Selular.ID – Omdia melaporkan pasar smartphone India mengalami penurunan pengiriman sebesar 13% secara tahunan (year-on-year/YoY) pada kuartal II 2026.
Total pengiriman mencapai 31 juta unit, turun dibandingkan periode yang sama tahun lalu, seiring melemahnya permintaan konsumen dan tingginya persediaan perangkat di saluran distribusi setelah periode promosi pada awal tahun.
Dalam laporan terbaru Omdia yang dirilis pada Juli 2026, perlambatan tersebut terutama dipengaruhi oleh siklus penggantian perangkat yang semakin panjang, konsumen yang lebih berhati-hati dalam berbelanja, serta penyesuaian stok oleh produsen dan distributor.
Meski volume pasar menyusut, persaingan di antara lima besar vendor smartphone tetap berlangsung ketat.
Samsung berhasil mempertahankan posisi sebagai vendor smartphone terbesar di India pada kuartal II 2026 dengan pengiriman sekitar 6,2 juta unit dan pangsa pasar 20%.
Kinerja tersebut ditopang oleh penjualan seri Galaxy A dan Galaxy S, serta distribusi yang kuat di kanal ritel maupun penjualan daring.
Di posisi kedua terdapat vivo, yang mengirimkan sekitar 5,4 juta unit atau menguasai 17% pasar.
Keberhasilan vivo didorong oleh portofolio produk di segmen menengah dan entry-level yang masih menjadi kategori dengan volume penjualan terbesar di India.
Xiaomi menempati peringkat ketiga dengan pengiriman sekitar 4,8 juta unit dan pangsa pasar 15%.
Meski tetap berada di tiga besar, perusahaan mencatat penurunan dibandingkan tahun sebelumnya sejalan dengan tren pelemahan pasar secara keseluruhan.
Xiaomi masih mengandalkan lini Redmi dan Xiaomi Series untuk mempertahankan posisinya di salah satu pasar smartphone terbesar di dunia.
Posisi keempat ditempati OPPO, yang mencatat pengiriman sekitar 4,5 juta unit atau sekitar 14% pangsa pasar.
Sementara realme melengkapi lima besar dengan pengiriman sekitar 3,6 juta unit dan pangsa pasar 12%.
Laporan Omdia menunjukkan bahwa lima vendor terbesar tersebut secara kolektif menguasai sebagian besar pasar smartphone India.
Namun, seluruh pemain utama menghadapi tantangan serupa berupa melemahnya permintaan konsumen setelah tingginya penjualan pada kuartal sebelumnya.
Penurunan pasar India terjadi di tengah kondisi industri smartphone global yang juga menghadapi perlambatan di sejumlah wilayah.
Beberapa lembaga riset pasar, termasuk Omdia, sebelumnya telah mengingatkan bahwa pemulihan industri masih berlangsung tidak merata karena dipengaruhi kondisi ekonomi global, inflasi di beberapa negara, serta perubahan perilaku konsumen.
Selain faktor permintaan, produsen smartphone juga masih melakukan penyesuaian terhadap tingkat inventaris.
Sepanjang paruh pertama 2026, banyak vendor mengurangi volume distribusi baru agar stok di tingkat distributor dan pengecer kembali ke level yang lebih sehat.
Strategi ini umum dilakukan untuk menghindari tekanan harga akibat kelebihan pasokan.
Meski demikian, segmen premium tetap menunjukkan ketahanan yang relatif lebih baik dibandingkan kelas bawah.
Omdia mencatat permintaan terhadap smartphone dengan fitur kecerdasan buatan (AI), kamera beresolusi tinggi, prosesor generasi terbaru, serta dukungan jaringan 5G masih menjadi pendorong utama di kelas menengah atas dan flagship.
India sendiri memiliki peran strategis bagi industri smartphone global.
Selain menjadi salah satu pasar dengan jumlah pengguna terbesar, negara tersebut juga berkembang sebagai pusat manufaktur perangkat bergerak melalui berbagai program insentif pemerintah.
Sejumlah vendor global, termasuk Samsung, Xiaomi, vivo, OPPO, dan Apple, terus memperluas kapasitas produksi lokal untuk memenuhi kebutuhan domestik maupun ekspor.

Bagi Samsung, hasil kuartal II memperkuat posisinya sebagai pemimpin pasar setelah beberapa kuartal terakhir bersaing ketat dengan vivo dan Xiaomi.
Keberhasilan perusahaan tidak hanya didukung oleh lini produk yang lengkap, tetapi juga strategi distribusi omnichannel yang menjangkau kota-kota besar hingga wilayah tier-2 dan tier-3 di India.
Sementara itu, vivo mempertahankan momentumnya melalui peluncuran model baru di segmen harga menengah yang menjadi kontributor terbesar penjualan smartphone di negara tersebut.
Xiaomi, di sisi lain, masih menghadapi tantangan dalam mengembalikan pertumbuhan volume pengiriman setelah pasar memasuki fase normalisasi pascapandemi dan meningkatnya persaingan di semua rentang harga.
Omdia memperkirakan kondisi pasar smartphone India masih akan dipengaruhi oleh perkembangan permintaan konsumen pada paruh kedua 2026.
Peluncuran perangkat baru menjelang musim festival, yang secara tradisional menjadi periode penjualan terbesar di India, diperkirakan akan menjadi faktor penting dalam menentukan kinerja masing-masing vendor hingga akhir tahun.
Meski pasar mengalami kontraksi pada kuartal II, India tetap menjadi salah satu wilayah dengan prospek jangka panjang paling menarik bagi industri smartphone global.
Basis pengguna yang besar, penetrasi 5G yang terus meningkat, serta investasi manufaktur dari berbagai perusahaan teknologi diperkirakan akan tetap menjadi fondasi pertumbuhan pasar dalam beberapa tahun mendatang.
Baca Juga: Top 5 Merek Smartphone di AS 2026, Omdia: Pasar Turun 3 Persen


