dibandingkan Amerika Utara yang tumbuh 11% dan Eropa sebesar 9%.
Peningkatan di China didorong oleh performa sejumlah merek lokal seperti Huawei, Imoo, dan Xiaomi yang memperkuat portofolio perangkat wearable mereka di berbagai segmen harga.
Pada kategori smartwatch dengan sistem operasi penuh atau High-Level Operating System (HLOS), pertumbuhan mencapai 3% YoY.
Segmen ini masih didominasi Apple dan Huawei, yang terus memperluas kemampuan perangkat melalui fitur kesehatan, konektivitas, serta integrasi dengan smartphone dan layanan digital masing-masing.
Sementara itu, kategori basic smartwatch justru mencatat pertumbuhan lebih cepat, yakni 6% YoY.
Xiaomi menjadi pemain utama pada segmen tersebut dengan pangsa pengiriman sekitar 24%, menunjukkan bahwa permintaan terhadap perangkat wearable berharga lebih terjangkau tetap tinggi, terutama di negara berkembang.
Top 5 merek smartwatch global kuartal pertama 2026 menurut Counterpoint:
- Apple (23%)
- Huawei (17%)
- Xiaomi (10%)
- Imoo (7%)
- Samsung (5%)
Laporan Counterpoint juga memperlihatkan bahwa persaingan di industri wearable semakin dipengaruhi oleh kemampuan masing-masing produsen membangun ekosistem perangkat.
Smartwatch tidak lagi diposisikan sebagai aksesori pendamping smartphone semata, melainkan menjadi bagian dari layanan digital yang mencakup pemantauan kesehatan, kebugaran, pembayaran digital, hingga integrasi dengan perangkat rumah pintar.
Apple dinilai masih memiliki keunggulan melalui integrasi erat antara Apple Watch, iPhone, dan layanan kesehatan digital dalam ekosistemnya.
Di sisi lain, Huawei terus memperkuat posisinya melalui pengembangan HarmonyOS serta peningkatan fitur kesehatan pada lini smartwatch terbaru.
Xiaomi juga semakin agresif memperluas pangsa pasar melalui kombinasi harga kompetitif dan fitur yang semakin lengkap pada segmen entry-level hingga menengah.

Counterpoint memperkirakan tren penggunaan smartwatch akan terus berkembang seiring meningkatnya perhatian konsumen terhadap kesehatan preventif.
Perangkat wearable kini semakin banyak dimanfaatkan untuk memantau aktivitas harian, kualitas tidur, detak jantung, hingga berbagai metrik kebugaran yang sebelumnya hanya tersedia melalui perangkat medis khusus.
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) juga diperkirakan akan memperkuat peran smartwatch dalam beberapa tahun mendatang.
Integrasi AI memungkinkan analisis data kesehatan menjadi lebih personal, sementara konektivitas dengan layanan kesehatan digital membuka peluang pemantauan kondisi pengguna secara lebih berkelanjutan.
Meski demikian, persaingan diperkirakan akan semakin ketat. Produsen tidak hanya berlomba menghadirkan perangkat dengan spesifikasi lebih tinggi, tetapi juga memperkuat layanan perangkat lunak, integrasi lintas perangkat, serta kemampuan sensor kesehatan sebagai pembeda utama di pasar.
Data kuartal pertama 2026 menunjukkan bahwa industri smartwatch mulai memasuki fase pertumbuhan yang lebih stabil setelah mengalami perlambatan pada tahun sebelumnya.
Dengan Apple masih memimpin pasar global dan merek-merek asal China mempercepat ekspansi di berbagai segmen, kompetisi di industri wearable diperkirakan akan semakin berfokus pada inovasi layanan kesehatan digital, pengembangan ekosistem, serta pengalaman pengguna yang lebih terintegrasi.
Baca Juga: Top 5 Produsen Smartwatch 2024: Pengalaman Pengguna Tidak Memuaskan, Penjualan Anjlok




