Rabu, 24 April 2024
Selular.ID -

Antara Infinix, Itel, Tecno, Mana Yang Buat Transsion Masuk Ke Papan Atas? Ini Dia Sosoknya

BACA JUGA

Selular.ID – Ternyata ini dibalik kesuksesan Transsion Group di pasar Indonesia, tetap bermain di harga adalah kuncinya.

Berbeda dengan BBK Group, yang isinya itu Oppo, Vivo, Realme, OnePlus, kenapa mereka tidak juga menyatu seperti halnya Transsion Group?

Transsion kini menjelma sebagai brand yang bisa mengacak top 5 vendor-vendor smartphone yang ada di Indonesia, menurut beberapa lembaga survei.

Curang? Tidak. Brand seperti Infinix, Tecno, dan Itel bersatu untuk hadir di pasar Indonesia dalam ruang lingkup Transsion Holdings.

Yang menjadi pertanyaan kenapa tidak pisah saja seperti halnya Oppo, Vivo, Realme, OnlePlus di BBK Group?

Febriman Abdillah, Senior Analyst Counterpoint Technology Market Research mengutarakan kepada Selular.ID bahwa “mungkin memang lebih ingin menonjolkan nama Transsion.”

Tapi lain dari pada itu, yang dilihat oleh Febriman kepintaran Transsion Group ini ialah produk yang dihadirkannya menyasar pasar kelas bawah.

Karena kalau melihat produk-produk yang ditawarkan oleh ketiga brand tersebut (Infinix, Tecno, Itel) produk smartphone yang dijual itu tidak ada yang lebih dari Rp 10 jutaan.

Baca juga : Mentang-mentang Saudara, 3 HP Dari Transsion Group Ini Mirip

Terlebih yang lebih mencengangkan dari smartphone lipat milik Tecno, yakni Phantom V Flip itu di jual hanya Rp 8 jutaan. Tergolong murah untuk smartphone foldable dibandingkan Oppo dan Samsung.

Sejalan dengan itu, Febriman melihat konsumen di Indonesia ini hal yang paling mendasar ialah melihat dari sisi harga. Harga murah masih menjadi nilai utama dalam membeli smartphone.

Tapi kalau ketiganya hadir dengan harga yang murah, jadi siapa yang membuat Transsion Group menjadi raksasa baru di pasar Indonesia?

Kembali di jelaskan oleh Febriman yang berpengalaman melihat pangsa pasar Indonesia. Sedikit mengejutkan setelah Febriman jelaskan, bahwa Itel yang kini banyak di cari oleh konsumen. Secara, Itel ini tergolong yang baru masuk ketimbang dua brand Transsion lainnya.

“Infinix kita tahu sudah mulai establish, dari pasar dari retail. Sekarang yang paling banyak di cari itu Itel, ditambah dari data kita (Counterpoint) Itel itu sekarang lagi meningkat.” Jelasnya Febriman kepada Selular.ID.

“Apabila melihat digabung 3 (Infinix, Tecno, Itel) Infinix lebih ke stabil (penjualannya), Itel yang cukup bertumbuh, kalau Tecno kayanya masih kecil.” Tambahnya.

Bisa dijadikan alasan Itel itu menjual smartphone dari series-series bawah sejauh ini tidak ada yang mereka jual lebih dari Rp 3 jutaan.

Bukan hanya harganya murah namun pula spesifikasi seperti RAM sudah dibekali yang besar.

Salah satu produk Itel yang buat Febriman kagum ialah Itel P55 5G. Ia miliki alasan bahwa harganya cuma sejutaan tapi sudah 5G.

“Itel P55 5G, The Only One smartphone yang menawarkan 5G dengan harga murah.” Pungkasnya.

Disclaimer, artikel ini bukan berniat ingin memecah belah brand smartphone yang tergabung di Transsion Group.

Ketiga smartphone baik itu Infinix, Tecno, dan Itel punya keunggulan di masing-masing kelasnya, kembali lagi kepada konsumen untuk dapat memilih sesuai kebutuhan selain harganya yang sudah pasti murah.

Baca juga : 5 Produk Itel, Yang Layak Dibeli Di 2024

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU