Sabtu, 20 Juli 2024
Selular.ID -

Daftar 10 Negara yang Sering Alami Kebocoran Data, Indonesia Termasuk?

BACA JUGA

JAKARTA, SELULAR.ID – Berikut daftar 10 negara di dunia yang paling banyak terjadi kebocoran data.

Kasus kebocoran data negara kian marak terjadi.

Kebocoran itu di antaranya disebabkan ulah peretas (hacker) melalui sistem pengamanan teknologi yang lemah atau faktor kesalahan manusia.

Terbaru, Indonesia menjadi sasaran.

TONTON JUGA:

Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) 2 mengalami peretasan dalam bentuk ransomware yang berakibat lumpuhnya server sejumlah lembaga dan kementerian.

Kasus kebocoran data ini bukan hanya terjadi di Indonesia.

Baca juga: Data PDN yang Terkena Ransomware Tidak Bisa Kominfo Pulihkan

Sejumlah negara, termasuk negara maju juga mengalami peretasan data.

Lantas, di mana sajakah negara dengan kasus kebocoran data terbanyak?

Daftar Negara dengan Kasus Kebocoran Data Terbanyak

Perusahaan keamanan siber, Surfshark mencatat sebanyak 60,9 miliar titik data (data point) telah terekspos, dengan 17,2 miliar di antaranya adalah alamat surel (email) sejak 2004. Setiap alamat email rata-rata bocor dengan 2,5 titik data tambahan.

Kemudian, Surfshark menyusun daftar 10 negara teratas dengan tingkat kebocoran data paling banyak per 15 April 2024. Berikut rinciannya.

Baca juga: Cara Kerja Ransomware yang Lumpuhkan PDNS Milik Pemerintah Indonesia

1. Amerika Serikat

Setiap penduduk Amerika Serikat rata-rata telah kehilangan 37 titik data akibat pelanggaran siber sejak 2004.

Data yang paling banyak bocor, yaitu format kompresi data Zip, nama belakang, nama keluarga, nama depan, dan kata sandi, dengan total seluruhnya mencapai lebih dari 12,5 miliar titik data.

2. Rusia

Jumlah titik data Rusia yang bocor mencapai lebih dari 4,3 miliar meliputi nama depan, nomor telepon, nama belakang, dan kata sandi.

Salah satu kasus kejahatan siber besar di negara itu adalah dijualnya informasi pribadi 60 juta pemegang kartu kredit Sberbank di pasar gelap daring (online) pada 2019 lalu.

3. Cina

Beberapa jenis data yang paling banyak terbuka di Cina adalah nama, alamat IP (internet protocol), nama pengguna, kata sandi enkripsi, dan kata sandi, dengan jumlah sekitar 2 miliar.

Salah satu kasus kebocoran yang menyita perhatian, yaitu terungkapnya data 364 juta pengguna WeChat dan QQ pada Maret 2019.

Baca juga: Kominfo Beri Penjelasan Peretasan PDN, DPR: Tak Masuk Akal

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU