Jumat, 1 Maret 2024
Selular.ID -

Gerilya Eric Schmidt, Bangun Start Up Drone Penyerang Bertenaga AI

BACA JUGA

Uday Rayana
Uday Rayana
Editor in Chief

Selular.ID – Mantan CEO Google Eric Schmidt sedang membangun startup militer bernama White Stork. Berbeda dengan start up lainnya, White Stork bakal memproduksi drone penyerang berbasis kecerdasan buatan atau AI (artificial intelligence).

Forbes melaporkan bahwa detail baru mengenai proyek tersebut telah muncul, seperti namanya, sejak media bisnis terkemuka itu pertama kali melaporkannya pada awal Februari ini.

Disebutkan bahwa White Stork, menargetkan produksi secara massal drone yang dapat menggunakan AI untuk mengidentifikasi target.

Kisah Forbes terbaru juga merinci bagaimana Schmidt menggunakan struktur bisnis yang rumit melalui beberapa Perseroan Terbatas.

White Stork adalah LLC (Limited Liability Company) bernama Swift Beat Holdings tetapi berganti nama menjadi White Stork Group pada September 2023.

Berdasarkan dokumen perusahaan, Swift Beat dimiliki oleh perusahaan induk Volya Robotics OÜ, di mana Schmidt telah menjadi satu-satunya pemilik manfaat sejak September tahun lalu.

Untuk diketahui, Schmidt adalah CEO Google hingga 2011 dan berlanjut menjadi chairman sampai 2015. Setahun kemudian ia menjadi ketua Dewan Inovasi Departemen Pertahanan, posisi yang dipegangnya selama empat tahun.

Keterlibatan pria berkacamata ini dalam drone tempur bertenaga AI mungkin tidak mengejutkan, karena ia juga mengetuai Komisi Keamanan Nasional untuk Kecerdasan Buatan selama beberapa tahun.

Schmidt sebelumnya mengatakan kepada Wired pada Februari 2022 bahwa militer AS lambat dalam mengadopsi teknologi baru.

Mantan pimpinan Google itu mengatakan kepada Wired bahwa kadang-kadang, senjata baru muncul di pasaran yang “mengubah banyak hal” dan bahwa AI dapat membantu merevolusi peralatan Departemen Pertahanan.

Baca Juga: AI Ungguli Manusia Dalam Hal Balapan Drone

Dia mengatakan dalam wawancara Wired, “Einstein menulis surat kepada Roosevelt pada tahun 1930-an yang mengatakan bahwa ada teknologi baru – senjata nuklir – yang dapat mengubah perang, dan hal itu jelas terjadi. Saya berpendapat bahwa otonomi dan desentralisasi [yang didukung AI] , sistem terdistribusi sangat kuat.”

Dalam pernyataannya, Eric secara terbuka mengkritik habis pemerintah Amerika Serikat terkait perkembangan jaringan 5G di negara itu.

Menurutnya, pemerintah telah abai sehingga Amerika tertinggal jauh, terutama dengan China yang kini mendominasi.

Dalam tulisannya di Wall Street Journal bersama profesor Harvard, Graham Allison, AS telah tertinggal hampir di semua dimensi 5G di saat negara seperti China terus melesat. Mereka menyarankan pemerintah AS menjadikan 5G sebagai prioritas utama.

Sebab jika tidak demikian, China akan memiliki masa depan 5G yang akan sangat penting manfaatnya. Seperti dikutip dari Independent, 5G akan sangat krusial dalam industri dan militer.

“Kecepatan 5G yang nyata akan berujung pada terobosan-terobosan dalam kendaraan otonom, aplikasi virtual reality seperti metaverse dan area lain yang belum ditemukan,” tulis Eric.

“Aplikasi-aplikasi yang didukung 5G akan memberikan manfaat bagi lembaga intelijen negara ini dan meningkatkan kapabilitas militer,” tambah mereka.

Mereka menyebut bahwa kecepatan 5G di China telah melampaui AS dengan jarak yang cukup jauh, yaitu 299 Mbps dibandingkan dengan 93,73 Mbps. Hal ini seharusnya menjadi kecemasan tersendiri.

Meskipun AS sudah memberi sanksi besar pada Huawei, raksasa teknologi dan telekomunikasi China, Huawei masih mendominasi pasar termasuk dengan teknologi 5G yang mutakhir.

Dengan kata lain, Huawei tidak terlalu terpengaruh meskipun dijegal dengan tidak boleh memakai teknologi dari AS.

“Performa menyedihkan AS dalam lomba 5G adalah pertanda kegagalan lebih besar negara ini untuk menghadapi China dalam teknologi penting dan strategis. China juga melampaui AS di manufaktur teknologi tinggi, energi hijau dan banyak aplikasi kecerdasan buatan,” tandas Eric.

Baca Juga: Kecanggihan Teknologi Drone Kamikaze Switchblade AS yang Jadi Momok Tank Rusia

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

INDEPTH STORIES

BERITA TERBARU