Minggu, 16 Juni 2024
Selular.ID -

Studi: Sektor Jasa Keuangan Memprioritaskan Penggunaan AI di Banyak Fungsi

BACA JUGA

Jakarta, Selular.ID – Integrasi AI dalam ranah keuangan di Indonesia memiliki potensi besar meningkatkan kualitas berbagai aspek penting, termasuk dalam pengambilan keputusan berbasis data, efisiensi, keamanan, dan pengalaman pelanggan dalam sektor keuangan.

Hal ini diperkuat oleh temuan dari studi “Generative AI: Mempersiapkan Masa Depan Ekosistem Bisnis Di Indonesia Dengan AI Yang Beretika” oleh Advisia Group, yang mewakili IBM dan Kolaborasi Riset dan Inovasi Industri Kecerdasan Artifisial (KORIKA), yang menemukan bahwa layanan keuangan mulai memprioritaskan penggunaan AI dalam lebih banyak fungsi organisasi, seperti pengalaman nasabah (100%), deteksi fraud (23%) dan pemrosesan pinjaman (10%), dengan menggunakan chatbot, dashboard, dan aplikasi elektronik yang lebih ramah pelanggan.

“GenAI memiliki potensi untuk membuka sekitar USD 243,5 miliar kapasitas produktivitas di Indonesia. Jumlah ini setara dengan hampir seperlima dari PDB Indonesia pada tahun 2022. Indonesia berpeluang untuk lebih memajukan bisnis dan pekerjanya untuk memanfaatkan potensi Kecerdasan Buatan Generatif,” jelas Prof. Hammam Riza, Presiden KORIKA dalam studi terkait.

“AI Generatif akan membawa banyak dampak positif pada bisnis, mulai dari cara pengambilan keputusan, pengalaman nasabah, hingga pertumbuhan pendapatan. Tetapi, fokusnya tetap pada keahlian sumber daya manusia untuk penggunaan AI yang baik,” kata Roy Kosasih, Presiden Direktur, IBM Indonesia.

“Kami yakin pendekatan interdisipliner, yaitu sebuah model yang menunjukkan hubungan timbal balik antara masyarakat, pengguna, dan pengembangan AI, akan memberikan hal yang positif melalui kemitraan manusia-AI,” imbuhnya.

Sebagai penyedia platform AI terdepan dalam sektor keuangan, IBM berkomitmen untuk memberdayakan lembaga keuangan Indonesia guna mencapai keseimbangan antara keahlian manusia dan kemampuan canggih dari watsonx. Hal ini diharapkan dapat memperkuat pengalaman pelanggan dan mendorong pertumbuhan lintas fungsi di industri keuangan.

Membuka Potensi Kecerdasan Buatan (AI) Generatif

IBM mengembangkan model yang bisa memberikan hubungan timbal balik antara manusia dan AI dengan mengadopsi pendekatan “human-in-the-loop”, yang berarti melibatkan manusia dalam semua tahapan proses pengembangan kemampuan canggih AI.

Tujuannya adalah untuk meningkatkan pengalaman pelanggan, dan mendorong pertumbuhan lintas fungsi dengan pemakaian watsonx yang menyediakan toolkit yang kuat untuk meningkatkan dampak AI dan memanfaatkan data yang tepercaya.

Watsonx sendiri memiliki arsitektur yang terbuka, solusi yang telah ditargetkan, komitmen terhadap transparansi, dan kemampuan untuk memberdayakan pengguna AI untuk menjadi pencipta nilai, bukan sebaliknya.

Teknologi revolusioner ini memiliki kapasitas untuk mengubah fungsi kunci dalam industri keuangan, mendorong pertumbuhan dan inovasi di lembaga keuangan Indonesia, dengan integrasi yang mulus dengan keahlian manusia, termasuk dalam hal:

Revitilisasi Layanan Pelanggan: Layanan pelanggan yang menyenangkan dan personal adalah suatu prioritas dan keharusan. Dengan watsonx Assistant, agen Anda bisa memberikan layanan yang lebih cepat, lebih personal, dan lebih cerdas saat pelanggan Anda menelepon, mengunjungi situs web, atau menggunakan aplikasi seluler perusahaan. Hal tersebut bisa dilakukan karena adanya natural language processing untuk memahami pertanyaan pelanggan, terlepas dari bahasa atau saluran yang dipakai sehingga dapat menyajikan layanan yang real-time, personal, dan efisien dengan akses 24/7 ke informasi akun. IBM watsonx sendiri telah diakui sebagai Pilihan Pelanggan dalam laporan Gartner Peer Insights Voice of the Customer 2023 untuk platform AI Percakapan Perusahaan.

Memaksimalkan Fungsi Karyawan dalam Memberikan Perencanaan Keuangan yang Lebih Cepat: Dengan mengeliminasi proses manual dan merampingkan analisis data dengan AI, karyawan dapat memproses audit, akuntansi, pinjaman, dan aplikasi kredit dengan cepat. Hal tersebut bisa membebaskan karyawan untuk dapat berfokus pada rekomendasi investasi yang lebih personal, sesuai dengan tujuan nasabah, toleransi risiko, dan kondisi pasar. Misalnya, pada studi kasus Citi, watsonx Discovery memberdayakan auditor dengan menganalisis definisi kontrol dan memberi skor berdasarkan kriteria perusahaan. Selain itu, AI nextgen ini mampu membantu memproses sejumlah besar transkrip, sehingga menghemat waktu auditor secara signifikan.

Deteksi fraud yang Proaktif untuk Melindungi Institusi dan Pelanggan

Keamanan yang proaktif sangat penting dalam lanskap digital saat ini, terutama di industri sektor keuangan. watsonx memanfaatkan data science untuk menganalisis pola dan mengidentifikasi aktivitas yang tidak biasa untuk membantu mencegah serangan siber. Hal ini menjadi sangat krusial di Indonesia, karena indeks literasi keuangan yang masih rendah sehingga membuat para pelanggan lebih rentan.

Dengan memanfaatkan AI generatif, lembaga keuangan dapat memanfaatkan biometrik berbasis perilaku untuk mengidentifikasi dan menghentikan login dan transaksi penipuan tanpa menghambat pengalaman pelanggan.

Selain dari hal-hal yang telah disebutkan, watsonx memungkinkan perusahaan untuk membangun, meningkatkan skala, dan mengatur solusi AI mereka yang telah terkustomisasi sehingga mereka dapat dengan mudah membangun aplikasi AI yang telah disesuaikan untuk tujuan bisnis mereka, serta mengelola semua sumber data, dan mempercepat alur kerja AI yang bertanggung jawab.

Dengan mengedepankan kemitraan antara manusia dan AI, lembaga keuangan Indonesia dapat membuka potensi terbaik AI, membina pengalaman pelanggan yang luar biasa, meningkatkan keamanan, dan mendorong pertumbuhan bisnis di era yang dinamis ini.

Baca Juga: OJK Imbau Pelaku Usaha Jasa Keuangan Tidak Gunakan Jasa Perantara dalam Proses Perizinan

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU