Selasa, 21 Mei 2024
Selular.ID -

Jelang Lebaran 2024, Waspada 3 Modus Penipuan Memanfaatkan Teknologi Ini

BACA JUGA

JAKARTA, SELULAR.ID – Jelang hari raya Idulfitri atau Lebaran 2024, waspada dengan sejumlah penipuan yang memanfaatkan teknologi.

Pasalnya, pada era teknologi yang semakin canggih membuat diri harus lebih waspada.

Salah satunya perihal modus penipuan aplikasi pesan Whatsapp dengan modus file APK.

Belum lagi, mendekati momen hari raya Idulfitri atau Lebaran 2024, semua orang menanti dan mencari tambahan penghasilan demi berbagi hingga flexing kepada keluarga dan rekan-rekan dekat.

Hal yang sama juga berlaku di dunia penipuan.

TONTON JUGA:

Kepolisian sejak lama mendeteksi peningkatan kejahatan jelang Idul Fitri tiap tahunnya.

Lantaran makin serba digital, kejahatan penipuan online jadi pilihan.

Baca juga: Promo Ramadan dan Lebaran XL Axiata di Aplikasi MyXL dan AXISnet

Penipuan APK bukan hal baru, bahkan beberapa waktu yang lalu modus serupa juga sempat digunakan oleh para penipu online.

Kala itu, para penipu online menggunakan file apk berkedok PPS Pemilu.

Pakar keamanan siber sekaligus pendiri Ethical Hacker Indonesia Teguh Aprianto pernah menjelaskan bahwa penipuan dengan modus ini memanfaatkan aplikasi ilegal yang bisa mengakses SMS untuk mendapatkan One Time Password (OTP).

“Soal modus penipuan seperti ini, ketika korban lengah dan menginstall aplikasi tersebut, maka pelaku akan memiliki akses untuk membaca dan juga mengirimkan SMS. Dari sana bisa melebar kemana-mana,” ujarnya di Twitter pada tahun 2022, Jumat (29/3/2024).

Meski inti tekniknya adalah APK, namun cara pelaku semakin berkembang untuk memancing calon korban agar terkecoh buat mendownload APK itu tanpa sadar.

Berikut daftar modus penipuan via WA jelang lebaran yang Selular lansir dari berbagai sumber:

1. Modus lapor pajak

Periode pelaporan pajak jelang lebaran dimanfaatkan para penjahat siber untuk melakukan aksinya. “Saat ini banyak WA atau email penipuan bermodus file APK yang mengatasnamakan DJP dan berujung pada pencurian data pribadi,” ujar akun Kantor Pajak Pratama (KPP) Pratama Magelang di X, Senin (25/3).

“Abaikan saja dan segera hapus,” tambahnya.

KPP Pratama Magelang menyebut informasi resmi terkait perpajakan hanya diberikan melalui kanal informasi resmi DJP, Kring Pajak, dan Kantor Pajak.

Momen jelang batas akhir pelaporan SPT dimanfaatkan penjahat siber untuk mengelabui korbannya dengan mengaku sebagai otoritas pajak.

Pada Februari, Direktorat Jenderal Pajak memberikan salah satu contoh modus penipuan APK di X.

Dalam unggahan tersebut tampak pelaku kejahatan siber berpura-pura mengirim surat peringatan terkait pembayaran dan denda pajak.

Peringatan tersebut disertai dengan file APK yang disamarkan sebagai file surat.

Pelaporan SPT bisa dilakukan sejak 1 Januari hingga 31 Maret 2024, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 tahun 2007 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan.

2. Modus APK Tilang Online

Baca juga: Program Spesial Ini Mudahkan Beli Mobil Baru buat Mudik Lebaran

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU