Minggu, 19 Mei 2024

Selamat Tinggal Dompet Fisik!

BACA JUGA

Uday Rayana
Uday Rayana
Editor in Chief

Selular.ID –  Teknologi 4G yang dihadirkan operator pada 2014, telah mendorong populasi smartphone yang terus meningkat setiap tahunnya.

Laporan IDC menyebutkan, tahun lalu, sebanyak 34,6 juta unit smartphone terjual di Indonesia.

Berkat smartphone, berbagai aplikasi kini bisa dengan mudah dijalankan. Salah satunya pembayaran digital, baik melalui aplikasi bank maupun penyedia fintech.

Hal itu pada gilirannya, merubah kebiasaan masyarakat dalam bertransaksi. Kini pembayaran melalui smartphone semakin jamak digunakan.

Tengok saja penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang bertumbuh signifikan membuatnya menjadi salah satu metode pembayaran digital yang populer.

QRIS diperkenalkan sebagai kode QR nasional oleh Bank Indonesia dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) pada 2019.

Berdasarkan data Bank Indonesia, jumlah pengguna QRIS mencapai 45,78 juta pada 2023. Angka ini melonjak 59,23% apabila dibandingkan dengan jumlah pengguna pada 2022 yang mencapai 28,75 juta.

Baca Juga: Sebentar Lagi QRIS Bisa Digunakan di Brunei dan Laos

Ini menunjukkan tren positif terhadap digitalisasi transaksi keuangan di Indonesia, dengan QRIS sebagai salah satu instrumen utama dalam akselerasi tersebut.

Popularitas QRIS yang terus meningkat, menunjukkan Pembayaran digital telah menjadi primadona masyarakat.

Lantas, seperti apa proyeksi ke depan? Berdasarkan ramalan Bank Indonesia (BI), otoritas memproyeksi transaksi digital di perbankan bakal terus mengalami peningkatan yang pesat, baik pada 2024 maupun 2025.

BI memperkirakan, nilai transaksi digital banking akan terus tumbuh, sebesar 23,2% pada 2024 hingga mencapai Rp71.584 triliun.

Lebih lanjut, nilai transaksi digital banking diperkirakan tumbuh 18,8% pada 2025 menjadi Rp85.044 triliun.

Adapun, pada kuartal III/2023, BI mencatat nilai transaksi digital banking mencapai Rp14.971,28 triliun atau tumbuh sebesar 11,51% yoy.

Pada periode yang sama, volume transaksi digital banking tumbuh sebesar 36% mencapai 4,22 miliar.

Dengan semakin meningkatnya animo pengguna, sepanjang 2024 nilai transaksi digital banking diperkirakan mencapai Rp58.124 triliun, tumbuh 10,6% dibandingkan dengan tahun lalu.

Tren transaksi digital yang terus melonjak di Indonesia, memperkuat survey perilaku sebagian masyarakat yang kini berubah drastis.

Survei memang menemukan mayoritas konsumen kini lebih memilih melakukan pembayaran dengan smartphone mereka.

Lebih dari 80% responden survei yang dilakukan oleh ABI Research atas nama Forum NFC mengatakan mereka telah menggunakan ponsel cerdas atau jam tangan pintar untuk melakukan pembayaran nirsentuh.

Dari mereka yang telah melakukan pembayaran nirsentuh melalui seluler, lebih dari setengahnya mengatakan bahwa mereka lebih memilih menggunakan ponsel cerdas atau jam tangan pintar untuk melakukan pembayaran dibandingkan menggunakan kartu.

Dan 95% mengatakan mereka telah meninggalkan dompet fisik mereka di rumah setidaknya satu kali, dan memilih untuk hanya mengandalkan pembayaran seluler.

Bahkan, sebanyak 53% responden mengatakan mereka sekarang meninggalkan dompet fisik mereka di rumah beberapa kali setiap minggu.

Cukup membawa smartphone, urusan beli ini beli itu beres. Tak ada lagi rasa khawatir. Malahan konsumen kini lebih khawatir ketinggalan smartphone di rumah atau di kantor, ketimbang dompet fisik.

Baca Juga: Akhirnya Flip Adopsi QRIS, Transaksi Lebih Mudah dan Cepat

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU