Senin, 15 April 2024
Selular.ID -

Google Membuat Kacau Negara Tetangga Indonesia, Gara-gara Aplikasi

BACA JUGA

JAKARTA, SELULAR,ID – Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat, Google membuat kacau negara tetangga Indonesia, yakni India.

Pasalnya, Google menghapus sejumlah aplikasi asli karya anak negeri Vrindavan ini dari Play Store.

Keputusan mengejutkan dari Google ini membuat pemerintah Indoa angkat bicara.

“Tidak dapat dibiarkan,” tegas Menteri Teknologi Informasi Ashwini Vaishnaw, melansir Reuters, Senin (4/3/2024).

Dia menambahkan pihaknya telah melakukan pembicaraan Google.

TONTON JUGA:
@selular.id

XL Axiata resmi menutup layanan Live On pada 23 Februari 2024. Layanan yang menyasar pelanggan muda itu hanya berusia 3,5 tahun, sejak diluncurkan pada 5 Oktober 2020. Penutupan Live On menyusul pembubaran dua operator digital lainnya yang pernah ada di Indonesia. Tercatat Smartfren menutup Switch Mobile pada Januari 2021 (debut Maret 2020) dan Indosat Ooredoo Hutchison menutup MPWR (baca: Empower) pada Oktober 2022 (dirilis Desember 2020). Saat ini, tertinggal satu operator digital untuk kalangan muda yakni by.U milik Telkomsel. #byu #telkomsel #xl #xlaxiata #liveon #internet #internetprovider #provider #digital

♬ In Love With You – BLVKSHP

Selain itu, Vaishnaw akan bertemu dengan para startup membahas perlindungan mereka di dalam negeri.

Reuters mencatat Google menolak berkomentar terkait hal tersebut.

Baca juga: Algoritma Google Cs Diatur Dalam Perpres Publisher Rights, Ini Alasannya

Kebijakan Google itu dilakukan dengan alasan tidak mematuhi pedoman pembayaran dalam aplikasi.

Sebelumnya startup ingin Google menghentikan pembayaran dalam aplikasi sebesar 11-26%.

Sementara otoritas antimonopoli setempat meminta Google tidak menerapkan sistem sebelumnya sebesar 15-30%.

Namun Google diizinkan membebankan biaya atau menghapus aplikasi setelah dua keputusan pengadilan.

Kebijakan Google juga dikritik oleh banyak startup yang telah melakukan protes dan menantang secara hukum praktik perusahaan soal biaya.

Beberapa aplikasi yang dihapus termasuk Bharat Matrimony dan pencari kerja Naukri.

Google menghapus 150 aplikasi milik Matrimony.

Baca juga: Industri Game Sumbang Rp31 T, Google Buka Sertifikasi Developer Gratis

Pendiri Murugavel Janakiraman memastikan aksi tersebut membuat perusahaan bangkrut.

Jika keputusan terus dilakukan dalam jangka panjang, dia mengatakan kemungkinan pendapatan perusahaannya akan ambles.

“Jika terus berlanjut dalam jangka panjang, maka pendapatan kami akan turun secara signifikan,” kata Janakiraman.

Sementara itu, Info Edge bukan hanya kehilangan Naukri.

Namun juga aplikasi pencarian real estate lainnya, beberapa di antaranya telah dipulihkan.

Simak berita menarik lainnya dari Selular.id di Google News

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU