Selular.ID – Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. (TSMC), pemasok utama chip AI untuk Nvidia dan AMD, mencatatkan pertumbuhan pendapatan bulanan paling lambat dalam enam bulan terakhir.
Pendapatan TSMC pada April 2026 naik 17,5% menjadi NT$410,7 miliar atau sekitar US$13,1 miliar.
Meski kenaikan itu hanya mencerminkan 30 hari aktivitas bisnis dan pendapatan perusahaan dapat berfluktuasi dari bulan ke bulan, para analis rata-rata memperkirakan pendapatan kuartal Juni perusahaan masih akan tumbuh hampir dua kali lebih cepat, yakni sekitar 35%.
Perlambatan itu terjadi di tengah euforia belanja AI yang belum pernah sebesar ini.
Alphabet Inc., Amazon.com Inc., Meta Platforms Inc., dan Microsoft Corp. diketahui menyiapkan investasi hingga US$725 miliar untuk pengembangan AI di 2026.
Baca juga:
- Intel Garap Chip MacBook Neo Generasi Terbaru, Apple Alihkan Produksi dari TSMC
- Sony Gandeng TSMC, Bentuk Perusahaan Patungan Perkuat Dominasi Sensor Gambar
Namun, di balik booming AI, bisnis TSMC mulai menghadapi tekanan dari sektor elektronik konsumen yang melemah.
Permintaan smartphone dan perangkat konsumen global masih lesu akibat ketidakpastian ekonomi dan kenaikan harga komponen.
Lonjakan harga chip memori juga mulai memukul industri perangkat elektronik.
Sejumlah produsen disebut mempertimbangkan kenaikan harga smartphone dan laptop untuk menutup biaya produksi yang meningkat.
Meski demikian, TSMC belum menunjukkan tanda-tanda mengerem ekspansi. Perusahaan bahkan menaikkan proyeksi penjualan tahunan.
Selain itu juga memberi sinyal belanja modal atau capital expenditure (capex) dapat menyentuh batas atas target sebelumnya hingga US$56 miliar, sebagai sinyal kepercayaan terhadap prospek ekonomi tahun ini.




