Jumat, 24 Mei 2024
Selular.ID -

Waspada 9 Modus Penipuan Digital Saat Lebaran, Awasi THR Kalian

BACA JUGA

JAKARTA, SELULAR.ID – Momentum Hari Raya Idulfitri atau Lebaran yang seharusnya untuk memperingati hari kemenangan, justru sejumlah oknum tidak bertanggungjawab manfaatkan untuk melakukan penipuan digital.

Pihak berwenang sudah memperingatkan supaya masyarakat berhati-hati terkait maraknya penipuan digital di momen Hari Raya Idulfitri 1445 Hijriah atau Lebaran 10 April 2024 ini.

Salah satunya modus penipuan digital saat Lebaran ini memanfaatkan banyak hal untuk mengelabui korbannya secara online.

Terbaru, ada penjahat yang berpura-pura salah transfer uang yang berujung jebakan pinjol ilegal.

TONTON JUGA:

Kasus ini viral dari sebuah unggahan di media sosial Instagram yang diunggah oleh akun @terang_media.

Dalam unggahan yang mendapatkan like lebih dari 43 ribu kali itu seorang netizen yang bercerita kalau sang anak tiba-tiba mengirim uang Rp 20 juta tanpa tahu siapa pengirimnya.

Baca juga: Jelang Lebaran 2024, Waspada 3 Modus Penipuan Memanfaatkan Teknologi Ini

Ia sudah tanya ke anggota keluarga lain tapi tetap tidak ada tahu, dan menganggap ada orang yang salah transfer.

Esok harinya, seorang yang diduga penipu menelpon minta uangnya untuk dikembalikan, ia berdalih salah transfer dan meminta maaf karena sudah merepotkan.

Sang korban kemudian pergi ke bank untuk memproses pengembalian uang Rp30 juta itu.

Namun petugas bank menghentikan proses transaksi, setelah bertanya tujuan transfer ini apakah keluarga atau bukan.

Petugas tersebut menyatakan kalau itu bukan salah transfer, karena uang itu ditransfer dari pinjaman online.

Ia mengatakan bahwa ini menjadi modus penipuan baru, penipu akan mencuri data dan digunakan untuk transaksi pinjol.

Jika korban mentransfer uang itu ke penipu, mereka akan mendapat uang tersebut dan korbannya yang harus membayar hutang ke pinjol.

Selain itu, masih ada delapan lagi modus penipuan digital saat Lebaran yang dapat menguras uang THR Anda.

Simak delapan modus penipuan digital saat Lebaran ini, supaya Anda bisa waspada dan tidak terjebak.

1. Modus penipuan lewat WhatsApp

Selain pura-pura salah transfer, para pelaku memanfaatkan sering memanfaatkan WhatsApp untuk menjerat para korbannya.

Kebanyakan penipuan lewat WhatsApp memanfaatkan file APK yang dikirim acak ke nomor HP orang lain. Tujuannya agar penerima chat mengklik dan mendownload file kemudian tanpa sadar menginstal aplikasi jahat di HP-nya.

Cara pembobolan yang disebut sebagai phising ini serupa dengan kejahatan mengirim link lewat email.

Penipu online berharap agar penerima email atau WhatsApp memberikan akses secara tak sadar sehingga HP atau akun finansial bisa mereka ambil alih atau bajak.

Baca juga: Polda Sumut Gulung Sindikat Pelaku Penipuan dan Pencurian STB XL Home

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU