Selasa, 20 Januari 2026
Selular.ID -

Asus Tarik Rem Smartphone Android, Siapkan Produk Baru

BACA JUGA

Selular.ID – Asus dilaporkan mulai mengurangi fokus bisnis smartphone Android, terlihat dari semakin terbatasnya peluncuran ponsel baru di berbagai pasar global.

Termasuk sinyal bahwa perusahaan asal Taiwan tersebut tengah menyiapkan arah produk baru di luar smartphone konvensional.

Laporan PhoneArena mengungkap bahwa dalam beberapa waktu terakhir, Asus nyaris tidak menunjukkan aktivitas agresif di segmen ponsel Android.

Tidak ada lini Zenfone atau ROG Phone baru yang diperkenalkan secara luas, berbeda dengan pola Asus di tahun-tahun sebelumnya yang relatif konsisten merilis produk flagship maupun niche gaming.

Meski begitu, langkah ini bukan berarti Asus sepenuhnya meninggalkan pasar mobile. Indikasi kuat justru menunjukkan adanya strategi baru yang sedang disiapkan, meski belum diumumkan secara resmi kepada publik.

Dalam konteks global, kehadiran Asus di pasar smartphone memang semakin menyempit. Zenfone yang dulu dikenal sebagai flagship ringkas dengan performa tinggi, kini hanya muncul di pasar tertentu dengan volume terbatas.

Hal serupa juga terjadi pada ROG Phone, yang meski masih memiliki basis penggemar setia, tidak lagi diposisikan sebagai produk mass market.

Tekanan Pasar Smartphone Global

Langkah Asus ini tidak dapat dilepaskan dari kondisi industri smartphone global yang sedang mengalami tekanan.

Pertumbuhan pasar melambat, siklus penggantian perangkat semakin panjang, dan persaingan di segmen Android kian ketat.

Produsen yang tidak memiliki skala besar seperti Samsung atau ekosistem tertutup seperti Apple menghadapi tantangan berat. Margin menipis, sementara biaya riset, pengembangan, dan pemasaran terus meningkat.

Dalam situasi tersebut, perusahaan seperti Asus perlu melakukan prioritas bisnis. Tidak semua lini produk dapat dipertahankan jika kontribusinya tidak sebanding dengan sumber daya yang dikeluarkan.

Asus dan DNA Bisnis Hardware

Sejak awal, Asus dikenal sebagai perusahaan hardware dengan portofolio luas, mulai dari motherboard, laptop, PC gaming, hingga perangkat jaringan. Smartphone sejatinya hanya salah satu cabang bisnis, bukan fondasi utama perusahaan.

Berbeda dengan produsen yang sepenuhnya bergantung pada ponsel, Asus memiliki fleksibilitas untuk mengalihkan fokus ke segmen lain yang dinilai lebih menjanjikan.

Laptop, khususnya lini gaming ROG dan ultrabook premium, justru menunjukkan pertumbuhan yang lebih stabil.

Dalam konteks ini, penarikan sebagian dari pasar smartphone Android bisa dipandang sebagai langkah penyesuaian, bukan kemunduran semata.

Isyarat Produk Baru di Luar Smartphone

Menariknya, laporan PhoneArena juga menyoroti adanya sinyal bahwa Asus sedang menyiapkan sesuatu yang baru. Meski detailnya masih sangat terbatas, indikasi ini membuka spekulasi bahwa Asus tengah mengeksplorasi kategori perangkat lain.

Beberapa kemungkinan yang masuk akal berdasarkan kekuatan Asus antara lain:

  • Perangkat wearable atau aksesoris pintar
  • Produk berbasis AI dan komputasi personal
  • Perangkat gaming portabel di luar smartphone
  • Solusi IoT dan smart device untuk konsumen

Asus memiliki rekam jejak dalam menghadirkan produk eksperimental, termasuk laptop layar ganda dan perangkat hybrid. Bukan tidak mungkin pendekatan serupa diterapkan pada kategori baru.

Dampak bagi Pasar Indonesia

Bagi pasar Indonesia, kabar ini memiliki implikasi tersendiri. Asus bukan pemain utama di segmen smartphone Tanah Air, namun memiliki basis pengguna setia, terutama untuk ROG Phone.

Jika Asus benar-benar mengurangi kehadiran smartphone Android, pilihan di segmen gaming premium bisa semakin terbatas, konsumen akan lebih bergantung pada merek global besar, distribusi resmi produk Asus mobile berpotensi semakin jarang

Namun di sisi lain, jika Asus memperkenalkan kategori produk baru, Indonesia tetap menjadi pasar menarik berkat populasi besar dan tingkat adopsi teknologi yang tinggi.

Strategi Bertahan di Tengah Persaingan

Langkah Asus ini sejalan dengan tren konsolidasi di industri teknologi. Banyak perusahaan kini memilih fokus pada segmen yang benar-benar memberikan nilai tambah dan diferensiasi.

Masa Depan Smartphone Asus

Meski sinyal penarikan cukup kuat, smartphone ASUS belum sepenuhnya berakhir. Zenfone dan ROG Phone masih memiliki identitas yang jelas dan komunitas pengguna loyal.

Smartphone bukan lagi bisnis mudah untuk semua merek, inovasi lintas kategori menjadi kunci pertumbuhan.

Sementara bagi konsumen, perubahan strategi Asus menunjukkan bahwa peta persaingan perangkat mobile akan terus bergeser.

Ke depan, perhatian kini tertuju pada langkah konkret Asus berikutnya. Apakah perusahaan akan menghadirkan kategori perangkat baru yang disruptif.

Baca Juga:Asus Hengkang dari Pasar Smartphone

Atau memilih memperkuat bisnis intinya di luar smartphone, akan menjadi penentu arah Asus di era teknologi yang semakin kompetitif.

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU