Jumat, 24 Mei 2024
Selular.ID -

Di Sini Pemerintah Masih Sibuk Rayu Apple Bangun Pabrik, di India Berkat iPhone Ekspor Ponsel Melonjak Tajam

BACA JUGA

Uday Rayana
Uday Rayana
Editor in Chief

Selular.ID – CEO Apple Tim Cook akhirnya berkunjung ke Jakarta. Kedatangan orang nomor satu di perusahaan raksasa AS itu, dimanfaatkan oleh presiden Joko Widodo.

Dalam pertemuan di Istana Negara, Rabu (17/4/2024),  Cook menyebutkan bahwa Indonesia adalah pasar yang sangat penting bagi Apple.

Cook juga membahas komitmen pembangunan di Indonesia. Salah satunya pembangunan lewat investasi di bidang teknologi.

Suksesor pendiri Apple, Steve Jobs itu, tak menampik bahwa ada permintaan khusus Presiden Jokowi agar perusahannya bisa mendirikan pabrik di Indonesia.

“Kita berbicara tentang keinginan Presiden untuk melihat pabrik (Apple) di negara ini, dan hal itu sedang kami lihat (peluangnya),” ungkapnya.

Seperti diketahui, Apple menjadi satu-satunya vendor yang tidak memiliki pabrik di Indonesia. lewat jalur TKDN Software, Apple mengambil skema investasi dengan mendirikan Innovation Center yang diklaim menghabiskan dana USD 44 juta.

Kondisi Indonesia yang masih sibuk merayu Apple agar bersedia membangun pabrik, sangat kontras dengan India. Untuk diketahui, Apple kali pertama membangun pabrik di India pada 2017.

Pembangunan pabrik di negara itu, sebagai bagian dari upaya perusahaan untuk mendiversifikasi produksi globalnya jauh dari China.

Baca Juga: Saat Jokowi Merengek Pada Apple Agar Bersedia Bangun Pabrik di Indonesia

Pabrik yang dijalankan oleh produsen iPhone Foxconn di negara bagian Tamil Nadu, juga membantu Apple menghemat tarif impor, yang sangat tinggi untuk barang elektronik di India.

Di sisi lain, bagi India, keputusan ‘memaksa’ Apple membangun pabrik berdampak sangat positif. India yang sebelumnya hanya merupakan pasar, kini menjadi produsen menyaingi China.

Hanya 7 tahun setelah Apple memperluas basis produksi, India menyaksikan lonjakan luar biasa dalam ekspor ponsel hingga mencapai rekor $15 miliar lebih pada tahun fiskal 2023-24, sebagian besar didorong oleh iPhone.

Menurut data pemerintah yang dilaporkan oleh media terkemuka Economic Times, jumlah ini menandai peningkatan yang signifikan dari $11,1 miliar yang tercatat pada FY23.

Tak tanggung-tanggung, Apple memainkan peran penting dalam pertumbuhan ini. Vendor yang berbasis di Cupertino, California itu, memberikan kontribusi sekitar 65% atau sekitar $10 miliar.

Jumlah itu, menggandakan kontribusinya dari tahun fiskal sebelumnya ketika Apple menjadi merek ponsel pintar pertama yang mencapai ekspor senilai $5 miliar dari India.

Berdasarkan laporan, berkembangnya ekosistem manufaktur elektronik selular di India tidak hanya berkontribusi pada lonjakan ekspor tetapi juga menciptakan lebih dari 1,2 juta lapangan kerja.

Menteri Elektronika dan TI Ashwini Vaishnaw menyatakan kepuasannya atas keberhasilan produksi ponsel, menyoroti peningkatan nilai tambah lokal karena semakin banyak komponen yang diproduksi di India.

“Nilai tambah lokal meningkat, karena banyak komponen mulai diproduksi di India. Nilai tambah dalam negeri terus meningkat, kuartal demi kuartal,” katanya.

Meski tumbuh signifikan, pakar industri seperti Pankaj Mohindroo, ketua Asosiasi Seluler dan Elektronik India (ICEA), menyebutkan perlunya daya saing ekstrem melalui tarif, perpajakan, dan infrastruktur industri.

“Tetapi kami tidak bisa berpuas diri. Daya saing yang ekstrim melalui tarif, perpajakan dan infrastruktur industri adalah kunci untuk mencapai angka ekspor senilai $50 miliar pada tahun 2026-27,” tambahnya.

Baca Juga: Ingin Saingi Vietnam, Ini Cara Pemerintah Rayu Apple Untuk Buat Pabrik di Indonesia

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU